Buku Lama Anda “Menguning” Seiring Berjalannya Waktu? Ini Dia Penyebabnya

530

Apakah anda punya buku-buku atau koran-koran lama di rumah, yang mungkin sudah sekitar 3 tahunan atau lebih anda simpan? Kalau ada, bisakah anda mengeluarkan beberapa diantaranya? 2 atau 3 buah misalnya. Kalau sudah, coba buka halaman demi halaman pada buku atau koran tersebut.

Adakah hal yang berbeda yang anda lihat di sana? Warna kertas pada buku atau korban tersebut kini sudah tak sama seperti pada saat awal-awal anda membelinya, bukan?

Beberapa tahun yang lalu mungkin kertas-kertas tersebut warnanya masih putih, tapi sekarang tampaknya sudah berubah menjadi kuning, kan? Pernahkah anda bertanya-tanya tentang hal ini? Kok bisa ya kertasnya jadi berubah warna begitu? Apa yang terjadi?

Anda yang merasa penasaran dengan jawabannya, silahkan membaca penjelasannya di artikel ini. Tapi jika anda merasa hal ini tidak begitu penting untuk anda ketahui, coba saja dulu membacanya, mana tahu tiba-tiba anda berubah pikiran.

Alasan Kenapa Buku atau Koran Lama Berubah Warna Menjadi Kuning

Di zaman dimana hampir seluruh kehidupan manusia diisi oleh berbagai teknologi canggih seperti sekarang ini, mungkin penggunaan kertas sudah jauh lebih berkurang, jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, dimana teknologi belum menjadi semarak ini.

Kalau sekarang, apa-apa sudah menggunakan bantuan internet. Salah satu dampak yang sangat dirasakan hampir oleh seluruh masyarakat adalah dalam hal pengerjaan tugas sekolah atau kuliah. Kini masyarakat sudah tidak perlu lagi repot-repot pergi ke toko buku atau perpustakaan untuk mencari buku saat ada tugas.

Cukup dengan duduk manis di rumah, anda sudah bisa mendapatkan informasi apapun yang anda butuhkan. Ya pastinya anda juga harus punya laptop atau komputer yang terhubung dengan internet atau data.

Kalau anda tidak punya komputer, anda juga bisa melakukannya dengan cara searching dari handphone anda. Tapi meskipun begitu, sejauh ini buku atau koran dalam bentuk fisik masih eksis di masyarakat.

Baiklah, kita tinggalkan sejenak teknologi tersebut untuk kembali pada topik awal, yaitu mengenai buku atau koran lama yang menjadi kuning dari waktu ke waktu. Berikut penjelasannya.

Kertas Terbuat Dari Kayu

Seperti yang kita telah ketahui, buku atau katakanlah kertas pengisi buku atau koran yang sering kita jumpai, baca atau gunakan, umumnya adalah terbuat dari kayu. Kayu tersebut mengandung dua jenis polimer yang dikenal sebagai selulosa putih (white cellulose) dan Lignin.

Anda pasti pernah mendengar istilah selulosa putih ini, bukan? Itu merupakan komponen struktural utama dari dinding sel tumbuhan hijau. Selulosa inilah biasa digunakan untuk memproduksi kertas.

Sama seperti selulosa, lignin juga merupakan komponen yang terdapat di hampir semua dinding sel tanaman, terutama pada tanaman kering. Dari semua polimer tanaman yang ada, lignin merupakan satu-satunya yang tidak terdiri dari monomer karbohidrat.

Pada tumbuhan, lignin bertindak sebagai perekat untuk mengikat serat selulosa. Ini adalah polimer atau zat yang dibentuk oleh penggabungan molekul sederhana menjadi molekul raksasa, yang bertindak atau memiliki peran yang berbeda dari molekul yang lebih kecil.

Dr. Hou-Min Chang, yang merupakan seorang profesor ilmu kayu dan kertas di Universitas Negeri N.C di Raleigh, N.C., mencoba membandingkan lignin dengan beton yang digunakan dalam bangunan, dengan selulosa sebagai rangka baja.

Hasil yang didapat menunjukkan bahwa tanpa lignin, sebatang pohon hanya bisa tumbuh sekitar 6 kaki saja. Tak hanya itu saja, Lignin ini juga lah yang membantu melindungi kayu dari hama dan kerusakan lainnya.

Penyebab Kertas Menjadi Kuning

Beberapa orang menyebut lignin sebagai zat gelap yang terdapat di dalam kayu, karena komponen penyusun dinding tumbuhan ini memiliki warna gelap yang alami, yang berfungsi membuat kayu menjadi keras, kaku dan bergerak tegak. Nah, lignin ini pula lah yang berperan menyebabkan kertas berubah warna menjadi kuning dari waktu ke waktu. 

Paparan lignin ke udara dan sinar matahari adalah penyebab berubahnya warna pada kertas atau menyebabkan kertas menjadi kuning. Saat terkena sinar matahari dan udara, lignin akan mengalami proses oksidasi dan kemudian terurai menjadi asam fenolik yang berwarna kuning.

