Blue Whale Challenge, Tantangan Perenggut Nyawa

1583

Sering melakukan tantangan? Tantangan terbesar apa yang sudah pernah kamu lakukan seumur hidupmu? Jawab sendiri dalam hati deh. Takutnya terlalu ekstrim untuk didengar mimin karena gak kuat loh jantung! Hihi. Berbicara tentang tantangan, pernah gak kamu mendengar tentang salah satu tantangan mengerikan yang sempat viral di sosial media. Belum? Hmm, sama dong!

Tantangan tersebut dinamakan Blue Whale Challenge atau kalau nama jeleknya Wake me at 4.20. Jenis permainan ini sangat menggemparkan di luar negeri dan bahkan menjadi trending topik pada beberapa berita ternama. Mungkin dari namanya, kita tahu nama tersebut adalah bahasa inggris dari ikan paus. Tapi bukan berarti tantangan ini untuk memelihara ikan paus di tamagothci atau game lainnya.

Tantangan permainan dari nama ikan paus ini mengharuskan setiap pemainnya untuk menyelesaikan berbagai tahapan dari misi yang diberikan. Misi-misi yang tidak masuk akal serta sangat berbahaya ini bahkan dapat berakhir hingga kematian. Sungguh horor bukan? Meskipun sangat dicekal oleh semua pihak, nyatanya permainan ini malah telah diikuti banyak pemain. Apa mereka sudah gilak? Mungkin saja! Trus game ini benar dapat menyebabkan kematian untuk pemainnya? Mari kita simak di bawah ini.

Apa itu Blue Whale Challange?

Blue Whale Challange adalah suatu layanan mikro blogging yang memberikan tantangan untuk para pemainnya selama 50 hari. Berdasarkan sumber yang didapat, nama dari permainan ini telah muncul di beberapa negara berbeda yakni Rusia, Portugal, Spanyol, Ukraina dan Inggris. Tantangan tersebut diberikan oleh seorang kurator dengan berbagai mode yang beraneka ragam yang bisa dipastikan tidak lagi mempunyai unsur manusiawi. Jenis tantangan ini diurutkan dari level terendah sampai tertinggi.

Pada level terendah masih disuguhkan tantangan yang tergolong tidak begitu berisiko dimana pemain di haruskan menonton suatu film yang horor yang dilanjutkan level video kekerasan. Tantangan akan semakin dibuat menantang hingga terakhir seruan untuk bunuh diri. Dari setiap level tantangan, terdapat juga tantangan untuk menggambar ikan paus di bagian tubuh dengan senjata tajam.

Untuk setiap level tantangan, pemain yang menyelesaikan tantangannya tersebut harus mengirimkan foto sebagai bukti telah menyelesaikan tantangan tersebut kepada kurator. Kurator inilah yang menjadi dalang pendiri blog tersebut. Dia juga yang memandu setiap tantangan melalui chatting, blog ataupun percakapan secara langsung. Pada tantangan final, permainan akan dianggap selesai apabila pemainnya tersebut meninggalkan pesan “goodbye” ataupun “end” di semua media sosialnya.

Target utama Blue Whale Challange adalah remaja

Target paling utama dari Blue Whale Challange adalah para remaja yang dimana mereka mengalami depresi atau memiliki masalah berat. Permainan ini pastinya sangat berbahaya untuk para remaja yang memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Permainan gila ini mengarahkan para pemainnya untuk melukai diri mereka sendiri. Maka semakin sering mereka melukai diri sendiri akan semakin kuat pulak potensi mereka untuk mengakhiri hidup mereka sendiri.

Bagi orang-orang yang sudah bergabung dalam komunitas Blue Whale dapat melakukan percakapan langsung dengan kurator dan juga mentor dalam grup yang tertutup. Di dalam grup inilah kurator akan membagikan tantangan. Selama melaksanakan misi tersebut, para pemain akan mendapatkan pengajaran dari mentor yang lebih dewasa. Mentor bertugas untuk menekan anak asuhnya agar menyelesaikan setiap misi tantangannya. Mentor jugalah yang bertugas mengevaluasi hasil tantangan dari para pemainnya.

Dampak kematian dari Blue Whale Challange

Tiga atau empat tahun yang lalu, kita sering mendengar kabar tentang paus yang terdampar. Paling mengejutkan kabar berita dari Selandia Baru dimana ratusan paus pilot terdampar dan mati di tepi pantai. Banyak ahli yang terkejut dengan berita tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, banyak yang mati karena polusi pada air laut dan juga penyakit. Namun muncul keanehan dimana banyak paus pilot yang sehat justru ikut terdampar. Ilmuan yang melakukan observasi tersebut pun berasumsi bahwa para paus yang sehat tersebut melakukan aksi bunuh diri.

Berdasarkan sumber yang didapat, Yulia Konstantinova (15) and Veronika Volkova (16) termasuk korban keganasan dari challange tersebut. Demi mendapatkan kemenangan, mereka rela menanggalkan nyawanya dengan lompati dari lantai 14 apartemennya. Sebelum melakukannya keduanya melakukan posting salam berpisah dengan memasang foto paus besar yang menjadi ikon dari challange tersebut. Di Portugal, juga ada remaja putri yang terselamatkan dari percobaan bunuh dirinya. Tim medis yang merawat remaja tersebut menemukan luka berbentuk tulisan #f57, “SIM”, dan “Yes” di bagian-bagian tubuhnya. Remaja tersebut mengaku memainkan challange tersebut.

Yang paling viral adalah kematian dari Rina Palenkova dimana aksi bunuh dirinya dilakukan pada kereta api yang sedang melintas. Sebelum melakukan aksinya, dia memposting selfie dari dirinya sendiri dengan mengenakan headphone dan topi yang memiliki latar belakang kereta api. Dia juga menulis kata ‘Good bye’ pada foto postingannya tersebut. Rina sendiri diketahui sering melakukan postingan tentang bunuh diri ataupun depresi. Sebuah media ternama asal Rusia, Novaya Gazeta melaporkan Blue Whale Challange diduga bertanggung jawab penuh atas 130 kasus bunuh diri remaja di Rusia mulai tahun 2015 sampai 2016. Para korban diduga merupakan pengikut dari komunitas “gelap” tersebut.

Pencipta sekaligus kurator dari game ini telah tertangkap. Dilansir dari CNNIndonesia, Filipp Budeykin merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas terciptanya permainan tersebut. Setelah ditangkap, Filipp Budeykin langsung dimasukan ke rumah sakit psikiatrik St. Petersburg karena diduga mengidap bipolar disorder. Budeykin dilaporkan memiliki masa kecil yang sangat tidak bahagia dimana dipenuhi dengan siksaan dan kekerasan.

Ini merupakan bukti nyata bahwa internet merupakan akses paling mudah untuk seluruh kalangan masyarakat dunia. Tentu disamping dampak positif yang kita dapatkan, ada dampak negatif di belakangnya yang terbuka lebar untuk dimasuki. Untuk itu, dianjurkan kepada kita semua untuk selalu pandai dalam menggunakan internet dan media sosial. Tentu kita juga harus memberikan kepedulian terhadap lingkungan media sosial kita. Mungkin saja dengan pengawalan kata pertanyaan “Kamu kenapa?” akan dapat menyelamatkan nyawa seseorang.