Toutatis, Asteroid Yang Pernah Menggegerkan Dunia

258

Masih ingatkah kalian tentang isu kiamat yang sudah beredar hebat di tahun 2012 lalu? Pastinya tiap orang di waktu tersebut merasakan kengerian yang menakutkan ya? Yap, bukan hanya kita, semua dunia merasakan hal serupa. Berita hoax ini membuat banyak kalangan yang beranggapan berita ini dibesar-besarkan agar mendongkrak kepopuleraritas dari film berjudul 2012 yang menceritakan tentang kiamat dari dunia.

Tidak hanya berasal dari film, dulunya Bangsa Maya sendiri pernah meramalkan jika kiamat tersebut akan terjadi pada tahun tersebut. Ramalan tersebut bukan dibuat-buat tanpa didasari bukti. Kesimpulan kiamat tersebut dicetus karena adanya asteroid ukuran raksasa yang berada sangat dekat dengan Bumi. Asteroid tersebut dinamakan Asteroid 4179 atau yang dinamakan Toutatis.

Apa itu Toutatis?

Toutatis adalah sebuah asteroid yang berasal dari asteroid Apollo. Asteroid ini terletak dekat dengan Bumi dan dibentuk dari
nebula matahari primordial sebagai pecahan planetisimal, yang merupakan sesuatu dari nebula matahari muda yang tidak cukup besar untuk menjadi sebuah planet. Eksentrisitas orbit asteroid ini tercatat sebesar 0.630, sementara magnitudo mutlaknya adalah 15.30.

Jika diteliti, satu meteor berukuran kecil seperti bola basket saja bisa membuat lubang cukup besar di bumi. Jadi bayangkan saja apa dampak dari asteroid ini yang tidak sebesar planet namun juga tidak sekecil meteorit. Pastinya ledakan yang luar biasa yang dihasilkan dari kecepatan tabrakan asteroid ini ke Bumi dapat disetarakan dengan daya ledak sebanyak 500 juta bom atom!

Asteroid ini sempat dekat dengan Bumi

Dengan ukuran sebesar 4,8 kilometer, besar asteroid ini memang sungguh sangat mengerikan. Tepat disaat tanggal 12-12-2012, asteroid ini diramalkan suku Maya akan menghancurkan Bumi. Kesimpulan ini didatangkan karena Toutatis telah mencapai titik terdekat dengan Bumi.

Untungnya titik paling dekat tersebut tidak menimbulkan bahaya. Jarak 18 kali dari Bulan ke Bumi atau 70 kilometer setidaknya masih memberikan zona “aman” bagi planet ini.

Penampakan pertama dari Toutatis

Toutatis pertama kali dilihat manusia pada tahun 1934. Akan tetapi, baru resmi diumumkan pada tahun 1989. Asteroid ini berputar mengelilingi matahari setiap 4 tahun sekali. Menurut para peneliti, para astronom tidak begitu mengenal tentang asteroid ini. Meskipun begitu, NASA menempatkan asteroid ini dalam daftar obyek yang memiliki potensi bahaya.

Namun, penelitian tetap menguatkan bahwa Toutatis akan menabrak Bumi. Diperkirakan beberapa ratus tahun mendatang. Asteroid ini juga diperkirakan akan melintas dekat dengan Bumi kembali pada November 2069. Ketika itu, asteroid ini akan terbang dengan jarak lebih dekat lagi yaitu 3 juta kilometer dari Bumi atau jika dikalikan sebesar 7,7 kali dari jarak Bumi ke Bulan.

Asteroid Toutatis diduga yang memusnahkan Dinosaurus di masa lampau

Para peneliti sepakat jika semua benda langit yang memiliki ukuran panjang setidaknya 1 kilometer akan berdampak buruk yang sangat besar. Salah satu akibat buruknya adalah mengubah iklim di bumi secara drastis. Sebagai contohnya saja, sekitar 65 juta tahun lalu dimana kita belum lahir, terjadinya kiamat mengerikan yang telah membumi hanguskan jaman purba kala tersebut.

Dipercaya, dalang dari semua hal itu adalah Toutatis. Asteroid tersebut diduga memiliki ukuran raksasa dengan lebar 10 kilometer. Benturan dari asteroid besar tersebut seketika membunuh binatang terbesar yang pernah ada di Bumi ini. Hempasannya ini menimbulkan angin besar yang sanggup untuk mencabut pohon besar dari akarnya dan membuat dunia menjadi gelap karena debu dan benda yang berterbangan.

Adanya asteroid lain yang juga berbahaya selain Toutatis

Rocosmos atau Badan Antariksa milik Rusia berpendapat adanya asteroid lain yang berpotensi berbahaya selain Tautatis. Objek luar angkasa tersebut dinamakan Apophis, yang diprediksi memiliki potensi untuk menabrak Bumi. Asteroid dengan lebar 300 meter ini pernah menjadi berita utama di tahun 2004.

NASA melaporkan adanya peluang tabrakan dari asteroid ini adalah sebesar 1 banding 223. Apophis, diduga dapat menabrak Bumi di tahun 2029. Dan, untungnya observasi lanjutan mengatakan benda tersebut tidak akan menabrak sampai Bumi, hanya akan melintas dengan jarak paling dekatnya dan masih tergolong aman.

Meskipun tidak sampai menubruk Bumi, tetapi jarak terdekat dari asteroid-asteroid ini ditakutkan akan berpeluang untuk melintas kembali dengan Bumi dalam waktu yang singkat dikarenakan gaya dari gravitasi di Bumi. Well, terakhirnya semua itu berada di tangan Sang pencipta. Semua sudah diatur sedemikian dari Galaksi, gugusan hingga pada porosnya, jadi jika memang belum saatnya, tidak akan terjadi. Untuk itu, sebelum adanya peluang tersebut terjadi, jagalah semuanya dan berusahalah selalu memberikan yang terbaik di setiap kehidupan kita ini.