Hanya Dengan Google Maps, Kini Anda Bisa Menjelajahi Antariksa Sepuasnya

155

Luar angkasa atau antariksa merupakan sebuah tempat yang merujuk ke bagian yang relatif kosong dari Jagad Raya. Sebuah tempat di luar atmosfer dimana benda-benda “celestial” berada. Yang dimaksud dengan celestial ini adalah semua objek alami yang dapat dilihat di angkasa, seperti bintang, planet, bulan, asteroid, galaksi dan komet.

Sewaktu masih kecil, kita semua pasti pernahkan membayangkan diri kita sedang berada di luar angkasa? Bukan hanya semasa kecil saja, ketika sudah beranjak dewasa seperti sekarang ini pun terkadang kita pasti masih pernah membayangkannya, bukan?

Apalagi sekarang ini rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu semakin lama semakin besar. Tidak hanya sekedar ingin mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya keadaan di ruang angkasa tersebut, banyak juga orang yang bahkan sangat ingin pergi atau menjelajah ke sana. Apakah anda juga memiliki ketertarikan yang sama dengan kebanyakan orang tersebut?

Untuk anda yang memang sangat ingin melihat ruang angkasa tapi masih belum memiliki kesempatan untuk pergi langsung ke sana, sepertinya anda sudah tidak perlu lagi bermuram durja sekarang. Tahu kenapa? Karena berkat kemajuan teknologi di dunia ini, anda bisa melihat kenampakan di luar angkasa hanya melalui sebuah aplikasi.

Seperti apa ya kira-kira fitur aplikasi yang bisa melihat keadaan di luar angkasa tersebut? Penasarankan? Yuk baca penjelasannya di bawah ini:

Menjelajahi Luar Angkasa Dengan Fitur Baru Google Maps

Anda yang memakai smartphone pasti punya aplikasi google maps kan di dalamnya? Tidakbisa dipungkiri bahwa dengan adanya aplikasi ini, masyarakat menjadi sangat terbantu ketika ingin menemukan suatu lokasi tertentu. Jadi, kemana pun anda ingin pergi, anda tidak akan mengalami kesulitan untuk mencari lokasi seperti yang sebelum-sebelumnya.

Beberapa diantara anda mungkin masih ada yang belum tahu apa itu google maps. Jadi berikut ini akan dijelaskan sedikit mengenai pengertiannya. Google Maps adalah sebuah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google.

Layanan ini memberikan informasi mengenai citra satelit (penginderaan jauh), peta jalan, panorama 360°, kondisi lalu lintas dan perencanaan rute untuk bepergian ke suatu tempat yang ingin anda tuju dengan berjalan kaki, mobil, sepeda (versi beta), atau dengan angkutan umum.

Jika awalnya aplikasi google maps hanya sekedar memberikan petunjuk rute jalan seperti yang tadi dijelaskan di atas, namun kini fungsi tersebut sudah semakin meluas lagi.

Tak lagi hanya sekedar memberikan informasi mengenai arah (rute) atau lokasi tempat yang ada di bumi, kini dengan aplikasi ini anda juga bisa melihat bagaimana keadaan atau berbagai lokasi yanga ada di luar angkasa.

Anda bisa mengunjungi beberapa tempat di luar angkasa seperti bulan dan beberapa planet, serta melihat bagaimana lokasi-lokasi yang ada di sana.

Dengan fitur ini, pengguna dapat dengan mudah mengetahui bagaimana dinginnya satelit Enceladus dan Europa yang berselimut es. Pengguna juga bisa melihat planet kerdil Ceres yang terletak jauh dari sabuk asteroid planet Mars.

Fitur baru dari Google Maps yang akan membantu anda untuk menjelajahi tata surya secara virtual tersebut baru-baru ini saja diciptakan, untuk menghilangkan rasa penasaran masyarakat akan keadaan atau kondisi yang ada di luar angkasa.

Berdasarkan informasi yang didapat, fitur baru ini bisa menunjukkan berbagai macam planet, bulan dan stasiun luar angkasa yang ingin anda lihat atau kunjungi. Anda juga bisa berkeliling di sekitar planet Jupiter, Venus, ataupun mengagumi satelit milik Saturnus tanpa harus menggunakan bantuan dari pesawat ruang angkasa Cassini.

Ini merupakan sebuah kesempatan langka bagi anda yang sangat ingin untuk bisa melihat benda-benda langit secara langsung melalui Maps. Untuk menciptakan fitur ini, Google bekerja sama dengan seniman astronomi yang bernama Björn Jónsson dengan menggunakan data dari National Aeronautics (NASA) dan European Space Agency.

