Sering Ucapkan Kata “Sok Tau” Bisa Jadi Anda Seorang Pembohong, Ini Alasannya

76

Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang senang dibohongi. Bagi sebagian orang, kebohongan merupakan sesuatu yang sulit untuk diterima, karena sudah menyangkut tentang “pemberian kepercayaan” kepada orang lain.

Satu kebohongan saja yang anda lakukan, akan sulit rasanya untuk kembali  mempercayai anda, sekalipun sebelum-sebelumnya anda selalu berkata jujur.

Kalau diibaratkan peribahasa, “Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga“. Hanya karena satu kebohongan saja, untuk selanjutnya kepercayaan anda tidak akan berarti apa-apa lagi.

Anda yang sedang membaca artikel ini pasti juga pernah dibohongi, bukan? Bagaimana rasanya? Kesal ya pasti, kecewa apa lagi. Betul nggak? 

Sekalipun yang melakukan kebohongan itu bukan teman dekat atau orang yang tidak begitu dipercayai, rasanya akan tetap sama, yaitu merasa kecewa.

Konon lagi jika yang melakukannya adalah pacar atau pasangan dan orang-orang yang sudah sangat kita percaya, wah, rasa kecewanya pasti akan lebih berlipat-lipat.

Nah, supaya anda tidak lagi menjadi korban dari orang-orang semacam ini, anda perlu mengetahui bahwa ada beberapa ciri-ciri atau tipe orang yang biasanya dilakukan atau ditunjukkan oleh orang yang sedang berbohong. Selain ciri-cirinya, ada juga jenis – jenis kebohongan yang cara yang bisa anda lakukan untuk membuktikannya.

Tipe-Tipe Pembohong

Sebelum masuk ke dalam pembahasan mengenai pengenalan terhadap orang-orang yang hobi berbohong, akan lebih baik jika anda mengetahui tipe-tipe dari pembohong itu sendiri terlebih dahulu.

Hal ini bertujuan agar anda lebih mudah untuk menganalisis dan mempelajari sifat-sifat atau ekspresi yang biasanya mereka tunjukkan.

Adapun tipe-tipe dari pembohong tersebut, antara lain:

1. Pembohong Sesekali

Semua orang pasti pernah berbohong. Hanya saja tujuan, cara dan waktunya saja yang berbeda-beda. Tipe yang pertama adalah pembohong sesekali. 

Orang seperti ini biasanya masih belum atau tidak biasa berbohong. Mereka hanya melakukannya untuk alasan tertentu saja, seperti misalnya untuk melindungi diri, teman, keluarga atau orang-orang yang ia cintai.

Hal penting yang perlu anda tahu adalah bahwa di balik setiap kebohongan selalu ada ketakutan. Ketakutan yang dimaksud adalah untuk menghadapi suatu kenyataan.

Pembohong tipe ini cenderung memikirkan betul-betul apa yang akan diucapkannya saat sedang melakukan kebohongan, sehingga perkataannya terdengar masuk akal.

Tapi meskipun demikian, karena mereka tidak biasa berbohong, bahasa tubuhnya akan tetap memperlihatkan banyak pertanda yang menunjukkan bahwa mereka sedang berbohong. Oleh karena itu, tidak terlalu sulit untuk mengidentifikasi tipe pembohong seperti ini.

2. Pembohong Berkali-kali

Tipe kedua adalah tipe pembohong berkali-kali. Dari nama tipenya saja, anda pasti sudah tahu bahwa sepertinya tipe ini adalah orang-orang yang sering sekali melakukan kebohongan.

Tidak salah memang jika anda memiliki pemikiran seperti itu. Tipe pembohong seperti ini adalah orang-orang yang berbohong “dengan teratur”.

Dikatakan teratur karena tidak seperti pembohong sesekali, pembohong berkali-kali tidak perlu atau mempunyai waktu untuk berpikir tentang kebohongan yang akan mereka lakukan, karena mereka memang sudak terbiasa berbohong sepanjang hidupnya.

Mereka sadar betul bahwa mereka sedang berbohong. Tapi sayangnya, orang-orang dengan tipe yang seperti ini sering terjebak dengan tindakan yang mereka lakukan, yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.

3. Pembohong Alami

Pembohong alami adalah tipe orang-orang yang berbohong secara terus menerus dan seringkali mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berbohong.

