Melewati Masa Koma, Pria Asal Swiss Ini Membocorkan Kehidupan Masa Depan

212

Jika diberi 1 permintaan untuk memilih apa yang ingin kamu minta? Tanda tangan artis kesukaanmu? Hidup dengan kekayaan tidak pernah habis? Atau Berjalan-jalan mengelilingi dunia? Pastinya banyak yang memiliki impian berbeda-beda ya. Akan tetapi pernah gak terlintas, kalau kamu memiliki keinginan untuk mengetahui masa depan dari kehidupan manusia?  Pasti sangat membuat penasaran kan? Apakah manusia-manusia akan memakai robot sebagai pengganti untuk mengerjakan pekerjaan mereka? Itu semua masih menjadi misteri!

Di balik itu semua, sebenarnya ada 1 hal unik yang dialami oleh seorang guru asal Swiss-Austria dimana dia melakukan perjalanan lorong waktu hingga abad ke-30. Apa yang dilihat dia mungkin akan membuat kamu tercenggang! Daripada kelamaan, chekidot aja di bawah ini!

Perjalanan Ke Masa Depan disaat koma

Tepat 95 tahun yang lalu, Paul Amadeus Dienach mengalami koma yang sangat lama hingga setahun dikarenakan mengidap penyakit misterius. Selama koma, arwahnya mengarungi perjalanan lorong waktu dan merasuki tubuh seseorang yang hidup di abad ke-30. Ketika terbangun dari koma, dia sudah berada 1 tahun kedepannya yaitu di tahun  1922. Banyak pengetahuan yang dia peroleh selama itu serta informasi-informasi berharga.

Dengan menyadari kondisi tubuhnya yang tidak dapat bertahan lama lagi, dia pun memutuskan untuk menulis semua rekaman yang bisa diingatnya dan pengalamannya selama disana dalam buku hariannya. Dengan kemampuan terbatas yang dimilikinya, dia pun menulis layaknya manusia biasa di dalam sebuah catata harian dan sama sekali tidak memiliki harapan buku tersebut akan diakui atau diterbitkan oleh siapapun.

Prediksi Dienach tentang umat manusia di masa depan

Menurutnya, pada tahun 2000-2300, seluruh manusia di dunia masih berhadapan dengan faktor kelebihan penduduk yang meninggi dan juga ekologi lingkungan. Sistem moneter yang salah dan juga ekonomi kehidupan manusia yang tidak stabil membuat orang-orang yang sibuk dalam bertahan hidup. Waktu utnuk menemukan jati diri dan pengembangan spiritual sangat minim.

Di tahun 2204, manusia mulai berpindah dan membentuk koloni di Mars. Saat itu, Mars dihuni oleh 20 juta penduduk. Namun, bencana besar datang dalam skala besar pada tahun 2265 yang menutup harapan mereka untuk membentuk kolonisasi lagi di Mars.

Dienach juga melihat banyak masalah yang belum terpecahkan! Salah satunya di tahun 2309 dimana bumi harus dihadapkan pada masalah besar. Bencana yang harus dihadapi bukan berasal dari alam, malahan semua itu disebabkan oleh Perang Dunia. Perbedaan warna kulit menjadi salah satu alasannya dimana orang -orang yang memiliki warna kulit kuning dan hitam nyaris dibinasakan semua saat itu.

Di tahun 2396, Para manusia yang tersisa di dunia membentuk sebuah asosiasi yang dinamakan “The Global Union of Nations “. Namun pembentukkan ini bukan berasal dari politisi ataupun pengusaha. Anggota dari asosiasi ini adalah pakar ilmuan, kemanusiaan dan juga teknologi. Anggota berasal dari voting setiap negara. Di tahun ini, tidak digunakan mata uang lagi. Setiap manusia diperbolehkan untuk memiliki sumber daya yang ada untuk direalokasi. Kelebihan Penduduk dan juga masalah ekologi pun terpecahkan. Sayangnya, dengan tidak adanya kehadiran mata uang membuat manusia tidak bekerja lagi secara aktif. Berbekal hidup sederhana, tahun dihitung kembali dari tahun pertama 2396 (setelah AD).