Walaupun pada aplikasi tersebut tidak terdapat kolom pencarian untuk lokasi tata surya, namun dengan adanya fitur ini anda bisa menjelajahi berbagai macam planet dengan memperbesar skalanya untuk bisa melihat planet tersebut secara lebih detail (zoom-in) ataupun memperkecil skala (zoom-out), kemudian berputar-berputar, ataupun melihat bintang-bintang yang mengelilinginya. Pokoknya anda bisa deh melihat planet-planet tersebut dengan lebih jelas lagi.

Tidak hanya itu saja, ada juga disajikan label pada setiap planet, bulan, area ataupun landmark, sehingga sangat membantu untuk mengarahkan anda untuk mengetahui hal-hal yang lebih detail mengenai area tersebut.

Contohnya saja jika anda memilih untuk mengitari planet Mars di dalam daftar yang telah disediakan, kemudian kamu bisa klik pada labelnya untuk mengetahui secara detail tentang area tersebut.

Google Maps antariksa ini juga menawarkan anda untuk berkunjung ke stasiun luar angkasa internasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISS.

ISS ini merupakan tempat dimana penelitian dan pengamatan gabungan dari 16 negara termasuk Amerika Serikat, Rusia dan Uni Eropa dilakukan. Penampakan yang ditampilkan ISS ini dibuat dalam bentuk 3D, sehingga para pengguna dapat melihat di mana permukaan yang terkena sinar matahari dan dimana sisi yang gelapnya.

Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station, ISS) ini pada dasarnya memang terbatas bagi pengunjung atau masyarakat umum. Akan tetapi, bukan berarti masyarakat umum tidak bisa merasakan seperti apa pengalaman saat berada di dalam bangunan raksasa yang melayang-layang ratusan kilometer di atas Bumi tersebut.

Itulah sebabnya mengapa Google pada akhirnya menawarkan pengguna internet untuk bisa “menelusuri” bagian dalam ISS lewat Google Maps secara spesifik via fitur Google Street View. Layaknya fitur Google Street View yang ada di Bumi, Google pun menambahkan beberapa foto interior dan bangunan ISS ke dalam Google Maps.

Jadi dengan demikian, para penggunanya bisa langsung merasakan sensasi berjalan-jalan di dalam ISS, dengan format panorama 360 derajat, hanya dengan menggerakan kursor untuk menyaksikan semua sudut ISS secara lebih detail.

Bukan cuma itu, tur virtual ini pun mengambil foto-foto, seperti ruangan ISS dimana para astronot tinggal, serta interior dari pesawat luar angkasa komersil ATK Cygnus dan SpaceX Dragon.

ISS sendiri terdiri dari 15 modul dengan fungsi yang berbeda, mulai ruangan khusus untuk tidur hingga cupola yang bertugas untuk mengobservasi Bumi.

Nah, yang menjadi perbedannya dengan Google Street View Bumi yang foto-fotonya diambil dengan mobil khusus adalah foto-foto ISS diambil dengan fotografer astronot Thomas Pesquet, yang juga mengabdi kepada European Space Agency (ESA). Ia tinggal di ISS pada periode Januari – Juni 2017.

Pesquet mengaku bahwa dirinya hanya mengambil beberapa foto ISS dengan menggunakan kamera DSLR. Kemudian ia mengirimkannya ke Google agar bisa diubah ke format panorama 360 derajat untuk Street View.

Bisa dikatakan bahwasannya ISS telah menjadi tempat pertama di luar Bumi yang bisa dijelajahi via Google Street View. Jika anda merasa penasaran seperti apa rasanya menjelajahi Stasiun Luar Angkasa Internasional tersebut bisa mencobanya dengan menggunakan aplikasi google maps tersebut.

Sebenarnya beberapa tahun yang lalu, Google telah memberi kesempatan kepada masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menjelajahi objek di luar angkasa dengan bebas. Namun, pengalaman itu sebagian besar dikurung di Google Earth, yaitu sebuah perangkat lunak pemetaan 3D milik perusahaan.

Tapi untuk sekarang, perusahaan tersebut elah mengumumkan bahwasannya berbagai tujuan jarak jauh sekarang dapat dilakukan secara langsung di browser web, melalui fitur baru Google Maps yang disebut “Planet.”

Seperti yang sudah agak disinggung sedikit di atas tadi, meskipun disebut sebagai “planet”, namun bukan berarti anda hanya bisa melihat berbagai planet saja di sana, karena anda juga bisa menjelajahi bulan, beberapa planet kerdil dan bahkan International Space Station.

Tapi sayangnya peta tersebut membatasi tingkat penjelajahan ada di tempat-tempat tertentu sehingga anda tidak bisa melakukan kegiatan zoom in, zoom out ataupun memutar kenampakan, terutama di area kutub.