Itulah sebabnya kenapa buku atau koran-koran lama anda di rumah mengalami perubahan warna dari putih menjadi kuning, sekalipun anda menyimpannya di dalam rumah yang tidak terpapar oleh sinar matahari langsung. Tapi paling tidak mereka pasti terkena paparan udara, bukan?

Tapi menurut Dr. Chang, jika buku atau koran tersebut disimpan di tempat yang sepenuhnya terhindar dari sinar matahari dan udara, maka mereka akan tetap berwarna putih.

Biasanya, kertas koran yang diproduksi dengan biaya seminimal mungkin (se-ekonomis), memiliki lebih banyak kandungan atau campuran lignin di dalamnya, dibandingkan dengan kertas-kertas lain yang bertekstur lebih halus. Di penggilingan, kayu yang akan digunakan untuk membuat kertas koran akan digiling bersama dengan lignin dan bahan lainnya.

Produsen kertas pada umumnya memanfaatkan penggunaan lignin ini dalam pembuatan beberapa jenis kertas, seperti kertas kraft coklat atau kertas coklat gelap yang biasa digunakan sebagai kertas kantongan toko dan kardus kaku dan kokoh, karena mereka memiliki lebih banyak lignin di dalamnya.

Jenis kertas tersebut sama sekali tidak menggunakan bahan kimia pemutih. Tidak masalah seberapa gelapnya mereka, karena pencetakan kertas untuk jenis ini terbatas. Sedangkan untuk membuat kertas putih halus, pabrik memasukkan kayu ke dalam proses pelarut kimia, yang akan memisahkan dan membuang lignin yang terkandung pada kayu tersebut.

Setelah dipisahkan, yang tertinggal hanyalah selulosa murni yang berwarna putih. Nah, inilah yang membuat kertas tersebut tampak lebih putih dan lebih tahan terhadap proses penguningan.

Cara Mencegah Buku Lama Menguning

Setelah tadi kita membahas tentang buku atau koran lama yang mengalami perubahan warna setelah lama di simpan, kini saatnya kami memberitahu anda cara untuk mencegah hal tersebut terjadi. Anda pasti kurang tertarikkan membaca buku yang kertas sudah tidak bersih atau putih lagi? 

Hal ini wajar, karena penampilan buku sangatlah penting. Semakin cantik tampilannya, maka akan banyak yang tertarik untuk melihat dan membacanya. Tapi kalau dudah menguning, siapa pun pasti tidak begitu selera untuk membacanya (meskipun tidak semua orang seperti itu.

Dan karena alasan tersebut, kini kertas dibuat bebas dari kandungan asam. Bagaimana caranya? Untuk menciptakannya, lignin yang terkandung di dalam kayu harus dikeluarkan. Di pembahasan tadi kami juga sudah sempat menyinggung masalah ini.

Dengan cara tersebut, tidak hanya kertas dengan warna yang putih saja yang akan dihasilkan, tapi juga kertas modern yang bisa bertahan lebih lama dan bertekstur lebih halus, dibandingkan dengan jenis kertas sebelumnya, yang dibuat dengan lignin.

Kelemahan dari cara ini adalah, produsen harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal dari pembuatan kertas dengan kandungan ligmin dan membutuhkan proses kimia tambahan dalam proses penghilangan ligmin tersebut.

Jadi, anda tidak perlu heran jika melihat koran berwarna kecoklatan seiring waktu, karena memang diproduksi secara massal dan diproduksi dengan biaya yang lebih kecil. Ini berbeda dengan proses pembuatan kertas putih yang umumnya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.

Karena banyak buku yang umumnya dibuat dengan menggunakan lignin, seperti misalnya buku atau dokumen sejarah lama, atau mungkin anda memiliki buku-buku lama yang lainnya, ketahuilah bahwa anda bisa meminimalkan perubahan warna yang terjadi dengan menjaga mereka di dalam lingkungan yang stabil dan bebas asam.

Usahakanlah untuk menyimpan mereka di tempat yang kering (tidak lembab), gelap dan bebas dari hama serangga. Cara ini cukup ampuh lho, guys. Kalau tidak percaya, anda bisa mengunjungi museum sejarah untuk membuktikannya.

Di tempat ini, makalah sejarah dan dokumen yang lainnya disimpan pada suhu ideal, sehingga sejarah tersebut tetap aman dan bisa dilihat oleh generasi mendatang.

Selesai sudah informasi ini kami sampaikan. Sekarang anda sudah tahu kan alasan buku-buku lama anda berubah warna atau menguning dari waktu ke waktu? 

Karena anda sudah tahu, maka mulai sekarang buku-buku anda yang masih baru atau dalam kondisi yang masih bagus harus anda beri perlakuan seperti yang telah kami sebutkan tadi.

Itupun kalau anda memang tidak ingin buku tersebut menguning. Tapi kalau anda tidak peduli dengan hal tersebut, maka beberpa tahun kedepan anda akan melihat tampilan buku anda tak semenarik saat pertama anda membelinya. So, tentukan pilihan anda sekarang.