Bahaya, Jangan Coba-Coba Buang Permen Karet di Negara Ini

377

Siapa sih yang gak kenal dengan “Permen Karet”? Meskipun tidak semua orang menyukainya, tapi setidaknya anda pasti pernah melihatnya bukan? Permen karet biasanya sangat disukai oleh anak – anak dan para remaja, meskipun tidak menutup kemungkinan juga kalau beberapa orang dewasa juga menyukainya.

Jika didefinisikan dengan kalimat, permen karet adalah salah satu jenis permen kunyah yang memiliki ciri khas, yaitu dapat dibuat untuk mengembangkan gelembung. Warna permen karet pada umumnya juga beraneka ragam dan memiliki berbagai varian rasa yang manis. Ada yang rasa buah, mint dan lain sebagainya.

Meskipun memiliki rasa yang manis dan lezat, serta terdapat sensasi tersendiri saat mengunyah dan membentuk gelembung balon ketika menungunyahnya, namun sayangnya permen karet ini ternyata juga memiliki sifat negatif, yang juga bisa berdampak negatif bagi masyarakat.

Sifat negatif apakah yang dimiliki oleh permen karet ini? Dan sebesar apakah dampak negatif yang dimilikinya? 

Salah satu yang menjadi nilai negatif dari permen karet ini adalah karena sifatnya yang lengket. Karena bersifat lengket, permen karet ini bisa menimbulkan masalah di masyarakat. Tak jauh – jauh, masalah yang akan ditimbulkannya salah satunya adalah pencemaran lingkungan atau membuat lingkungan menjadi tidak bersih alias kotor.

Proses pencemaran lingkungan ini terjadi dikarenakan kebiasaan masyarakat yang kerap membuang sampah permen karetnya dengan sembarangan, tanpa melihat situasi dan tempat.

Setelah rasa dari permen karet yang dikunyah mulai pudar dan menjadi hambar, kebanyakan orang akan langsung membuangnya begitu saja, seperti misalnya di jalan, di bawah kursi atau meja, di taman dan dimana saja tempat mereka berada. Tidak banyak yang menyadari dampak yang bisa mereka timbulkan dari perbuatan tak terpuji itu.

Ketika anda membuang permen karet di sembarangan tempat, yang akan terkena imbasnya bukan hanya orang lain, tapi bisa terkena pada diri anda sendiri. Misalnya saja anda dengan sengaja membuang sampah permen karet tersebut di dalam rumah. Ketika anda tidak menyadari bahwa ada permen karet di sana dan tidak sengaja tidur diatasnya, permen itu akan langsung merekat ke rambut anda.

jika sudah menempel di rambut, jagan harap deh anda bisa menariknya dari rambut anda.  Satu – satunya cara agar anda bisa menyingkirkan permen karet itu adalah dengan menggunting bagian rambut yang terkena permen karet. Permen karet tidak hanya bisa merusak rambut anda, tapi juga bisa merusak yang lainnya juga.

Tidak yakin? Coba saja anda duduki sampah permen karet, maka celana atau rok yang anda kenakan akan menjedi lengket dan tidak akan bisa kembali pada keadaan semula. Noda tersebut akan terus menempel di sana. Hal ini telah membuktikan bahwa sampah permen karet juga bisa merusak pakaian.

Bukan hanya itu saja, membuang sampah permen karet di jalan juga merupakan sebuah tindakan yang buruk. Hal ini akan membuat orang lain yang terkena permen karet tersebut menjadi sangat kesal dan marah. Bayangin aja coba kalau hal itu menimpa anda. Anda sedang asyik berjalan, tapi secara tidak sadar sepatu anda menginjak permen karet. Pasti kesal bukan? Siapa saja akan kesal jika mengalami peristiwa tersebut.

Melihat kebiasaan buruk itu, beberapa negara mengeluarkan sebuah kebijakan untuk mengatasinya. Kebijakan seperti apakah itu?

Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah di beberapa negara itu bukanlah dengan memberhentikan peredaran permen karet di masyarakat, melainkan membuat sebuah peraturan larangan untuk membuang sampah permen karet sembarangan. Bagi mereka yang tidak mengindahkan larangan itu, maka mereka akan dikenakan sanksi berupa pembayaran denda yang jumlahnya berdasarkan keputusan dan kebijakan pemerintah setepat.

Jika sudah begitu, anda perlu mikir ribuan kali deh untuk kembali melakukannya. Ada 2 negara yang memang secara keras melarang pembuangan permen karet secara sembarangan di lingkungan. Kedua negara itu adalah Singapore dan Dubai. Keduanya akan menjatuhkan denda pada mereka yang tidak taat pada aturan atau larangan tersebut.

Larangan Permen Karet di Singapore

Ketika anda tengah berada di Singapore, jangan pernah coba – coba untuk membuang sisa permen karet anda secara sembarangan. Kenapa? Karena negara ini punya aturan keras yang akan membuat anda menyesal telah melakukan pelanggaran tersebut. Jangankan untuk membuang, mengunyahnya saja anda dilarang, lho.