Tujuan Luar Angkasa di Google Maps

Fitur google maps yang bisa digunakan untuk menjelajahi luar angkasa ini memiliki tujuan tempat atau daerah yang biasa anda pantau. Berikut ini adalah tujuan luar angkasa di dalam Google Maps yang dapat anda jelajahi:

  • Stasiun ruang angkasa Internasional

Google Maps akan membawa anda untuk memulai penjelajahan dari di dalam modul Cupola, jendela multi-pane yang menghadap ke bawah Bumi. Saat anda berada di sana, pastikan untuk berputar-putar dan mengklik Node 3, yaitu rumah Kompartemen Limbah dan Kebersihan (toilet) yang terkenal dari NASA.

Di samping toilet terdapat Sistem Pemulihan Air yang relatif masih baru. Perangkat ini mengumpulkan urin astronot, keringat, dan nafas mereka, lalu mendaur ulang 93 persennya menjadi air minum segar. Wow, kedengarannya sangat hebat meskipun agak sedikit menjijikkan, ya kan guys?

Ketika anda menjelajah lebih jauh lagi dari modul cupola ini, anda juga bisa memeriksa rangkaian pesawat stasiun, yang disebut dengan unit mobilitas eksternal.

  • Bulan ( Satelit Bumi )

Kenampakan yang terlihat di dalam google maps antariksa yang bisa anda gunakan dari smartphone ini disajikan dengan resolusi tertinggi yang tersedia dari NASA, ESA, dan sumber-sumber lainnya, yang digambarkan di atas gambar dengan resolusi yang lebih rendah.

Kalau biasanya anda hanya bisa melihat bulan dari jauh (dari bumi), kini anda bisa melihat permukaannya dengan lebih detail dengan menggunakan aplikasi tersebut. Anda juga bisa tahu nama-nama daerah yang ada di sana.

  • Planet Mars

Planet mars adalah planet yang berada pada urutan keempat dalam tata surya setelah Bumi. Planet ini memiliki banyak gunung berapi, ngarai dalam dan probe robotik. Planet yang dikenal sebagai planet merah ini merupakan planet yang paling menyenangkan untuk dijelajahi di Google Maps.

Dalam beberapa dekade ini, gambar dan sejumlah data dari mars yang diambil oleh satelit, termasuk informasi ketinggiannya ini, kini memungkinkan anda untuk merasakan bagaimana rasanya melakukan perjalanan melalui ngarai Mars.

Ngarai adalah daerah (lembah terjal) yang terdalam di tata surya. Jika Elon Musk dan SpaceX telah berhasil menemukan cara untuk menuju ke sana dengan mudah, mungkin suatu saat kita bisa menjelajahinya secara nyata.

  • Enceladus

Anda pasti pernahkan melihat gambar dari planet saturnus? Planet yang satu ini memiliki bentuk yang sangat khas, yang ditandai dengan adanya lingkaran seperti cincin yang mengelilinya. Cincin inilah yang menjadi salah satu daya tarik sendiri dari planet yang terletak di urutan ke-6 tersebut.

Nah, Enceladus sendiri adalah salah satu satelit yang mengelilingi planet bercincin ini. Satelit alami saturnus ini ditemukan pada tahun 1789 oleh William Herschel. 

Meskipun ukurannya terbilang kecil, Enceladus memiliki jenis permukaan yang beragam mulai dari permukaan “crater” yang banyak dan tua, sampai dengan terain yang dibentuk akibat terjadinya tektonik muda.

Selain itu, ada juga Outgassing yang berada dekat dengan daerah kutub selatan, yang memiliki permukaan yang berumur muda dan juga kehadiran pengeluaran panas internal yang menandakan bahwa Enceladus dan daerah kutub selatan khususnya, masih aktif secara geologis hingga sekarang ini.

Enceladus sendiri adalah salah satu dari tiga badan tata surya (bersama dengan satelit Jupiter yaitu Io dan satelit Neptunus yang bernama Triton) dimana letusan aktifnya dapat diamati.

  • Ceres

Ceres yang dimaksud di sini bukan ceres yang sering dijadikan sebagai salah satu bahan untuk toping kue ya guys. Ceres (planet minor 1 Ceres) adalah satu-satunya planet katai yang terdapat di Tata Surya Dalam.

Ceres merupakan benda langit berbatu dan ber-es yang memiliki diameter sebesar 950 km dan merupakan planet katai terkecil yang pernah ditemukan.

Massa Ceres sendiri meliputi sepertiga massa sabuk asteroid. Ditemukan pada tanggal 1 Januari 1801 oleh Giuseppe Piazzi, Ceres merupakan asteroid pertama yang ditemukan olehnya, meskipun pada saat itu awalnya objek ini diklasifikasi sebagai planet.

