Suku Di Ethiopia Menjadikan Sampah Sebagai Mahkota Mereka

247

Percayakah anda jika sampah itu bisa dijadikan sebagai perhiasan yang berharga? Yap, saya juga hampir tidak percaya! Namun, mulai sekarang anda mesti mempercayainya karena ada sebuah suku yang berasal dari Ethiopia yang mengolah kembali sampah-sampah sekitar untuk dijadikan perhiasan.  Mereka mengubah barang-barang yang seharusnya sudah tidak terpakai lagi menjadi sumber kepercayaan dalam diri mereka. Ini bukan hanya sekedar kreativitas untuk mendaur ulang tetapi telah menjadi salah satu budaya unik yang sudah diakui.

Daasanach, Suku yang suka berpindah

Suku yang unik ini dinamakan suku Daasanach dimana suku ini terdiri dari populasi yang cukup banyak yakni sekitar 50.000 jiwa. Suku ini untuk sekarang menetap di lembah Omo di Ethiopia selatan. Sebelumnya, suku ini suka berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ini dikarenakan mereka mencari tempat yang subur dan terbuka untuk memberikan kemudahan dalam menggembala ternaknya. Mereka juga sangat bergantung pada pertanian dan ketersediaan jumlah air. Layaknya suku lain pada wilayah tersebut, suku ini memilih mencari daerah yang lebih dekat dengan Sungai Omo yang memberikan mereka kehidupan dengan bercocok tanam.

Awal mula sampah dijadikan sebagai perhiasan

Awal mula adanya tradisi dikarenakan melimpahnya sampah tutup botol di wilayah kehidupan suku ini yang terbawa oleh arus sungai dari kota Omorate. Sampah-sampah tersebut kemudian mereka kumpulkan dan dibawa ke daratan untuk dipilih. Tutup botol dan benda logam lainnya dikumpulkan dan dijadikan sebagai aksesoris wajib untuk diri mereka sendiri. Suku ini merupakan suku Nomaden tersendiri yang berbeda dari suku lainnya, yang tinggal di sekitar sungai.

Tren aksesoris ini dibuat dengan bahan yang lumayan unik, yang terdiri dari benda-benda cukup aneh seperti tutup botol, hairclips, jam tangan dan bahkan potongan benda rusak lainnya yang terbuat dari plastik serta logam. Mereka berlomba-lomba untuk merajut benda-benda tersebut pada kain goni. Nantinya kain ini akan dipakai pada kepala dengan aksesoris yang di bentakan di atas kepala.

Bagi wanita dalam suku ini, semakin banyak tutup botol yang dipasang pada kepala, maka semakin tinggi kepercayaan diri mereka. Aksesoris ini dianggap sangat penting terutama bagi suku wanita. Meskipun sebelumnya mereka menjual berbagai kerajinan unik ini, kini mereka enggan untuk menjualnya karena menganggap hiasan tersebut dapat meningkatkan kodrat mereka di dalam kehidupan.

 

Suku yang lebih tua akan memakai aksesoris lebih berat

Aksesoris buatan ini dibuat selama berminggu-minggu dengan tutup botol dan benda-benda logam lainnya.  Mereka bahkan bersedia untuk membeli jam tangan rusak dalam pembuatan ‘wig’ unik ini. Tidak hanya untuk perempuan saja, pria dalam suku juga memakai aksesoris ini. Bedanya, pada pria hanya diperbolehkan memakainya sampai mereka menikah saja. Setelah itu, mereka harus menggantinya dengan hiasan yang terbuat dari tanah liat dan ditambahkan pola warna-warni dengan bulu-bulu.

Terdapat perbedaan pemasangan aksesoris untuk kaum wanita. Untuk gadis, mereka memakai aksesoris dalam ukuran yang lebih besar dan terbuat dari bahan yang lebih ringan yakni tutup botol dan bahan logam ringan lainnya. Sedangkan untuk yang tua, diwajibkan untuk memakai aksesoris yang lebih berat seperti terbuat dari jam tangan serta bulu pada dagu  mereka. Hal ini untuk menambah percaya diri serta perasaan lebih berkuasa di dalam suku.

Aksesoris mesti dipakai kapanpun

Hal unik yang dalam suku ini adalah aksesoris yang mereka pakai sebagai perhiasan ini harus tetap dipakai setiap harinya tidak terkecuali disaat tidur. Meskipun beberapa benda logam tersebut ada yang dapat membahayakan untuk kulit mereka khususnya ketika mereka tidur, ternyata mereka sudah menyiapkan sebuah bantal khusus untuk menghindari bahaya tersebut.  Bantal khusus tersebut terbuat dari kayu yang disebut “neck-pillows”.

Wah, unik sekali ya guys! Ternyata sesuatu hal yang seharusnya dianggap sebagai sampah oleh kebanyakan pihak dapat dijadikan sebagai bahan kreatifitas yang unik meskipun terlihat sedikit berbahaya. Malahan benda tidak terpakai tersebut dinilai lebih berharga dari logam mulia dan bahkan uang ya!