Daripada Dibuang Atau Dibakar, Ini Solusi Terbaik Untuk Mengolah Barang Dari Mantan

45

Masa-masa pacaran adalah masa yang paling menyenangkan. Walaupun biasanya sih menyenangkannya hanya di awal saja (hitungan bulan). Kalau sudah berjalan agak lama, pasti akan ada saja hal yang menimbulkan permasalahan bahkan sampai mengakibatkan perpisahan.

Kalau sudah begitu, tak akan ada lagi kata menyenangkan. Yang tersisa hanyalah “luka dan rasa kehilangan“. Apalagi kalau hubungan pacaran tersebut harus kandas di tengah jalan, seperti mobil yang terpaksa berhenti karena mogok sebelum sampai tujuan. Atau pada saat kita lagi sayang-sayangnya. Wah, nggak kebayang deh gimana rasanya.

Pengen marah, tapi nggak tau harus marah sama siapa, mau nangis tapi takut dibilang cengeng, mau curhat tapi malu karena akan ditertawakan teman, jadi mau gimana lagi? Satu-satunya cara yang bisa dilakukan yah terpaksa deh pendam sendiri dalam-dalam, kayak orang yang lagi nyangkul trus masukin biji kedalam tanah, trus dikubur deh tuh biji. hehe 

Sepertinya kata “menyenangkan” yang tadinya dirasakan pudar dan digantikan dengan “keterpurukan”. Keterpurukan yang dimaksud adalah keterpurukan perasaan, ya guys. Perasaan pun akan menjadi semakin galau dan sedih, saat melihat barang-barang yang dulunya pernah diberikan oleh mantan. Biasanya hal ini banyak dialami oleh kaum hawa.

Lantas, saat hubungan anda sudah “tidak tertolong” lagi, apakah yang akan anda lakukan dengan barang-barang yang ditinggalkan oleh mantan?

Apakah anda akan langsung membuangnya? atau mungkin membakarnya? Kalau begitu kan sayang banget guys. Kenapa tidak anda jual atau berikan ke teman saja? Kan lebih baik begitu.

Sebenarnya kalau dipikir-pikir, yang perlu anda buang atau bakar itu adalah kenangan yang membuat anda tidak bisa ‘move on’, bukan barangnya. Tapi, wajar sih memang kalau anda melakukan hal semacam itu, karena saat patah hati biasanya pikiran seseorang memang seakan buntu dan tidak bisa berpikir dengan rasional.

Berbicara tentang barang peninggalan dari mantan, ada informasi unik nih guys seputar hal itu. Menurut informasi yang didapat, katanya di beberapa negara ada tempat khusus seperti sebuah museum, yang dipakai untuk menyimpan barang-barang dari mantan, lho. Lucu ya? 

Tahu nggak negara mana saja yang punya ide unik semacam ini dan apa sebenarnya tujuan mereka membuat tempat seperti itu? Yuk cari jawabannya di bawah ini.

Museum of Broken Relationship

Salah satu negara yang punya tempat khusus untuk menyimpan barang kenangan dari sang mantan adalah Los Angeles, Amerika Serikat. Nama tempat itu dikenal sebagai “The Museum of Broken Relationships” atau yang disingkat dengan “Brokenship LA“.

Terletak di Hollywood Blvd, Los Angeles, California, Amerika Serikat, pemilik dari tempat ini mengatakan bahwa museum tersebut memang sengaja dijadikan sebagai tempat bagi mereka yang ingin menyimpan barang-barang kenangan bersama sang mantan. Kalau dilihat dari bentuk bangunannya, museum ini terbilang cukup elit.

Usut punya usut, ternyata konsep museum ini terlahir dari seorang seniman yang pada saat itu baru saja putus dengan sang kekasih. Dia berpikir apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang dengan barang-barang mereka, yang punya kaitan atau kenangan dengan sang mantan kekasih tersebut. Maka terbersitlah ide untuk membuat museum unik seperti ini.

Pada tahun 2006 yang lalu, mereka pun membuka sebuah pameran dan melakukan tur di beberapa negara untuk mulai mengumpulkan banyak koleksi yang menakjubkan.

Awalnya mereka membuka museum permanen pertama di Zagreb, Kroasia pada tahun 2010. Kemudian barulah pada tahun 2016, John B. Quinn mendirikan Museum yang serupa di Los Angeles.


Alexis Hyde, selaku direktur utama dari Museum of Broken Relationship di LA ini mengatakan bahwa menyimpan barang-barang peninggalan mantan ini merupakan cara yang lebih ‘halus’ dan ‘lembut’ untuk melupakan mantan secara perlahan, ketimbang harus membuang atau bahkan membakar barang yang penuh kenangan tersebut.