Bahasa tubuh yang mereka perlihatkan pun sangat lah alami, karena sanking sudah terbiasanya berbohong. Tapi ketika mereka ditekan dengan pertanyaan-pertanyaan yang bisa menyudutkan mereka, bahasa tubuh mereka akan langsung memperlihatkan adanya kontradiksi, yang mengidentifikasikan bahwa mereka sedang menyembunyikan sesuatu.

Tipe pembohong alami memang terlihat sedikit mirip dengan tipe pembohong berkali-kali. Kalau anda pernah mendengarkan istilah “sok tahu“, kalimat ini adalah salah satu contoh dari tipe pembohong alami.

4. Pembohong Profesional

Nah, tipe yang terakhir ini adalah yang paling handal dalam melakukan kebohongan, karena mereka adalah pembohong yang profesional. Tipe ini berbohong untuk suatu tujuan tertentu atau sengaja ingin mengelabui orang lain. Mereka telah mempelajari segala kemungkinan dan mengetahui persis apa yang ingin mereka ucapkan.

Sebelum mengaplikasikan kebohongannya, mereka terlebih dahulu akan membuat skenario, memperhitungkan resiko kegagalan dan membuat rencana-rencana cadangan. Meskipun mereka terlatih untuk menggunakan bahasa tubuhnya, tetapi selalu ada ada hal kecil yang bisa terlewatkan oleh mereka.

Anda bisa saja mengetahui hal-hal kecil tersebut jika sering mengamatinya. Salah satu contoh tipe pembohong seperti ini adalah Contoh dari orang dengan tipe ini adalah para koruptor yang dengan sengaja mengelabui publik untuk kepentingan pribadi.

Ciri-Ciri Orang Yang Tidak Jujur

Bagaimana ya caranya agar kita bisa tahu apakah seseorang itu sedang berbohong? Pertanyaan ini mungkin sedang melayang-layang di pikiran anda, kan?

Untuk mengidentifikasi seorang pembohong sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja, meskipun biasanya tugas seperti ini dilakukan oleh seorang psikolog. Seorang psikolog memang sudah mahir dalam bidang ini dan dapat mengetahui dengan persis apakah pasiennya sedang berbohong atau tidak.

Anda pun bisa melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan dengan latihan yang terus menerus, seperti Psikolog yang bisa karena mereka terbiasa membaca dan menganalisa orang setiap harinya.

Salah satu cara yang bisa anda lakukan untuk mengetahui seseorang yang sedang berbohong adalah menganalisa bahasa tubuh yang diperlihatkan oleh mereka.

Berikut ini adalah beberapa tanda atau bahasa tubuh yang sering dilakukan oleh orang yang berbohong menurut ilmu psikologi, diantaranya:

1. Menghindari Kontak Mata

Sebagai jendela hati, wajar saja jika mata bisa dijadikan sebagai alat untuk melihat apakah seseorang tengah berbohong atau tidak. Apabila seseorang sedang melakukan kebohongan, maka hal itu akan terlihat dari sorot matanya.

Anda harus tahu bahwa yang berbohong, arah matanya tidak akan jelas arah pandangnya. Oleh karena itu, jika anda sedang berbicara dengan seseorang, pandanglah atau lakukan kontak dengan matanya. Dengan begitu anda bisa tahu dia berbohong atau tidak. Sederhana saja bukan?

Jika lawan bicara anda berkata jujur, dia pasti akan membalas kontak mata yang anda arahkan padanya, dalam artian dia juga akan melihat mata anda.

Tapi jika yang terjadi malah sebaliknya, seperti misalnya dia mencoba untuk menghindari atau sedikit ragu-ragu untuk melakukan kontak mata secara langsung dengan anda, maka ada kemungkinan kalau dia sedang menutup-nutupi sesuatu.

Biasanya orang tersebut akan mencari tujuan lain untuk dilihatnya, seperti menoleh kanan kiri ataupun kepala tertunduk yang berarti mengarahkan pandangannya ke bawah, contohnya seperti ciri ciri wanita selingkuh yang memiliki banyak cara untuk berbohong.

2. Cara Bicaranya Tidak Natural

Yang dimaksud dengan gaya bicara yang tidak natural adalah misalnya berbicara dengan tergagap-gagap ataupun tersendat-sendat.

