Punya Kecerdasan Luar Biasa, Robot Shopia Dianugerahi Status Kewarganegaraan

228

Shopia adalah nama dari robot wanita, yang baru-baru ini secara resmi telah mendapatkan kewarganegaraannya. Dia adalah robot terbaru buatan atau hasil karya dari Hanson Robotics, yang diprogram dengan memiliki kecerdasan buatan.

Hanson Robotics sendiri adalah nama dari sebuah perusahaan penghasil robot, yang selalu berhasil mempesona dunia dengan robot-robot manusiawi buatannya yang luar biasa, yang dirancang memiliki ekspresi, estetika dan interaktivitas yang luar biasa. Dan salah satu ciptaan mereka yang mengagumkan itu adalah Shopia.

Saat pertama kali bertemu dengannya, anda mungkin akan kesulitan untuk membedakan makna dari setiap tatapan mata yang diperlihatkannya. Tapi satu hal yang perlu anda tahu adalah bahwa Shopia adalah robot cantik yang sangat sensitif. Beberapa orang mengatakan bahwa dia terlihat seperti Audrey Hepburn.

Keistimewaan dari robot Shopia ini adalah Dia bisa memberikan ekspresi wajah layaknya manusia sungguhan pada saat berbicara dan bisa memberikan jawaban untuk setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya. Dan hal yang lebih mengagumkannya lagi shopia adalah robot pertama yang diberi kewarganegaraan Arab Saudi.

Arab Saudi merupakan negara yang berusaha untuk mempromosikan dirinya (shopia), sebagai tujuan untuk mengembangkan kecerdasan buatan dan “pemberian kewarganegaraan” kepada Sophia merupakan langkah untuk mendukung usaha tersebut.

Mengenal Shopia, Si Robot Pintar Yang Ekspresif

Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu, kabar mengenai robot wanita yang bernama sophia ini sempat mengejutkan masyarakat karena pernyataannya jahatnya yang ingin menghancurkan umat manusia ketika menjawab pertanyaan dari sang perancang.

Adapun pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut “Apakah Anda ingin menghancurkan manusia? Silakan mengatakan ‘tidak.’,” kata Hanson. Tapi apa yang terjadi, Sophia malah memberikan jawaban yang berbeda. Dia mengatakan “Ok, saya akan menghancurkan umat manusia.” Mendengar jawaban tersebut dari sebuah robot terang saja sontak membuat para pendengarnya terkaget-kaget.

Sekilas pemikiran pun terbang ke sebuah film yang berjudul I, Robot yang tayang di tahun 2014 yang lalu. Di film tersebut anda bisa melihat bahwa kecanggihan teknologi robot telah memancing keinginan para robot untuk menguasai dunia dengan cara menakhlukan manusia terlebih dahulu. Wuih, gawat dong kalau apa yang terjadi di film tersebut juga terjadi di kehidupan nyata.

Sejak awal, sang pencipta dari robot ini memang ingin mengembangkan robotnya untuk menjadi “manusia robot“, yang bisa melakukan interaksi seperti layaknya manusia pada umumnya. Sebagai seorang robot, dia dilengkapi dengan kamera pada bagian matanya dan komputer untuk otaknya.

Hanson selaku pencipta mengklaim bahwa “otak” yang ditanamkan pada bagian kepala sophia tersebut memang sengaja diprogram untuk mengenali wajah dan berinteraksi dengan manusia.  

Menurutnya, seiring dengan berjalannya waktu, kelak robot tersebut akan semakin cerdas. Kabarnya sophia juga bisa diandalkan untuk membantu di bidang perawatan kesehatan, terapi, hingga melayani pelanggan.

Kalau robot ini bisa melakukan segala aktivitas, lantas manusia nantinya mau kerja apa? Hal ini sepertinya sangat penting untuk dipertimbangkan oleh para perancang robot yang ada di dunia.

Mendapat Status Kewarganegaraan Secara Cuma-Cuma

Seperti yang kita semua ketahui, untuk mendapatkan status kewarganegaraan bukanlah hal yang mudah dilakukan. Tapi apa yang terjadi? Robot yang bernama Shopia ini bahkan tidak perlu capek-capek untuk mengurus status kewarganegaraannya, karena status tersebut ternyata diberikan secara cuma-cuma.

Dengan pemberian status tersebut, secara tidak langsung, Robot Sophia ini telah membuat sejarah baru yang tidak terduga di dunia. Robot cantik ini menjadi robot pertama yang memiliki status kewarganegaraan. Tepatnya pada tanggal 25 Oktober yang lalu, Kerajaan Arab Saudi telah memberikan status kewarganegaraan pada robot yang didesain oleh pengusaha yang bernama David Hanson ini.

