Tradisi Pernikahan Mayat Pria Lajang Di Tiongkok

1217

Pernah kebayang kamu gak kalau mayat masih dinikahkan? Secara logika kayaknya ngak mungkin dilakukan. Karena sudah dapat dipastikan mayat tidak mungkin bisa memberikan keturunan. Tapi, tradisi aneh ada dilakukan di suatu tempat yaitu di Tiongkok terutama di bagian tengah seperti wilayah Provinsi Shanxi dan Henan ada lho tradisi menikahkan mayat, jadi seseorang yang sudah menjadi mayat namun bujangan akan dinikahkan, loh kok bisa?

Dalam upacara pernikahan dengan mayat ini, kerangka perempuan diikat dengan kawat baja dan diberi pakaian sebelum dikubur bersama pria lajang yang sudah meninggal dunia sebagai “istrinya”. Banyak penduduk desa percaya jika anggota keluarga pria meninggal sebelum menikah, mereka harus mencarikannya pasangan untuk menjadi teman hidup mereka di dunia lain.

Mereka masih percaya kalau pria lajang yang keburu meninggal akan membawa petaka buat keluarganya. Maka dari itu, pihak keluarga mencarikan mayat wanitanya untuk dinikahkan. Biasanya, pihak keluarga membeli mayat wanita dari pihak pengepul, dari keluarga wanita, atau mencuri dari kuburan. Mau tau cerita lengkap tradisi menikahkan mayat gengs? yuk simak.

Tradisi ini ternyata sudah berlaku 3000 tahun yang lalu. Dipercaya bahwa mayat yang kesepian bakal balik lagi alias pulang kerumah untuk menghantui, dan itu tentunya membuat keluarga mengalami berbagai kesialan. Ternyata Mayat juga bisa merasa kesepian ya. Hehehe. Kirain cuma jomblo doang.

Untuk mendapatkan mayat wanitanya, harus meminta izin terlebih dahulu dari keluarga mayat wanitanya. Biasanya keluarga wanita yang memiliki anak atau saudara, mereka akan langsung inisiatif untuk nawarin mayat tersebut. Harga yang diminta juga tidak tanggung dan bisa bervariasi, mulai dari minta perhiasan, uang, bahkan rumah mewah!

Sebenarnya pada masa pemerintahan Mao Zedong, pernikahan semacam ini dilarang karena dianggap tidak benar. Namun, ketia Mao Zedong mundur dari jabatannya, pernikahan antar mayat ini dilanjutkan lagi. Daripada kena sial, begitulah masyarakat Tiongkok mempercayainya.

Seiring berjalannya waktu, tradisi ini menjadi tradisi yang sangat penting. Bahkan ada orang-orang yang melakukannya sebagai mata pencahariannya. Keluarga yang tidak dapat menemukan mayat wanita untuk dinikahkan dengan anaknya, akan meminta seseorang untuk mencari mayat pendampingnya dan akan ditebus dengan sejumlah uang yang sudah dijanjikan. Ternyata hal seperti ini bisa jadi mata pencaharian ya :S

Karena harga mayat wanita bernilai tinggi, si penjual mayat wanita memanfaatkannya untuk menguras harta keluarga dari pengantin pria nya. Karena hal ini membuat para pekerja mencuri mayat wanita dikuburan.

Meskipun mayat wanita hanya menyisakan tulang, jangan sangka, harganya tidak murah. Mayat wanita yang tinggal tulangnya doang bisa dihargai 50.000 yuan, kalau masih utuh dan baru meninggal beberapa hari bisa bernilai 2 kali lipatnya. Gimana, mahal kan ternyata.

Maraknya pencurian mayat wanita di wilayah Shanxi, polisi setempat sering melakukan penyelidikan dan penjagaan di makam. Alhasil, para pencuri mayat jadi bingung bukan kepalang karena mata pencahariannya menjadi sulit didapatkan.

Akhirnya, wanita yang memiliki keterbelakangan mental pun jadi buruannya. Mereka diiming-imingi makanan atau mainan. Setelah itu, mereka diculik lalu dibunuh dan mayat mereka siap dijual ke keluarga yang membutuhkan mayat wanita. Seram bukan? 🙁

Tradisi ini berawal dari wanita muda yang menerima lamaran dari keluarga berada di Melaka untuk mengawini anak lelaki mereka yang sudah meninggal dunia. Satu lagi yang memperkuat adalah kisah yang terinspirasi dari pernikahan dengan mayat ini cerita animasi ‘Corpse Bride’, kisah pemuda yang secara tidak sengaja menikah dengan mayat ketika terjadi kesalahan saat latihan pernikahan.