Seseorang yang sedang berbohong umumnya akan berbicara tidak selancar biasanya, termasuk kalau sedang menceritakan sesuatu meskipun cerita itu telah dikarang sebelumnya.

Biasanya akan ada saja kata-kata yang tersendat, yang terlihat seperti ada jeda atau bahkan terdengar seperti terlalu dipaksakan pada saat proses penyampaiannya.

Oleh karena itu, coba saja perhatikan cara berbicara lawan bicara anda jika memang anda merasa tidak yakin dia sedang berkata jujur.

Apabila dia berkata jujur, maka dapat dipastikan bahwa dia akan menyampaikan pembicaraan itu dengan lancar dan tidak perlu banyak berpikir sehingga terlihat tersendat-sendat.

3. Gugup

Sekalipun orang itu sudah sangat ahli atau sudah terbiasa melakukan kebohongan pasti akan tetap memiliki rasa gugup di dalam dirinya.

Hal ini dikarenakan di dalam suatu kebohongan pasti ada sesuatu yang dirahasiakan, yang berarti orang tersebut tidak ingin menyampaikannya kepada lawan bicaranya.

Ciri dari orang yang gugup pada saat sedang berbohong biasanya adalah keringat dingin, ditandai dengan tangan atau kaki yang tidak tenang (bergerak-gerak) dan lain sebagainya.

Berbeda dengan orang yang jujur, dia akan lebih santai dan rileks dalam menyampaikan hal-hal yang sedang dibicarakannya kepada lawan bicaranya.

4. Senyum Dengan Terpaksa

Anda pasti pernah kan melihat orang yang tersenyum terpaksa? Nah, begitulah salah satu ciri orang yang sedang berbohong. Maka, mulai saat ini berhati-hati lah saat melihat atau mendengar ucapan orang yang seperti ini. Senyum yang dipaksakan bisa dikatakan juga sebagai senyum yang palsu.

Seseorang yang sedang berbohong biasanya akan cenderung memberikan senyum palsu, seperti menyeringai tanpa adanya alasan yang jelas saat sedang asyik dalam pembicaraan. Hal ini sengaja dilakukan oleh orang yang berbohong untuk menutupi apa yang sedang disembunyikannya.

Di dalam ilmu psikologi juga dikatakan bahwa senyum yang sebenarnya adalah yang jujur dan tulus, jadi saat senyum tersebut merekah maka akan merebak ke seluruh wajah dan mengeriputkan mata. Benar atau tidaknya hal ini bisa anda buktikan sendiri di depan cermin.

Cobalah perhatikan dan bedakan bagaimana ekspresi wajah anda dari cermin saat anda sedang tersenyum (yang sebenarnya) dengan menyeringai (senyum yang dibuat-buat).

5. Ekspresi Wajah

Dengan memperhatikan ekspresi wajah merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kebohongan pada lawan bicara anda.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh pihak The Career Builder, dikatakan bahwa orang yang sedang berbohong cenderung akan muncul dengan wajah yang nyaris tanpa ekspresi. Di mana biasanya ditandai dengan sedikit menurunnya bagian mata, seperti ekspresi saat sedang mengalami kesedihan.

Selain itu, ada sudut aneh di ujung bibir ketika dia berusaha tersenyum. Sedangkan orang yang jujur pasti akan memiliki ekspresi wajah yang cerah dan senang dan bukannya malah terlihat seperti orang yang sedang sedih.

6. Mengalihkan Topik Pembicaraan

Selanjutnya, seseorang yang sedang berbohong pasti akan merasa tidak nyaman apabila diajak untuk membicarakan topik yang membuatnya dengan terpaksa harus menanggapi hal tersebut dengan suatu kebohongan.

Apalagi kalau anda menanyakan atau membicarakan sesuatu yang mencurigakan, orang yang berbohong malah akan semakin merasa tidak nyaman, sehingga dia akan berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan yang sedang dibahas.

Orang yang berbohong juga biasanya lebih sering mengajak orang lain untuk membicarakan topik-topik yang mereka sukai sehingga tidak akan ada yang memiliki kecurigaan kepadanya.

7. Terlalu Banyak Menyentuh Bagian Tubuh

Seperti yang sempat disinggung di atas tadi, orang yang berbohong pasti tidak akan merasa nyaman. Kondisi seperti inilah yang memnuat mereka sering menjadi salah tingkah di hadapan orang yang menjadi lawan bicaranya.