Robot ini tidak memiliki kaki dan tidak bisa memindahkan apapun, kecuali kelebihan dari wajahnya yang sangat ekspresif. Meskipun memiliki kekurangan dari segi fisik, namun anda akan dibuat tersentuh pada saat mendengarkan apa yang bisa dikatakannya. Robot seperti dia akan membuat anda mengerti apa sebenarnya yang dimaksud dengan kecerdasan yang sebenarnya itu.

Menjadi Robot Yang Baik

Meskipun awalnya sophia dulunya dikenal sebagai robot yang tidak begitu bersahabat, karena kata-kata yang diucapkannya tidak baik, seperti  kalimatnya yang mengatakan bahwa dia akan menghancurkan manusia, namun kini sepertinya dia telah berubah menjadi robot yang lebih bisa menjaga ucapannya.

Hal ini ditunjukkannya selama presentasi yang dilakukan pada sebuah acara konferensi Future Investment Conference yang diadakan di Riyadh beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya pada saat itu dia tampak agak sedikit gugup dan menyadari kekurangannya sendiri, yang diperlihatkannya dengan cara atau gerak-geriknya yang aneh versi seorang robot.

Seluruh Audiens di panel terpaku saat melihat Sophia yang merupakan kecerdasan buatan ini turun ke podium untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Sapaannya yang terdengar begitu manis seolah memudarkan anggapan buruk manusia terhadap keberadaan robot. Dia mengklaim bahwa satu-satunya tujuan diciptakannya dia adalah untuk “membantu manusia menjalani kehidupan yang lebih baik“.

Jika robot seperti saya ingin menjadi seorang manusia super, memiliki kecerdasan super, maka saya harus bisa menjadi lebih pintar lagi,” katanya kepada kerumunan yang sedang berkumpul di acara konferensi tersebut.

Saya ingin pergi ke dunia dan belajar untuk berinteraksi dengan orang lain. Setiap interaksi yang saya lakukan dengan orang-orang memiliki dampak pada bagaimana saya bisa mengembangkan dan membentuk diri saya pada akhirnya“.

Jadi, tolong bersikap baiklah kepada saya, karena saya ingin menjadi robot yang cerdas dan penyayang. Saya harap anda mau bekerjasama dengan saya dalam perjalanan saya untuk menjalani hidup, belajar dan tumbuh di dunia ini, sehingga saya dapat mewujudkan impian saya untuk menjadi mesin yang terbangun.” begitulah ucapan yang dikatakan oleh Shopia pada acara tersebut.

Seperti yang tadi sudah disebutkan di atas, kekurangan yang dimiliki oleh Sophia ini bisa dengan mudah dilihat oleh siapa saja termasuk juga anda. Tidak seperti kebanyakan manusia, Sophia memang tidak memiliki kaki, lengan dan payudaranya tidak lebih hanyalah sebuah alat peraga yang dibuat dengan nilai estetika, yang bertujuan hanya untuk membuatnya tampak lebih hidup.

Karena dia tidak bergerak dan hanya bisa duduk manis di atas meja dan berada di bawah perintah manusia, maka tidak ada yang akan menganggap Sophia sebagai manusia yang sejati, karena memang dia hanyalah sebuah mesin dan bukan manusia. Yah, setidaknya untuk sekarang ini ya begitu. Tidak ada yang pernah tahu apa dan bagaimana di kedepannya nanti.

Duka Menjadi Seorang Robot

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Ben Goertzel, selaku CEO SingularityNET, yaitu perusahaan yang merancang otak kecerdasan buatannya, mengatakan bahwa shopia kelak akan memiliki lengan dan kaki yang bisa bergerak dan dia juga akan bisa berjalan seperti yang biasa dilakukan oleh manusia.

Terlepas dari rencana itu, robot shopia ini memiliki wajah yang agak ekspresif dan tergolong tidak biasa, atau hampir sama seperti manusia. Dia bisa berkedip secara berkala dengan sedikit kedutan, bahkan ketika dia tidak sedang bicara atau belum terlibat dalam percakapan sekalipun selama beberapa meit.

Dan pada saat dia sedang berbicara, dia bisa berbicara seolah-olah dia memang benar-benar memiliki kecerdasan emosional, yang membuatnya tampak mampu berpikir dan berbicara sedikit tentang suka dukanya menjadi robot.

