Misteri Wabah Mengerikan Di Tanzania

372

Tertawa merupakan ekspresi mendadak yang terjadi ketika melihat atau mendengar sesuatu yang kita anggap lucu. Tertawa dari masing-masing orang pun berbeda-beda jika diemokan seperti hahaha, hehehe, dan sebagainya. Tetapi mesti diingat lagi, tertawa berlebihan akan membuat orang di sekitarmu terganggu. Apalagi sampai tidak bisa berhenti-henti untuk waktu yang lama, pastinya aneh kan? Hal ini terjadi di Tanzania loh yang dulunya bernama Tanganyika sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Hampir ribuan warganya tertawa tidak berhenti-henti secara tidak wajar.

Orang-orang yang sudah kehilangan kontrol dalam dirinya ketika tertawa pastinya akan membuat kejadian yang lucu ini menjadi menyeramkan. Meskipun mereka berniat untuk berhenti tertawa namun malah tertawa mereka semakin tidak terkendali. Hal itu bahkan dilakukan secara spontan oleh 3 orang secara bersama-sama yang seterusnya malah menjadi wabah bagi seluruh orang di sekitar daerah tersebut. Mengapa wabah tersebut bisa terjadi? Mari kita bahas.

  • Awal mula terjadinya Wabah Tawa di Tanganyika

Kejadian ini bermula pada tanggal 30 Januari 1962 di asrama putri Desa Kashasha, pantai barat Victoria (sekarang menjadi negara Tanzania). Wabah ini bermula dari sekelompok siswi yang hanya mengobrol. Hanya perbincangan biasa yang diikuti canda dan derai tawa. Namun tidak lama kemudian. salah satu dari mereka tertawa sampai tidak bisa berhenti. Teman lainnya mengganggap hal ini biasa dan hanya tertawa pelan ketika melihat tingkah temannya tersebut.

Semakin lama, teman-temannya tersebut juga ikut tertawa dengan keras bahkan kehilangan kendali. Kejadian ini tidak hanya bertahan beberapa menit, tetapi telah mencapai hitungan jam. Bahkan yang mengerikannya, tertawa mereka bukan hanya bertahan berjam-jam, tetapi sampai berhari-hari dan mencapai berbulan-bulan. Kejadian menakutkan ini juga sampai menyerang orang-orang di sekitarnya. Dalam beberapa bulan saja, 60% murid dari sekolah penderita wabah tersebut terkena wabah tawa.

  • Akibat dari Wabah Tawa

Kebanyakan mereka yang terkena wabah ini adalah siswi perempuan. Para korban wabah ini tertawa tidak kunjung berhenti sampai akhirnya mereka merasakan kesakitan, menangis, kesulitan untuk bernafas dan bahkan ada yang pingsan.

Semakin mereka berniat untuk menghentikannya, maka semakin mereka tidak bisa mengontrol diri mereka sendiri. Para penderita wabah ini rata-rata berusia 12-19 tahun.

  • Wabah bahkan menyebar hingga negara tetangga

Kumpulan siswi yang terkena wabah di asrama ini tetap bersekolah sehingga menyebarkan wabah ini kepada teman-temannya di sekolah. Wabah menular dengan cepat, 95 orang dari 150 murid di sekolah tersebut harus mengalami hal yang mengerikan ini. Kejadian ini pun membuat proses belajar-mengajar menjadi terganggu karena murid tersus saja tertawa. Tepat pada tanggal 18 Maret 1962, sekolah tersebut ditutup dan seluruh murid dipulangkan.

Setelah berada di rumah masing-masing, tawa mereka ini juga menulari orang-orang di sekitar rumahnya. Tidak hanya di desanya sendiri, bahkan telah menyebrang ke desa lainnya yakni Desa Nshamba, rumah dari beberapa siswi yang sudah terkena wabah tersebut. Dicatat, sudah ada 217 orang di desa yang tertular wabah tersebut. Mengikuti pola yang sama, penderita masih menghantui anak usia sekolah dan perempuan dewasa awal.

Sekolah putri di desa Kanshaha kembali dibuka pada tanggal 21 Mei 1962, namun karena kondisi dari muridnya masih tidak kunjung sembuh maka sekolah ditutup lagi pada Juni 1962. Di saat yang sama, wabah tawa telah menyebar sampai sekolah menengah di Ramashenye di Bukoba. Sebanyak 98 murid mereka mengalami wabah ini dan akhirnya pihak sekolah juga memutuskan untuk memberhentikan kegiatan belajar di sekolah untuk sementara. Bukannya membaik, wabah malah semakin menggila dan menyebar hingga 14 sekolah sekitar lainnya. Akhirnya semua sekolah yang tertular ditutup juga untuk sementara. Wabah tawa semakin menggila dan bahkan menyebar hingga negara-negara tetangga seperti Uganda dan Kenya. Jika ditotalkan ada sekita ribuan orang yang mengalami hal aneh ini.

  • Wabah Tawa masih misterius

Para pakar yang ikut heran dengan kejadian ini pun melakukan penelitan terhadap prilaku yang aneh ini. Dari hasil uji lab, makanan yang dikonsumsi tidak mengandung zat aneh apapun yang membuat perilaku mereka menjadi aneh. Tes medis pun dilakukan pada penderita, namun hasilnya tidak ada infeksi atau perubahan fisik pada penderita.

Setelah kengerian yang disebabkan dimana-mana selama 18 bulan, wabah pun menghilang dengan sendirinya. Wabah tawa ini masih menjadi sebuah misteri bagi semua orang hingga sekarang, percaya apa tidak, sebenarnya di dunia ini banyak terdapat hal aneh yang tidak bisa dijelaskan secara logika.