Ketika mereka sudah mulai salah tingkah, biasanya yang dilakukan orang seperti ini contohnya adalah menyentuh salah satu anggota atau bagian tubuh, seperti mulut atau bibir, leher, wajah maupun hidung.

Anda pasti pernah kan menjumpai ciri-ciri orang seperti itu pada salah seorang lawan bicara anda? Jika didasarkan pada  hasil survey yang dilakukan, diketahui bahwasannya anggota tubuh yang sering disentuh saat sedang berbohong adalah bibir dan leher pada bagian samping atau belakang.

8. Cara Bernapasnya

Orang yang sedang berbohong pasti menginginkan pembicaraan yang dilakukan cepat selesai. Itulah yang menyebabkan atau alasan mengapa orang yang berbohong akan terkesan tergesa-gesa dalam pembicaraan. Pembicaraan yang tergesa-gesa itulah yang sering membuatnya menjadi terengah-tengah atau ngos-ngosan saat sedang bernapas.

Tapi meskipun begitu tidak bisa dipungkiri juga kalau orang yang melakukan napas panjang sekalipun, atau tidak terlalu ngos-ngosan dalam bernapas, bisa juga saja menjadikannya kedok untuk menenangkan dan mengontrol dirinya ketika melakukan kebohongan.

Oleh karena itu, anda harus benar-benar memperhatikan cara bernapas lawan bicara anda. Apabila dia sedang berbohong, cara bernapas yang dilakukannya akan berubah-ubah, karena dia tidak akan merasa rileks. Berbeda juka dia jujur, napasnya akan biasa saja dan terlihat santai serta rileks.

9. Titik Tumpuan Berat Badan

Ciri yang berikutnya untuk melihat apakah seseorang itu sedang berbohong apa tidak adalah dari titik tumpuan berat badannya. Hal ini bisa dilakukan apabila kita sedang melakukan pembicaraan dengan keadaan berdiri.

Orang yang jujur umumnya akan berdiri sebagaimana mestinya, yaitu dalam keadan yang tenang dan titik tumpuan tubuhnya jug tidak akan berubah-ubah.

Berbeda kasusnya apabila orang atau lawan bicara anda sedang berbohong, dia akan merasa tidak nyaman dan tenang, sehingga terlihat gusar dan sering berpindah-pindah titik tumpuan tubuhnya. Dan juga biasanya orang yang berbohong saat berdiri akan cenderung untuk menggerak-gerakkan salah satu kakinya.

10. Nada Suaranya Cenderung Rendah atau Pelan

Sebuah hasil penelitian psikologi menyatakan bahwasannya seorang yang sedang berbohong biasanya bisa diidentifikasi dari perubahan suara yang terjadi pada saat sedang melakukan percakapan dengan orang lain.

Seperti ada kecenderungan bagi orang tersebut untuk memelankan suaranya, sehingga nada suara yang keluar dari mulutnya terdengar rendah. Parahnya lagi terkadang seperti sedang melakukan bisikan, sehingga kurang bisa didengar oleh lawan bicaranya.

Oleh karena itu, apabila pada awalnya anda memulai sebuah pembicaraan dengan nada yang normal atau biasa-biasa saja, atau bahkan berapi-api begitu pula lawan bicara anda, tapi kemudian mendadak di tengah atau akhir pembicaraan nada suara lawan bicara anda tersebut mendadak berubah menjadi lebih pelan dan terkesan berhati-hati, maka anda perlu berhati-hati akan kata-katanya ataupun apa yang dikatakannya, karena bisa saja dia sedang berbohong kepada anda.

11. Berusaha Meyakinkan Secara Berlebihan

Tidak ada satu orang pembohong pun di dunia ini yang mau kalau kebohongannya terbongkar di hadapan orang lain. Dia pasti akan berusaha sebisa mungkin bahkan mati-matian untuk menutupi kebohongannya tersebut agar tidak ketahuan.

Oleh karena itu, secara tidak sadar mereka pasti akan berusaha untuk meyakinkan lawan bicaranya dengan berbagai cara yang berlebihan.

Adapun kata-kata yang biasanya digunakan, diantaranya adalah “Percayalah”, “Sebenarnya” bahkan sampai membawa-bawa nama Tuhan, seperti “Demi Tuhan”, pada saat yang bukan tempatnya. Bukankah itu sudah sangat berlebihan?

