Sumpit, Senjata Khas Dayak Yang Ditakuti Penjajah

410

Indonesia memiliki banyak beragam seni dan budaya yang diperoleh dari berbagai suku yang tinggal di berbagai tempat di Indonesia. Masing-masing suku pun memiliki sejarah berbeda tersendiri dalam menciptakan budaya, tradisi serta bahasanya. Pastinya tiap suku memiliki kekuatan dan kelebihan tersendiri. Salah satunya datang dari suku Dayak, dimana suku ini terkenal dengan berbagai sumber kekuatannya yang luar biasa. Senjata tradisional yang mereka gunakan pun sangatlah berbahaya.

Senjata Mandau merupakan senjata ciri khas yang selalu dibawa suku asal kalimantan ini. Tapi, perlu kamu tahu selain senjata ini, ternyata Dayak memiliki senjata lain yang disebut sebagai Sumpit. Senjata ini simpel dan kecil tetapi sangat mematikan karena sudah dilumuri dengan racun yang bahkan lebih mematikan dari ular kobra. Keren bukan? Yuk, kita lihat ulasannya!

Racun dibuat dari tumbuhan dan hewan berbahaya

Senjata Sumpit ini nantinya akan diisi dengan anak sumpit yang disebut Damek. Racun nantinya akan dilumuri pada Damek dimana bahan ramuan yang digunakan sangat berbahaya. Racun bisa dibuat dari hewan dan tumbuhan. Jika dari hewan, suku Dayak menggunakan katak beracun yakni kodok beraku. Hewan yang memiliki bintik hitam di sekujur tubuh yang mengandung racun mematikan.

Untuk racun yang berasal dari tumbuhan, suku ini menggunakan buah lumu atau buah lipu yang memiliki ciri khas dengan sensasi gatalnya. Rasa gatal ini bahkan tidak akan hilang meskipun digaruk sampai kulit terkelupas. Tidak hanya buah, getah pohon ipuh juga digunakan dalam pembuatan racun. Racun yang dasyat ini akan memberikan sensasi terbakar layaknya terkena siraman air panas ataupun luka terbakar. Konon pohon ini dipercaya memiliki sensasi racun yang lebih mengenaskan jika tumbuh sendiri daripada ditanam.

Pembuatan Damek memerlukan ketelitian dan kesabaran penuh

Anak sumpit atau yang disebut Damek dibuat dari bilah bambu yang ujungnya seperti kerucut dan terbuat dari kayu dengan massa ringan. Fungsinya agar Damek melesat lurus karena memiliki penyeimbang saat dilepaskan dari Sumpit. Ukuran pembuatannya, biasanya kurang lebih 15 cm yang ujung depannya diraut tajam agar dapat menikam musuh ketika dilepaskan.

Setelah rautan dirasa sempurna, ujung yang runcing pada Damek nantinya akan dioleskan racun yang sudah disiapkan. Jika mau dipergunakan, Damek akan diisikan pada Sumpit dan dilepaskan dengan cara ditiup. Kuat tidaknya tembakan tergantung sejauh mana napas tekanan yang diberikan kepada Damek untuk melesat menuju targetnya.

Penyimpanan Damek harus di tempat aman

Racun yang dibuat tidak akan semata-mata langsung dioleskan pada mata sumpit yang sudah dibuat. Racun ini harus dibuat melalui proses khusus dan hanya ahlinya saja yang dapat paham untuk mengolah bahan tersebut tanpa memberikan efek pada diri sendiri. Ketiga bahan racun tersebut nantinya akan dimasak di luar rumah sampai membentuk cairan berwana hitam kebiruan.

Ketika Damek sudah siap dioleskan, maka pemiliknya harus menyimpannya secara hati-hati. Menurut suku Dayak, racun pada mata Damek akan seketika hilang seandainya terkontaminasi dengan sesuatu yang berbau tajam seperti bau bawang, shampo dan juga minyak wangi. Suku Dayak memiliki tempat khusus yang disediakan untuk menyimpan senjata ini agar jauh dari bau yang bisa mempengaruhinya.

Cara kerja racun sangat cepat

Walaupun senjata ini bersifat tradisional, namun efeknya sungguh mengenaskan. Hewan apa saja pun jika tertusuk Damek akan dijamin langsung meregang nyawa dalam sebentar saja. Ajaibnya, daging hewan yang terkena racun ini aman untuk dikonsumsi dan tidak mengadung racun.

Jika Damek mengenai manusia, akan dipastikan korban langsung meninggal dunia. Inilah menjadi alasan kenapa para penjajah takut dengan senjata tradisional ini daripada diterjang timah panas. Sedikit saja tusukan dari Damek pada tubuh akan memberikan perpindahan ke dunia akhirat. Sangat menakutkan daripada terkena racun dari bisa kobra. Perbedaanya sungguh mencolok, peluru dari senapan masih kalah kuat dari Damek dikarenakan peluru jika ditembakkan pada organ tubuh yang tidak penting, korban masih dapat ditolong.

Kecil-kecil tapi mematikan, itulah salah satu senjata khas suku Dayak yang ditakuti penjajah dan musuh. Bayangkan saja hanya sebilah bambu kecil mampu merenggut nyawa seketika. Apalagi racun yang dibuat juga dari bahan yang dapat dibilang masih tradisional. Jadi tidak heran, jika suku ini menyandang predikat sebagai paling tangguh di Indonesia.