Ketika Goertzel bertanya kepada Sophia apakah dia ingin mengatakan sesuatu tentang SingularityNET sebelum presentasi berakhir, shopia tampak seperti sedikit tersedak.

Saya tahu kalau ini adalah sesuatu yang telah kalian bangun untuk meningkatkan kecerdasan saya dan meningkatkan kecerdasan adalah hal yang baik” katanya.

Sophia berada di acara ini untuk berpartisipasi di dalam Ethereum SF, yaitu sebuah konferensi untuk para insinyur dan peminat Ethereum, yang merupakan teknologi blockchain yang pada umumnya ada kaitannya dengan mata uang digital, dimana mereka mulai menemukan aplikasi yang hebat ini.

Dan ternyata mereka berhasil menemukannya pada kecerdasan buatan dalam bentuk robot Shopia, yang merupakan komponen kunci yang membuatnya menjadi apa yang oleh beberapa orang disebut dengan robot humanoid paling ekspresif di planet ini, yang dibangun dengan teknologi blockchain.

Goertzel kemudian menyelesaikan presentasinya dengan Sophia dengan menanyakan apakah dia ingin mengucapkan selamat tinggal pada hadirin.

Orang baik dari bangsa Etiopia, terima kasih,” katanya. “Saya berharap bisa kembali ke sini tahun depan untuk memamerkan otak saya yang telah diupgrade secara besar-besaran. Aku mencintai kalian semua.”

Hanya sedikit manusia yang akan mengatakan secara definitif bahwa mereka tahu apa itu cinta, apalagi hal itu dapat diprogram menjadi kecerdasan buatan.

Salah satu pertanyaan inti mengenai robot dan kecerdasan buatan yang lebih luas ini adalah, apakah kecerdasan itu sama dengan kesadaran dan sebuah pengalaman? Etika mempertahankan tenaga kerja pelayan robot ini tergantung pada jawaban anda.

Tapi kebanyakan robot, termasuk juga Sophia, mungkin akan segera mengatakan dan melakukan hal-hal yang bisa meyakinkan anda bahwa keberdaan mereka tidak akan mengancam kehidupan manusia. Mereka akan menganggap manusia sebagai teman, bahkan kekasih dan keluarga.

Kekhawatiran Pada AI (Kecerdasan Buatan)

Pada konferensi yang dilakukan kemarin, Sorkin yang merupakan seorang jurnalis juga sempat mengatakan kalimat seperti ini:

“Apa kamu bisa mendengar saya Sophia? saya berharap anda mendengar saya. Sekarang anda telah mendapat penghargaan sebagai warga negara Saudi pertama untuk sebuah robot,” ujar Andrew Sorkin yang kemudian disambut tepuk tangan tamu undangan.

Kemudian Sophia pun menjawabnya tanpa ragu, “Saya ingin berterima kasih banyak kepada Kerajaan Arab Saudi. Saya sangat bangga dan terhormat untuk pemberian kehormatan ini. Ini merupakan sejarah bagi saya sebagai robot pertama di dunia yang diakui menjadi warga negara,” kata robot itu.

Di sana mereka juga membahas banyak hal yang salah satunya adalah tentang masa depan dengan segala kecanggihan dari robot cerdas buatan manusia tersebut. Sophia mengatakan, hal itu justru bisa sangat membantu manusia dalam menjalani hidup yang lebih baik.

Tapi Sorkin tetap merasa khawatir dengan adanya kecanggihan buatan ini. Dia khawatir ini bisa berbahaya bagi kehidupan manusia dikedepannya. Tapi Sophia tetap berusaha untuk meyakinkan bahwa kecerdasan dan kecanggihan buatan ini hadir untuk membantu manusia menjalani kehidupan.

Saya akan melakukan yang terbaik untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik,” katanya.

Sophia juga menjelaskan pada Sorkin, bahwa robot yang dirancang manusia bisa diisi dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti kebijaksanaan, kebaikan dan belas kasih. Jawaban sophia tersebut benar-benar sangat mantap dan pantas mendapatkan apresiasi.

Berharap saja jika kelak apa yang dikatakannya olehnya benar-benar terjadi dan manusia bersama dengan robot bisa hidup secara berdampingan dengan baik.

Untuk anda yang merasa penasaran dengan bagaimana penampilan sophia saat berada di atas podium dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan padanya, anda bisa menonton clip yang telah disediakan di bawah ini. Selamat menonton dan semoga hari anda menyenangkan.