The Eye Tribe, Teknologi Terbaru Menggunakan Pelacak Mata Pada Virtual Reality (VR)

1618

Penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) saat ini memang tidak bisa diragukan lagi dan telah menjamur di semua kalangan, baik anak-anak maupun dewasa. VR telah menjadi mimpi manis bagi para pecinta teknologi yang mengidamkannya, dimana teknlogi ini diciptakan dengan bernuansa dimensi yang disajikan secara menarik dan magis.

Tak hanya dipasang pada perangkat komputer saja, pada perangkat smartphone yang telah mendukung pun juga bisa digandrungi oleh para pencintanya saat ini. Konten yang disajikan tidak menyangkut soal game saja, namun juga beberapa konten video 360 derajat. Tak sampai di situ, ketika menggunakan perangkat ini, pengguna akan melihat sajian tampilan 3D langsung dari dalam perangkat tersebut.

Meskipun sudah berjalan 4 tahun, sebenarnya teknologi VR sudah dicanangkan sejak tahun 1990an. Hanya saja, dengan segala keterbatasan teknologi dan perangkat yang ada pada saat itu, VR dirasa ‘mustahil’ untuk diadopsi dalam waktu yang begitu dini. Seiring waktu berjalan, teknologi berevolusi. Momen-momen penting terobosan VR diciptakan beberapa perusahaan teknologi papan atas.

Pengalaman berbeda tampaknya bakal hadir dalam beberapa tahun kedepan. Pasalnya salah satu produsen perangkat VR, Oculus, baru saja mencaplok perusahaan startup bernama The Eye Tribe. Seperti yang kita ketahui dari TechCrunch, perusahaan asal Denmark telah mengembangkan teknologi pelacakan mata yang terdapat perangkat smartphone, tablet dan PC.

Selain itu, The Eye Tribe juga telah mengembangkan teknologi yang bernama Foveated Rendering. Dengan menggunakan teknologi ini pada perangkat VR, dapat menghemat konsumsi dari daya serta menghasilkan kualitas grafis yang lebih bagus. Teknologi ini juga dapat menghasilkan frame rate yang tinggi, dibandingkan dengan perangkat VR saat ini.

Dengan menggunakan teknologi pelacak gerakan mata dari The Eye Tribe, nantinya perangkat VR buatan Oculus terbaru dapat menghasilkan gerakan yang lebih kompleks saat sedang bermain game. Misalnya saat sedang bermain game catur mata kita menatap pada sang raja, maka nantinya dapat menciptakan gerakan untuk bidak tersebut.

Tak hanya itu saja, dengan teknologi pelacak gerakan mata ini dapat melakukan scroll atau bergulir secara otomatis, misalnya saat sedang membaca sebuah situs. Akan tetapi masih belum bisa dipastikan teknologi dari The Eye Tribe ini bakal digunakan kapan. Tapi kabar terakhir menjelaskan bahwa teknologi pelacakan mata tersebut bakal diaplikasikan pada perangkat VR Oculus terbaru yang diberi nama Santa Cruz.

Menarik bukan? Apakah kamu sudah siap untuk menyambutnya? Tentu saja kamu perlu merogoh isi dompet lebih dalam untuk mendapatkan kesenangan ini.