Kita harus menghargai kenangan dan cerita yang pernah ada,” ujar Hyde

“Semua orang pasti pernah jatuh dan merasakan masa-masa saat kita harus merasa sendirian. Sebenarnya itu adalah momen yang paling membuat kita terhubung dengan kenangan itu sendiri. Karena setiap benda di sini menceritakan tentang kisah seseorang, tentang apa yang terjadi pada mereka ketika hubungan mereka terpaksa harus putus,” tambah Hyde.

Museum ini akan menampung barang-barang apa saja yang memiliki kenangan dengan sang mantan kekasih. Bagi siapapun yang ingin menyumbang, museum tersebut akan menerimanya dengan senang hati. Dari semua barang yang diterima, ada yang menyumbangkan bra, gantungan kunci, pigura, boneka, hingga kaset kumpulan lagu kesukaan mantan.

Bukan hanya itu saja lho guys. Masih banyak barang-barang lainnya yang mungkin akan membuat anda tercengang, seperti misalnya baju pengantin.

Pengelola museum menerima berbagai barang-barang tersebut melalui situs resminya. Saat akan menyumbang, baik itu pria ataupun wanita yang sedang patah hati yang ingin menyumbangkan barang, akan diminta untuk menulis cerita di balik benda-benda tersebut, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

Di dalam website tersebut tertulis kalimat seperti ini: “Jika anda tidak ingin mengubur kenangan buruk dari barang pemberian mantan, maka jangan buang barang itu. Serahkanlah kepada kami,” tulis kurator museum, yaitu Olinka Vistica dan Drazen Grubisic.

Kalau dihitung-hitung, hingga saat ini museum patah hati di Los Angeles ini sudah memiliki kurang lebih sebanyak 70 memorabilia mantan.

Bukan hanya di Los Angeles dan Kroasia, Di Indonesia, pameran barang peninggalan mantan seperti ini juga pernah digelar oleh kolektif seniman DIY. Festival Melupakan Mantan itu digelar terakhir kali pada tanggal 13 Februari 2015 di Pojok Beteng Wetan, Kota Yogyakarta, saat menyambut perayaan Valentine.

Anda yang merasa tertarik untuk melihat koleksi benda-benda peninggalan mantan yang sudah berhasil dikumpulkan di museum ini, lain kali jika sedang berkunjung ke Los Angeles, coba saja mampir sebentar saja ke Museum ini. Biaya masuknya masih bisa terjangkau kok. Yah, kalau di rupiahkan, anda hanya akan dikenakan biaya sebesar Rp. 60 ribu saja.

Tapi ingat ya guys, jangan sampai baper saat membaca kisah-kisah yang dituliskan di masing-masing barang yang disimpan di sana. hehe 

Old Flames Market, Vietnam

Beda di Los Angeles, berbeda pula yang terjadi di Vietnam. Kalau di Los Angeles, ada sebuah museum yang didirikan untuk menyimpan semua kenangan bersama mantan kekasih, di Vietnam, barang-barang dari mantan pacar tersebut bukan disimpan, tapi justru dijual.

Wah, kira-kira kalau dijual bisa dapat berapa ya? Lumayan juga tuh guys kayaknya. Selain bisa melupakan kenangan bersama sang mantan, anda juga bisa dapat duit. Sepertinya cara ini lebih menguntungkan. Hehe

Tempat untuk menjual barang-barang mantan tersebut bernama Old Flames Market. Tempat inilah yang menjadi lahan berjualan bagi mereka yang ingin menjual barang-barang pemberian dari mantan pacar.

Pendiri pasar untuk para mantan di Vietnam ini adalah Dinh Thang, yang merupakan seorang pengusaha muda dari Hanoi, Vietnam. Ia mencoba untuk memberikan solusi kepada mereka yang sedang patah hati karena putus cinta dan tidak ingin lagi menyimpan barang-barang yang penuh kenangan dari sang mantan.

Pasar ini sebenarnya baru muncul pada bulan Februari 2017 lalu, dimana para mantan berkumpul dan menjual barang-barang yang pernah menjadi barang kesayangan mereka kepada para pembeli yang datang ke pasar itu.

Setelah putus, biasanya seseorang akan menyimpan barang pemberian mantan di rumah. Kadang mereka juga tidak ingin menyimpannya lagi karena mengingatkan mereka pada kenangan yang membuat mereka sedih. Tapi barang-barang yang masih dalam kondisi bagus ini tentu saja sangat sayang jika harus dibuang begitu saja dan bisa menjadi sampah. Jadi, untuk alasan itulah pihak kami berpikir, kenapa tidak menemukan pemilik baru untuk barang-barang itu saja,” ujar Thang.

Saat pertama kali pasar ini dibuka, hanya ada 10 orang saja yang berjualan. Tapi setelah beberapa bulan berjalan, banyak anak-anak muda Vietnam yang mulai berdatangan ke sana untuk menjual barang-barang pemberian dari sang mantan.