Dan satu hal yang harus diketahui adalah bahwa orang yang jujur tidak perlu menghalalkan segala cara untuk meyakinkan lawan bicara secara berlebihan seperti yang dilakukan oleh orang yang dijelaskan di atas, karena kejujuran akan perkataannya pasti akan terlihat dari caranya berbicara, ekspresi wajah dan sorot matanya.

12. Sering Melakukan Gerakan Tubuh

Pada saat seseorang sedang berbohong, biasanya dia akan secara refleks melakukan beberapa gerakan pada tubuhnya, baik secara sadar maupun tidak sadar seperti:

  • Gerakan tangan

Orang yang melakukan kebohongan akan cenderung merasa tidak tenang, sehingga tanpa disadari atau secara refleks terkadang akan melakukan gerakan dengan salah satu tangannya, seperti menyentuh leher, hidung, mulut atau bibir, menggaruk mata maupun menggerakkan benda-benda yang mungkin ada di sekitarnya, sebut saja pulpen misalnya.

  • Gerakan kaki

Selain melakukan gerakan tangan, orang yang berbohong terkadang juga akan menggerak-gerakkan kakinya. Entah ketika sedang berbicara sambil berdiri maupun duduk.

Gerakan itu merupakan gambaran darinya bahwa dia merasa tidak nyaman dan tidak tenang dalam menyampaikan kebohongannya. Gerakan yang bisa saja dilakukan adalah seperti menghentak-hentakkan kaki ke lantai atau tanah dan mengayun-ayunkan kaki ke depan atau belakang.

  • Gerakan badan

Gerakan badan yang dilakukan oleh seorang pembohong di sini misalnya saja adalah bahu yang terangkat secara refleks, serta siku yang masuk ke tubuh bagian dalam. Seseorang yang sedang berbohong biasanya tanpa disadari akan melakukan gerakan-gerakan tersebut.

Tak hanya itu saja, orang yang berbohong biasanya juga ingin cepat meninggalkan lawan bicaranya, sehingga secara refleks kerap kali melakukan gerakan badan, seperti menjauhi lawan bicaranya atau menghindari adanya kontak tubuh dengan lawan bicaranya.

13. Memberikan Alasan Yang Terlalu Panjang

Berbohong adalah suatu perilaku yang memutar balikkan fakta atau kenyataan yang ada. Orang yang memiliki kebiasaan buruk semacam ini biasanya akan mengarang-ngarang cerita yang terkadang tidak masuk akal.

Ditambah lagi, dia akan sering memanjang-manjangkan cerita yang seharusnya singkat. Hal ini dilakukan hanya untuk membuat orang-orang yang mendengarnya menjadi lebih yakin akan cerita yang disampaikannya tersebut.

Oleh karena itu, tetaplah berpikir kritis dan hati-hati kepada orang yang sering memanjangkan ceritanya walaupun pada kenyataannya cerita yang disampaikannya tersebut bisa dipersingkat.

Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi apabila seseorang memanjang-manjangkan cerita singkatnya kepada anda, yang Pertama adalah untuk membuatnya semakin jelas dan detail sehingga kita tidak perlu lagi bertanya-tanya kepadanya.

Alasan Kedua adalah untuk menutupi kesalahannya, yang berarti ada sesuatu yang disembunyikan dengan sebuah kebohongan kepada anda.

Cara Mendeteksi Kebohongan Seseorang

Berikut adalah cara untuk mendeteksi kebohongan dengan cara mengamati perilaku dan bahasa tubuh seseorang:

1. Anda bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengetes subjek yang anda curigai sedang berbohong.

Pertama, tanyakan sesuatu pada orang tersebut, pertanyaan yang jawabannya cenderung jujur. Kemudian pilih sebuah pertanyaan yang anda anggap orang tersebut akan berbohong atau mengelak.

2. Amati perilaku yang tipikal atau khas

Catat bahasa tubuh, gerakan mata, serta konsistensi dan volume suara orang tersebut. Cara terbaik untuk mengetahui seseorang sedang berbohong atau tidak adalah dengan mengamati terlebih dahulu perilakunya ketika dia mengatakan hal yang sebenarnya.

Saat berbohong, bahasa tubuh atau volume serta intonasi suara biasanya akan berubah dibandingkasn dengan saat dia berkata jujur.