Pada tanggal 24 Agustus 2006 yang lalu, Persatuan Astronomi Internasional memutuskan untuk mengubah status Ceres menjadi “planet katai“.

Permukaan Ceres ini mungkin merupakan campuran antara es dan berbagai mineral terhidrasi, seperti karbonat dan lempung. Planet katai ini tampaknya terdiferensiasi dengan inti yang berbatu dan mantel yang ber-es dan mungkin memiliki samudra di bawah permukaannya.

Dari Bumi, magnitudo Ceres tampak bervariasi, yaitu antara 6.7 hingga 9.3, sehingga terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang kecuali jika langit dalam keadaan yang sangat gelap.

Ada informasi yang mengatakan bahwa Ceres dikotori dengan fitur yang membingungkan, seperti bintik putih terang di Occator Crater. Periset menduga bahwa itu adalah garam yang ditinggalkan oleh es yang meleleh. Ada juga fitur berbentuk piramid yang ditrmukan di sana.

Wahana Dawn yang diluncurkan oleh NASA pada tanggal 27 September 2007 diperkirakan akan menjadi wahana pertama yang menjelajahi Ceres.

Wahana tersebut meninggalkan asteroid 4 Vesta pada tanggal 5 September 2012 dan akan mencapai Ceres pada tahun 2015. Planet kerdil ini adalah objek terbesar di Asteroid Belt, meski Anda mungkin belum pernah mendengarnya.

  • Pluto

Awalnya pluto dianggap sebagai sebuah planet, tepatnya planet yang berada diurutan kesembilan dalam tata surya. Akan tetapi sampai bulan Juli 2015 yang lalu, tidak ada yang tahu seperti apa sebenarnya Pluto itu. Hal ini mungkin disebabkan karena planet ini letaknya sangat jauh.

Namun misi New Horizons telah berhasil mengubah semua itu dengan flyby berkecepatan tinggi dan menemukan bahwa ternyata ada dunia yang jauh dan dingin, bahkan memiliki samudera yang bersembunyi di bawah permukaannya.

Pada tahun 1992, status planet dari pluto ini dipertanyakan setelah para astronom menemukan sabuk Kuiper, lingkaran objek di luar Neptunus yang mencakup Pluto dan benda-benda lainnya. Tahun 2005, Eris, yang massanya 27% lebih besar daripada Pluto pun ditemukan.

Persatuan Astronomi Internasional (IAU) pada akhirnya mengeluarkan definisi resmi “planet” untuk pertama kalinya pada tahun 2006.

Menurut mereka, pluto tidak sesuai dengan definisi yang telah mereka tetapkan dan akhirnya pluto dipindahkan ke golongan “planet katai” yang baru saja dibuat, atau lebih tepatnya disebut plutoid. Tapi meskipun begitu, sejumlah astronom masih tetap meyakini bahwa Pluto masih dianggap sebagai planet.

Pluto sejauh ini diketahui memiliki lima buah satelit, yaitu Charon yang merupakan satelit terbesar, dimana diameternya separuh dari diameter Pluto, Styx, Nix, Kerberos dan Hydra.

Antara Pluto dan Charon terkadang dianggap sebagai sistem biner, karena barisenter orbit mereka terletak di antara kedua objek ini. Karena IAU belum meresmikan definisi planet katai biner, maka Charon masih dinyatakan secara resmi sebagai satelit Pluto.

Untuk informasi seputar daerah-daerah yang ada di pluto, Google Maps tidak memiliki data elevasi untuk daerah pegunungan Pluto, namun gambarnya cukup mencolok dan menyenangkan untuk dijelajahi.

Setelah anda membaca artikel ini, pasti anda mulai tertarik kan untuk mencoba aplikasi google maps terbaru ini? Tapi sayangnya mungkin banyak diantara anda yang masih belum tahu bagaimana cara atau langkah-langkah untuk menggunakan aplikasi ini untuk bisa melihat kenampakan dari planet lain dan benda-benda langit lainnya, yang terdapat di luar angkasa, iya kan?

Anda tidak perlu khawatir karena di bawah ini sudah disajikan video yang akan membantu anda menemukan informasi untuk menemukan cara melakukannya. Coba perhatikan saja dulu langkah demi langkah yang dijelaskan di sana, kemudian coba praktekkan sendiri dengan menggunakan smartphone anda.

Kalau sudah, silahkan berkeliling dan menjelajahi berbagai tempat di luar angkasa yang anda sukai. Selamat mencoba ya guys. Semoga hari anda menyenangkan.