Kemampuan manusia di abad ke-30

Praktik ini ternyata ditentang oleh pemerintahan global yang berbentuk totalitarianisme baik itu dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung selama beberapa abad. Ketika itu masyarakat hanya  dibekali kesadaran nasional dan tidak memikirkan kesadaran akan dunia global.

Setelah 5 abad, terjadi lagi perubahan dimana orang-orang yang memiliki spiritual yang lemah didekatkan dengan “kegelapan yang unik” hingga tahun 3400. Memasuki abad ke-30 tepatnya di tahun 3382, dunia kembali dihidupkan dengan adanya kemampuan spritual baru yang dinamakan “Direct Knowledge” atau “The Great Spiritual Light”. Entah dari mana datangnya, “Pengetahuan Khusus” atau disebut juga “Cahaya Spiritual” secara langsung didapatkan manusia yang menjadikannya sebagai era mutasi dari otak manusia.

Sekitar tahn 3400 hingga 4000, “zaman kegelapan” yang berlangsung hampir 10 abad berakhir dan berganti menjadi zaman keemasan. Asosiasi yang bernamakan “The Global Union of Nations ” pun tidak lagi berisikan para ilmuan dan ahli lainnya. Ketika itu dibentuklah sebuah ikatan baru yang dinamakan “Universal Creators”.

Manusia yang dalam ikatan ini menggabungkan seluruh kemampuan dan kualitas dari filsuf, seniman, ilmuwan, mistik dan lainnya. Segala materi digratiskan saat itu termasuk rumah, makanan, pakaian, transportasi dan lainnya. Tidak ada kata kepemilikkan pribadi. Yang ada tinggal “kehormatan dan reputasi”.

Manusia-manusia yang hidup pada zaman tersebut hanya perlu bekerja 2 tahun di usia 17-19 tahun. Semua penduduk bumi hanya bersisa kurang dari satu miliar orang. Kehadiran bebragai produk yang datang membuat kehidupan setiap manusia menjadi sangat semarak. Tidak adanya kata kriminal ketika itu dan hanya ada segelintir peraturan yang dibuat dalam sekeleompok lingkungan masyarakat. Tidak akan ada lagi standar teknologi dan material dalam menentukan tingkat keberhasilan. Semua itu hanya tinggal emosional dan mental untuk menunjukkan prestasi dari seseorang.

Saat itu hanya berlaku 3 peraturan hukum yakni

  1. Jangka kerja 2 tahun
  2. Cara pendistribusian barang dan juga termasuk perjalanan lalu lintas
  3. Kestabilan dari populasi penduduk.

Semua hal yang dituangkan oleh Dienach dalam buku hariannya dan dituliskan kembali oleh muridnya. Penulisnya menyebutkan jika Dienach mengalami situasi medis unik yang disebut dengan “Conscious Slide”. Penulis juga menceritakan jika Dienach tidak diberitahu tentang kejadian yang terjadi mendekati abadke-20. Hal ini ditakutkan jika dia mengetahui kondisi tersebut maka tanpa sengaja Dienach akan mengubah segala sejarah yang berhubungan dengan kehidupannya. Setelah membaca cerita yang dialami oleh Dienach, apakah kamu mempercayainya? Hal ini bisa saja nyata! Menurut Profesor JB Rhine dari Duke University di tahun 1934, kemampuan melihat masa depan ini dinamakan dengan Extrasensory Perception/ESP. Well, benar atau tidaknya misteri masa depan ini, kita juga tidak dapat menunggu hingga jauh kesana. Jadi, biarkanlah generasi kesekian kalimu yang mengalaminya. Enjoy your life and be healthy Guys!