Melihat mulai banyaknya orang yang tertarik dengan pasar tersebut, Thang pun menyediakan sebuah tempat yang bisa digunakan secara gratis bagi penjualnya. Namun jika penjual membawa barang baru (bukan barang dari mantan), maka mereka akan dikenakan biaya sebesar 30 persen dari keuntungan penjualan yang didapat.

Tidak hanya itu saja, Thang juga membuka akun Facebook dimana para penjual bisa bercerita soal kisah dari barang-barang yang mereka simpan tersebut. Kemudian tim dari Old Flames Market sendiri akan memilih siapa-siapa saja yang boleh menjual barang-barang peninggalan mantan di pasar tersebut di hari-hari yang telah ditentukan.

Biasanya, prioritas pertama akan diberikan kepada mereka yang membuat postingan awal. Selain itu, Thang juga menyediakan sebuah papan tulis di pasar, yang berfungsi agar para penjual bisa mengirimkan pesan kepada mantan mereka dan sebagai bagian dari cara untuk move on.

Ia berharap, dengan cara ini dia bisa membantu masyarakat Vietnam untuk lebih memahami bahwa topik putus cinta bukanlah sesuatu yang tabu.

Saya datang ke sini karena saya menganggap aktivitas ini sebagai sesuatu yang seru dan juga untuk menceritakan pengalaman cinta saya, bukan hanya untuk sekedar mendapatkan keuntungan,” ujar salah satu penjual yang tidak disebutkan namanya.

Penjual lain juga sependapat dengan dirinya. Kebanyakan dari mereka datang ke tempat tersebut karena merasa terinspirasi dan ingin berbagi pengalaman tentang percintaan yang pernah mereka alami.

Karena ini adalah barang-barang lama, menjualnya juga untuk tujuan yang baik, apalagi untuk mereka yang benar-benar membutuhkan barang yang kita jual. Kita juga sering memberi barang yang kita jual secara gratis,” kata penjual yang lain.

Meskipun beberapa orang menganggap bahwa pasar ini sangat membantu, tapi tetap saja ada netizen yang tidak sependapat dengan adanya pasar tersebut. Mereka mengatakan bahwa pasar ini menjual sesuatu yang terlalu pribadi.

Aku melihat mereka menjual buku, syal, bahkan diary dan surat cinta. Menurutku itu adalah sesuatu yang sangat berharga terutama di antara dua pasangan, itu tidak boleh dijual. Pasar ini seperti menjual kehidupan pribadi mereka hanya untuk sedikit uang,” tutur sebagian netizen.

Sang pendirinya sendiri, yaitu Thang, beralasan pasar ini justru menjadi fasilitas terapi bagi mereka yang sedang putus cinta dan ingin move on dari rasa sakit hati yang mereka alami karena hubungan yang harus kandas di tengah jalan. Ia bahkan akan memperlebar bisnisnya ini dengan membuka pasar serupa di Ho Chi Minh pada tahun 2018 mendatang.

Menurut anda pribadi gimana guys? Apakah anda sependapat dengan Thang atau sependapat dengan mereka yang tidak setuju dengan keberadaan pasar ini? Apapun tujuannya, semua tergantung kepada pribadi individunya masing-masing. Betul nggak?

Dari informasi yang disampaikan di atas tadi, bisa ditarik kesimpulan bahwasannya tempat-tempat yang digunakan untuk mengubur kenangan dari mantan ini dibuat dengan beberapa tujuan, yang diantaranya adalah untuk :

  • Membantu orang untuk terlepas dari sakit hati karena putus cinta, tapi tidak sanggup untuk membuang barang kenangan dari sang mantan.
  • Mengajak mereka yang sedang patah hati untuk berbagai pengalaman lewat cerita yang dibuat atau dituliskan di balik barang dari mantan yang disumbangkan atau dijual tersebut. Selain itu, barang-barang tersebut juga bisa bernilai seni bagi pengunjung yang datang, atau bahkan bisa dijadikan sebuah kisah pembelajaran tentang cinta.

Bagaimana guys? Dari kedua alternatif untuk membantu anda move on dan melupakan mantan lewat barang-barang kenangan yang sudah diceritakan panjang lebar di atas tadi, yang manakah yang anda pilih? Apakah anda memilih untuk menyimpannya di museum patah hati yang ada di Los Angeles atau lebih memilih untuk menjualnya di pasar Old Flames yang ada di Vietnam? 

Apapun atau yang mana saja yang anda pilih, itu terserah pada anda. Yang terpenting tujuannya tetap sama, yaitu untuk melupakan mantan dan bisa bangkit kembali dan memulai menjalani hubungan yang baru dengan orang lain, tanpa harus dibayang-bayangi oleh barang kenangan dari sang mantan. Selamat Melupakan Mantan Guys.