Larangan kegiatan mengunyah permen karet ini sebenarnya telah ada atau mulai diberlakukan pada tahun 1983 oleh Menteri Pembangunan Nasional Singapore pada saat itu. Adapun yang menjadi Perdana Menteri Singapore saat itu adalah Lee Kuan Yew. Usulan ini diajukan karena kegiatan mengunyah permen karet menyebabkan masalah serius mengenai pemeliharaan fasilitas publik disana.

Banyaj masyarakat yang mengunyah permen karet seringkali membuang bekas permen karetnya di kotak surat, lubang kunci, tombol lift, lantai, tangga, kursi, meja dan trotoar. Hal ini menyebabkan biaya untuk perawatan kebersihan menjadi membengkak dan bisa merusak peralatan kebersihan juga.

Pada tahun 1987, MRT mulai beroperasi di Singapore. Para pengunyah permen karet yang tidak bertanggung jawab ini menempelkan sisa permen karet yang mereka kunyah ke sensor pintu MRT yang pada akhirnya mengakibatkan pintu tidak dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.

Tidak hanya sekedar mengganggu pelayanan publik, perbuatan atau kebiasaan buruk yang dilakukan oleh masyarakat ini tentu saja mengakibatkan kerusakan, yang biaya perbaikannya tidak sedikit. Akhirnya pada Januari 1992, barulah Goh Chok Tong memutuskan larangan untuk mengunyah permen karet ini.

Larangan ini juga mencakup kegiatan mengimpor, menjual dan bahkan memproduksi permen karet. Impor disini didefinisikan sebagai kegiatan membawa produk ke Singapore, baik itu lewat jalur darat, air, ataupun udara oleh siapapun, berapapun jumlahnya dan apapun tujuannya. Tegas sekali kan aturan di Singapore ini?

Berdasarkan hukum yang berlaku di Singapore, tindakan mengunyah permen karet ini dapat dihubungkan dengan kegiatan menyampah, yang ajan mengotori fasilitas publik. Denda yang diberikan pun tidak tanggung – tanggung, yaitu sekitar $ 500 – 1.000 bagi mereka yang melanggar pertama kali.

Dan bagi mereka yang berkali – kali melanggar aturan tersebut, maka akan dikenakan denda sampai $ 2.000 dan diharuskan melakukan Corrective Work Order (CWO).

Mereka yang melakukan CWO karena menyampah ini akan disuruh mengenakan jaket yang berwarna terang dan ditugaskan untuk membersihkan fasilitas publik yang ada di sana. Media juga diundang untuk meliput kegiatan hukuman tersebut agar para pelakunya merasa malu dan jera untuk kembali mengulanginya.

Larangan Permen Karet di Dubai

 

Tidak hanya Singapore, larangan tentang permen karet juga terjadi di Dubai, Uni Emirate Arab. Jadi untuk anda para penggemar bubble gum atau yang lebih dikenal dengan permen karet ini sangat dilarang untuk membuang sisa atau sampah permen karetnya di lingkungan terutana di jalanan.

Jika anda ketahuan sedang membuang sisa permen karet tersebut di jalan, maka bersiap – siaplah dikenakan denda yang besarnya kurang lebih sekitar Rp. 2 juta jika dirupiahkan. Walaupun ukuran permen karet sangat kecil, tapi dampak negatif yang bisa ditimbulkannya tidak sekecil bentuknya. Dampak negatif yang dimaksud di sini diantaranya adalah terhadap penampilan kota. 

Pembuatan aturan larangan untuk membuang sisa permen karet di lingkungan Dubai ini adalah bagian dari upaya Pemerintah Dubai untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Aturan ini juga mendorong peran dan kontribusi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan penampilan estetik di Emirat Arab.

Tak hanya memberikan sanksi untuk tindakan membuang permen karet sembarangan, Dubai juga akan memberikan sanksi sebesar 500 dirham untuk perbuatan – perbuatan lainnya, seperti membuang sampah di jalan dan meludah sembarangan. Sayangnya tidak ada keterangan kapan aturan tersebut akan diberlakukan. Yang pasti, berhati – hatilah dan jangan sampai melanggat aturannya jika anda sedang berada di sana.

Kalau Singapore dan Dubai saja bisa sepeduli itu terhadap kebersihan dan keindahan lingkungannya, kenapa Indonesia nggak bisa melakukan hal yang sama ya? Kalau dibanding – bandingkan sih, untuk masalah kebersihan lingkungan dan kesadaran untuk tidak membuang sisa permen karet sembarangan, Indonesia sangat tertinggal jauh.

Salahnya dimana ya? Apakah karena masyarakatnya yang keras kepala dan tidak bisa diatur, atau karena pemerintahnya yang tidak tegas? Yah, semua kembali lagi pada kesadaran manusia itu sendiri. Iya nggak? Untuk anda yang sudah membaca artikel ini, semoga anda bisa berubah, ya. Jangan lagi suka buang permen karet sesuka hati. Janji ya?