3. Periksa gerakan aneh

Apakah orang tersebut gelisah? Apakah dia melihat mata Anda? Apakah dia tersenyum? Apakah dia duduk dengan santai?

Individu tertentu akan lebih aktif daripada yang lain, jadi ketika seseorang gelisah atau menunjukkan perilaku yang lebih hiperaktif, ini tidak selalu menandakan dia berbohong. Bandingkan perilaku tidak biasa dengan sikap yang biasa dia lakukan.

4. Evaluasi respon jawaban

Ketika Anda mengajukan pertanyaan, cek apakah dia memberikan jawaban langsung, atau membuat beberapa usaha untuk mengalihkan topik pembicaraan. Seorang pembohong akan berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan yang membuatnya tidak nyaman.

5. Amati respon yang lambat atau tergesa-gesa

Apakah orang tersebut membutuhkan waktu lama untuk menjawab? Atau tergesa-gesa dalam menjawab pertanyaan Anda?

Jika seseorang membutuhkan waktu yang lama untuk menjawab atau meminta Anda untuk mengulangi pertanyaan, dia mungkin sengaja mengulur-ulur waktu untuk merangkai jawaban yang masuk akal, atau bisa juga dia justru menjawab terlalu cepat agar dapat segera beralih ke topik lain.

6. Amati perilaku meminta maafnya

Salah satu perilaku seseorang yang berbohong adalah melakukan permintaan maaf yang tidak penting berkali-kali. Alam bawah sadarnya mendorong dia untuk meminta maaf atas perilaku yang dianggap sebagai “kesalahan”.

7. Amati diam yang lama

Jika orang tersebut diam yang tidak biasa, mungkin dia menghindari berbohong lebih banyak. Dia bisa saja berperilaku agresif dalam upaya untuk mencegah Anda mengajukan pertanyaan lebih lanjut dimana dia mungkin harus berbohong lagi.

8. Fokus pada wajah

Ketika Anda mengajukan pertanyaan, jika orang tersebut melihat ke arah samping kanan, ke atas, sudut kiri wajah Anda, atau ke kejauhan, dia mungkin berbohong. Hal ini akan berlaku arah sebaliknya jika orang tersebut memang kidal.

9. Fokus pada bahasa tubuh

Seseorang yang sedang berbohong cenderung akan menjauh dari Anda. Tubuhnya mungkin akan menjauh seakan untuk melindungi kebohongannya dari pandangan Anda. Amati gerakan seperti menggosok-gosokkan tangan, menelan ludah berlebihan, menjilati bibir dan meremas-remas tangan.

Untuk berinteraksi, ada 2 cara yang bisa dilakukan oleh orang-orang, yaitu dengan kata-kata dan bahasa tubuh. Kadang-kadang satu dari dua cara ini mendominasi yang lain, tetapi biasanya mereka bertindak bersama-bersama.

Secara singkat cara kerjanya adalah sebagai berikut : setelah otak menganalisa kata-kata dan bahasa tubuh lawan bicara, otak akan mengirimkan suatu pesan kepada anda, yang akan membuat anda bereaksi positif atau negatif seperti misalnya kecurigaan, keyakinan atau keraguan.

Ketika 2 cara ini, kata-kata dan bahasa tubuh memperlihatkan suatu sinkronisasi, artinya kita dan lawan bicara kita berhasil mendapatkan suatu komunikasi yang efektif dan informasi yang disampaikan adalah sebuah kejujuran.

Tetapi bagaimana jika ada kontradiksi antara kata-kata yang diucapkan dengan cara kita mengucapkannya? Itu berarti ada yang salah di dalam interaksi tersebut. Lawan bicara anda mungkin sedang mengatakan hal yang bohong atau berusaha untuk menutupi sesuatu dari anda.

Itulah sebabnya anda sangat perlu untuk mempelajari tanda-tanda atau sinyal-sinyal dari lawan bicara anda yang nantinya bisa membantu anda untuk mengidentifikasi apakah yang dikatakannya adalah kejujuran atau malah kebohongan.

Tapi ingat, bahwa Kadang-kadang anda juga harus mengkombinasikan 2 sampai 3 bahasa tubuh untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang akurat. Jadi anda tidak dibilang asal menuduh atau ngejudge sembarangan.