Di Jepang, Tempat Pemberontakkan Malah Menjadi Lokasi Menyatakan Cinta

61

Jika membahas tentang keunikan dan keanehan yang berasal dari Jepang, sepertinya tidak akan pernah habis. Baru-baru ini, terdapat lagi hal unik lainnya yang ramai dibahas. Sebuah lokasi pembataian yang dikenal dengan berbagai kisah horornya dijadikan sebagai lokasi paling favorit buat menyatakan cinta kepada pujaannya. Kisah horor yang mencekam dari Jepang ini begitu populer sampai menjadi urban legend.

Dimanakah letak lokasi yang dikenal begitu romantis namun mempunyai sejarah yang mencekam itu? Menurut situs Rocketnews24, lokasi tersebut ada di Tokyo, persimpangan antara stasiun Kereta, kantor pajak Shibuya, dan Amway Japan. Tempat mengerikan ini ditandai dengan adanya sebuah tugu peringatan yang menjadi saksi bisa dari Insiden 2-26, dimana pemberontakan yang dilakukan sekelompok militan muda untuk menggulingkan perdana menteri dan militer dari Jepang saat itu. Kelompok ini menamakan diri mereka sebagai Gigun atau jika diartikan adalah pasukan adil.

Pada masa tersebut, militer dari Jepang dibagi atas dua kelompok. Kelompok tersebut yaitu perwira yang berasal dari universitas militer dan tentara lulusan sekolah militer. Kelompok Gigunbersal dari para tentara lulusan sekolah militer biasa, mengganggap Jepang telah berada di tangan yang salah karena sudah dikuasai pemerintah korup. Oleh karena itu, pihak Gigun dibentuk untuk mengembalikan jalur pemerintahan ke jalan yang tepat.

Di tanggal yang telah ditetapkan, Kelompok Gigun yang beranggotakan kurang lebih 1.500 tentara melancarkan serangan dengan niat menghabisi para pejabat-pejabat yang mereka anggap bersalah, termasuk menteri Okada. Tidak hanya berniat membunuh, mereka juga berencana menghancurkan pos-pos penting seperti kantor berita Asahi Shimbun dan juga markas besar Kepolisian Tokyo.

Rencana kudeta ini akhirnya harus gagal, namun korban banyak yang berjatuhan atas peristiwa tersebut baik itu dari pihak Gigun dan pihak militer. Mayat mereka berserak di lokasi tersebut, dan darah berjatuhan dimana-mana. Dengan kekalahan dari pihak Gigun, sejumlah otak di balik pemberontakkan tersebut di tangkap dan dieksekusi sebagai resiko dari perbuatan yang telah mereka lakukan. Operasi pembersihan pun dilakukan pihak militer Jepang dan berlangsung selama empat hari.

Setelah peristiwa tersebut, lokasi terjadinya peristiwa berdarah tersebut dikenal dengan Insiden 2-26. Penduduk sekitar meyakini tempat tersebut berhantu. Beberapa dari mereka mengaku sering mendengar langkah kaki dari sepatu bot tentara di tengah malam.

Namun, setelah beberapa dekade, tempat horor ini malah dijadikan tempat romantis untuk menembak pasangan. Anak muda Jepang mengganggap tempat tersebut dapat mendatangkan berkah untuk pasangannya. Untuk kaum cewek, mereka mempercayai kalau arwah dari para korban yang menghantui tempat tersebut akan memberkahi cinta mereka.

Pasalnya, para pemberontak yang tewas, kebanyakan berasal dari prajurit muda yang belum merasakan indahnya cinta. Selain itu, 2-2-6 memiliki arti tersendiri. Jika dieja dalam bahasa Jepang menjadi ‘fu-fu-roku’, mirip dengan kata ‘fufu rokku’. Maknanya adalah pernikahan atau ikatan pasangan.

Well, tiap manusia pastinya mempunyai kepercayaannya masing-masing, jadi selama kepercayaan itu masih mengarah ke hal positif pastinya itu sah-sah saja. Gimana menurut kalian guys? Percaya ga sama beginian? 😀