Hore, Mulai Sekarang Kamu Tidak Perlu Takut Lagi Untuk Memakai Power Bank

264

Kehidupan yang semakin stylish dan juga modern memaksa hampir setiap orang untuk memiliki smartphone ataupun tablet. Dorongan akan kebutuhan akan benda tersebut dikarenakan seluruh informasi dapat digali darinya. Dengan ditambahkan game yang bisa diunduh kapanpun pastinya kelengkapan dari alat secanggih ini dibutuhkan siapapun juga. Jika di rumah, ponsel bisa saja dimainkan kapanpun tanpa harus khawatir dengan kata “lowbat”. Tapi jika diluar, bagaimana dong harus mengatasinya?

Yang namanya teknologi tidak akan adanya matinya. Meskipun teknologi baru yang dimunculkan selalu ada kelemahannya, tapi kedepannya akan selalu lagi muncul inovasi terbaru untuk menangkali hal tersebut. Berbicara mengenai ponsel ataupun tablet yang selalu dikeluhkan karena daya baterai membuat konsumen untuk lebih memilih ponsel yang memiliki kapasitas baterai yang lebih besar. Tentu daya baterai yang besar juga memerlukan biaya yang lebih besar. Namun, keluhan itu sudah dijawab sama perancangnya. Nama alat yang diciptakan tersebut adalah Power bank atau juga dikenal sebagai pengisi baterai portabel.

Mungkin kita semua sudah mengetahui tentang adanya benda tersebut ya. Tapi apakah kamu tahu kapan benda praktis dan canggih ini muncul dan dibuat? Terus mungkin kamu juga sering mendengar power bank dapat membuat ponsel cepat rusak? Ada kok cara meminimalkannya!Yap, daripada penasaran, kita ikuti saja ceritanya di bawah ini ya!

Sejarah Power Bank

Power Bank pertama kali dimunculkan pada tahun 2001 di acara Las Vegas International Consumer Electronics Show. Sebelumnya benda tersebut dilabeli dengan nama Power Mobile Bank. Berbeda dengan negara Eropa, warga Indonesia mulai mengenal benda tersebut di tahun 2006. Perlahan tapi pasti, Power bank mulai menjajaki Tanah Air kita setelah hebohnya smartphone di tahun 2009. Ditambah pencinta produk Apple yang memiliki daya baterai lebih sedikit dari smartphone lainnya tidak membuat mereka harus meninggalkan produk tersebut. Soal kapasitas, power bank juga memiliki kapasitas yang cukup besar dari 2600 mAH sampai 18000 mAH dan bahkan sekarang ada yang menjual 128.000 mAH. Dengan adanya alat praktis ini, orang-orang pun tidak perlu takut untuk berpergian jauh ataupun menghadapi situasi lampu padam.

Apakah Power bank aman untuk dipakai?

Power bank memang diperbolehkan untuk dipakai ketika kita benar-benar membutuhkan penggunaan smarthphone atau tablet dalam keadaan darurat. Akan tetapi, perlu digarisbawahi, power bank berpotensi untuk memperpendek umur dari baterai. Pada dasarnya power bank adalah baterai, jadi apabila kamu menggunakan power bank maka secara analoginya kamu menggunakan baterai untuk mengisi baterai. Logisnya, daya dari power bank terkadang tidak stabil seperti listrik yang ada pada socket. Dari ketidakstabilan inilah membuat daya tahan dari baterai smartphone kamu perlahan-lahan menurun dan akan rusak dalam jangka panjang. Power bank diciptakan bukan untuk mengisi daya baterai setiap waktu ke waktu, jadi petimbangkan pemakaiannya dengan bijak.

Cara merawat power bank

Dibalik kepraktisannya, power bank termasuk barang yang mudah sekali rusak dan apabila terjadi kesalah pamahaman dalam pengisiannya. Kesalahan fatal yang pernah terjadi adalah melakukan cas memakai power bank disaat ponsel benar-benar padam. Untuk itu, alangkah baiknya jika benda sensitif ini dijaga dengan benar.

Berikut cara merawat power bank:

1. Perhatikan pengisian power bank

Jangan pernah membiarkan daya dari power bank habis. Usahakan selalu mengisi daya dari power bank hingga penuh agar power bank dapat bekerja secara maksmal. Namun seiring kamu sering mengisi power bank, maka usianya akan semakin pendek sama seperti laptop dan smartphone. Power bank yang dinilai bagus akan memiliki daya tahan hingga 500 kali charger jika diisi penuh. Dapat bertahan hingga setahun jika dicas setiap harinya. Apabila tidak berniat untuk mengecas power bank, setidaknya harus meninggalkan kapasitas casnya minimal 40%.

2. Jauhkan power bank dari suhu ekstrim

Power bank harus ditempatkan pada suhu yang standar dimana jangan terlalu panas ataupun dingin. Hal ini karena komponen dari baterai power bank dapar rusak. Tempatkan power bank di tempat yang jauh dari sinar matahari ataupun sumber panas lainnya. Power bank juga sangat sensitif dari terhadap tempat lembab. Jangan sampai terkena air!

3. Power bank tidak boleh jatuh

Baterai di dalam power bank sangat rentan dengan benturan. 60 persen dari power bank akan langsung rusak ketika jatuh apalagi yang kapasitasnya besar. Untuk keamanannya, power bank perlu dibungkus dengan yang empuk-empuk untuk mencegah terjadinya benturan.

Tips agar smartphone tidak mudah rusak gara-gara power bank

Selain power bank yang harus dijaga. pastinya kamu juga harus menjaga smartphone kamu sendiri agar tidak cepat rusak. Desas-desus yang didengar tentang power bank yang dapat merusak ponsel merupakan hal yang benar.

Dosen sekaligus peneliti, Agus R. Utomo dari jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia menjelaskan bahwa kondisi pada smartphone yang diisi memakai power bank akan mengalami kerusakan material pada baterai smartphone.

Dilansir dalam keterangan resmi, Agus mengungkapkan Daya baterai dari smartphone sebenarnya hanya terisi 80 hingga 85 persen meskipun dalam skemanya terlihat baterai full 100 persen. Dia menganjurkan sebaiknya pengisian dilakukan saat baterai tersisa 20 persen.

“Biasanya produsen memberikan batas safety 20 persen dari angka maksimal. Misalnya angka yang tertera 100 Ampere, maka batas maksimal bisa sekitar 120 Ampere untuk menghindari kelebihan daya yang bisa merusak jika terjadi terus menerus,” imbuhnya.

Untuk tingkat amannya, Agus mendorong para produsen dari power bank untuk membubuhkan teknologi agar penggunanya dapat mengetahi arus yang masuk sesuai dengan kebutuhan dari sel baterai serta teknologi yang digunakan untuk memutus arus agar kapasitasnya tidak berlebih.

Sekian dari informasi yang dapat saya berikan ulasan tentang power bank. Jika ada frase kata yang salah ataupun informasi yang diberikan tidak sesuai, saya selaku penulis meminta maaf akan hal tersebut. Apabila kamu merasa tergugah dengan artikel ini, silahkan share agar teman lainnya dapat juga mengetahuinya.