Luka Bakar? Kulit Ikan Solusi Terbaiknya

1897

Pernahkah kamu mengalami luka bakar? Mungkin hampir semua dari kita pasti pernah mengalaminya, ya kan? Misalnya saat kita terkena percikan dari minyak goreng disaat memasak atau ketika secara tidak sengaja kaki kita menyenggol knalpot motor yang masih panas? Tak terbayangkan lagi rasa nyeri gimana! Pada zaman dulu sih, untuk mengobati luka bakar banyak yang menggunakan pasta gigi, madu, putih telur, air dingin dan sebagainya. Yang kita tahu sih memang tidak semua cara sederhana tersebut dapat menyembuhkan.

Memasuki zaman yang semakin modern, peneliti pun mulai mengembangkan obat luka bakar berupa salep. Salep mungkin sudah sering kita aplikasikan ketika terkena luka tersebut, tapi apakah semua itu benar efektif? Tiap pigmen dari kulit manusia kan berbeda-beda. Mungkin saja ada yang cepat dan ada yang memerlukan proses lama. Contoh mudahnya begini, ketika kamu sakit kepala, obat apa kamu minum? Jawabannya pasti berbeda-beda betul ga? Meskipun sama-sama kita ketahui obat-obat tersebut mengandung parasetamol, tapi kesembuhannya pasti berbeda-beda. Ada yang lebih cocok dengan merek obat A, ada yang lebih cocok ama obat B.

Yah, kembali ke topik, akhir-akhir ini baru saja ditemukan obat luka bakar terbaru. Obat yang terbilang sangat mujarab dan dapat mengobati luka bakar tanpa harus memakai salep yakni memakai kulit ikan. Hayo kulit ikan apa? Jawabannya kulit ikan Tilapia! Pernah dengar? Belum?! Ikan nila loh! Ya sudah duduk manis, fokus dan simak saja deh ke bawah.

Tipe Luka Bakar

Nah, sebelum kita bahas obatnya, ada baiknya kita mengenali pengertian luka bakar dan tipenya. Luka bakar adalah Rusaknya jaringan pada permukaan tubuh yang disebabkan oleh panas dengan suhu tinggi yang menimbulkan reaksi pada seluruh sistem metabolisme. Tipe luka bakar terbagi atas 3 yaitu:

1. Luka bakar tingkat satu

Luka bakar ini merupakan luka yang paling ringan dan kerusakan kulit yang dialami tidak parah. Penderitanya secara langsung akan merasakan sakit dan panas. Kulit luarnya (epidermis) akan memerah dan beberapa saat kemudian membengkak. Biasanya luka bakar ini didapati terkena knalpot namun tidak begitu dalam.

2. Luka Bakar tingkat dua

Kerusakan yang diberikan pada tingkat ini telah menembus hingga bawah lapisan kulit epidermis. Biasanya selain membengkak dan merasakan panas, kulit akan langsung melepuh yang akan memunculkan gelembung berisi cairan. Hindarkan gelembung tersebut untuk tidak pecah karena pecahan tersebut dapat menyebabkan infeksi. Luka bakar tingkat ini biasanya terkena setrika yang sangat dalam.

3. Luka Bakar tingkat tiga

Luka bakar yang paling fatal dimana seluruh lapisan pada kulit mengalami kerusakkan serius. Luka bakar jenis ini tidak memberikan rasa nyeri berlebihan dan hhanya ditandai dengan kulit hitam seperti gosong atau kering karena hangus.

Pengobatan menggunakan kulit ikan

Ide menggunakan kulit ikan untuk mengobati luka bakar diawali dengan sulitnya stok jaringan kulit babi beku atau jaringan dari kulit manusia (mengandung kolagen) yang biasanya dipakai dalam mengobati luka bakar. Keadaan sulit ini pun mengharuskan para peneliti Brazil mencari alternatif lainnya. Maka salah satu pengobatan yang ditemukan untuk mengobati luka tersebut adalah menggunakan kulit ikan Tilapia.

Sebelumnya para peneliti di China telah meneliti tentang hal ini dan mempraktekkannya pada tikus. Bedanya di Brazil, peneliti mereka langsung mengaplikasikannya kepada para pasiennya. Untuk eksperimen, sebanyak 56 pasien yang mengalami luka bakar tingkat dua dan tiga diuji dengan menggunakan pengobatan tersebut. Hasilnya diluar dugaan! Kulit ikan Tilapia menyembuhkan bahkan lebih cepat dari pengobatan menggunakan salep.

Lihat video kurang dari 2 menit di bawah ini :

Cara pengobatan memakai kulit ikan

Cara pengobatannya tergolong sangat mudah. Kulit ikan Tilapia yang masih segar ditempelkan secara langsung pada bagian yang terkena luka bakar kemudian ditutup dengan perban. Ketika digunakan kulit ikan tidak perlu diganti. Setelah 10 hari, dokter lah yang akan melepas perban tersebut. Kulit ikan tersebut sudah mengering dan luka bakar pun sembuh seketika.

Pengobatan sederhana tidak memelukan obat sama sekali loh! Sungguh luar biasa bukan? Semua ini karena rasa sakit yang ada akan langsung jauh berkurang ketika ditempeli kulit ikan Tilapia. Jadi pasien tidak akan akan bergantung pada obat penahan sakit lagi.

Kandungan kulit ikan Tilapia

Nah, pasti kamu penasaran kenapa ikan ini dapat mengobati luka bakar. Sebenarnya kulit dari ikan Tilapia mengandung kolagen yang tinggi sehingga memberi kelembapan yang lebih lama. Hal ini berguna untuk menangani luka bakar. Bukan hanya kulitnya saja yang bermanfaat, ternyata sisik dari ikan yang dikenal sebagai ikan nila ini juga memiliki daya tahan yang besar untuk menghadapi penyakit. Jadi, disaat mengaplikasikan kulit ikan ini, bakteri juga tidak dapat masuk ke dalam luka tersebut. Cocok banget kan buat orang yang mengalami luka bakar?

Alasan menggunakan kulit ikan tilapia

Alasan lain kenapa pengobatan luka bakar di Brazil mempopulerkan pemakaian sisik ikan Tilapia adalah karena jumlah populasi dari ikan ini yang sangat besar. Tentunya dengan sumber daya ikan ini yang begitu banyak membuat harga pengobatan menggunakan ikan ini jauh lebih murah dibandingkan metode pengobatan lainnya.

Selain itu pengobatan menggunakan kulit lebih efektif karena cukup sekali pemakaiaan dan setelah seminggu, kulit ikan dibuang. Jelas dengan harga yang murah ini, metode pengobatan ini akan sangat membantu masyarakat Brazil yang memiliki ekonomi pas-pasan.

Gimana? Sangat-sangat keren bukan? Para dokter Brazil saja berani menerapkan cara alternatif ini untuk pengobatan yang seharusnya sudah masuk ke metode modern. Dengan pemanfaatan dari kekayaan lokal, mereka telah berhasil membantu masyarakat untuk metode pengobatan yang terjangkau. Kira-kira apakah metode ini akan juga diterapkan di Indonesia? Yah, kita nantikan aja deh. Semoga artikel ini bermanfaat.