Scorpions, Raja Rock Asal Jerman

1955

Apakah kalian termasuk penggemar dari band bergenre Rock? Jika iya, band mana yang kalian favoritkan? Pastinya berbeda-beda ya. Mungkin ada yang menyukai band rock karena dari lagunya, mungkin sebagian fans sama gitarisnya. Apakah ada yang menyukai Scorpions? Yap, Scorpions juga termasuk salah satu band Rock yang sudah melegenda di dunia. Scorpions adalah band rock yang bergaya musik heavy metal asal Jerman yang dibentuk di tahun 1965. Lagu-lagu mereka melambung naik ketika di era 1980-an seperti Rock You Like a Hurricane dan single mereka di antaranya No One Like You, Send Me an Angel, Still Loving You, dan Wind of Change. Band ini bahkan menjadi salah satu band yang terpopuler sepanjang masa , dengan klaim penjualan lebih dari 100 juta rekaman di seluruh dunia.

Awal pembentukkan Scorpions

Pembentukkan ini diawali dari gitaris mereka yaitu Rudolf Schenker dimana saat itu dia masih berusia 17 tahun. Saat itu ia berdiri di depan sebuah toko yang menjual piringan hitam di Hannover dan mendapati sebuah poster yang terpapang di depan toko. Poster tersebut mengumumkan sebuah konser musik rock yang akan diadakan. Hanya melihat poster tersebut, ia langsung berkeinginan untuk menjadi pemusik rock.

Schenker mendirikan band pertamanya bersama seorang pemain drum, Wolfgang Dziony, yang dinamakan Nameless dimana Schenker sendiri menjadi vokalis. Kemudian mereka mengganti namanya setelah beberapa orang masuk dalam band tersebut. Pada tahun 1972, kelompok ini merilis album pertama mereka yang bernama ‘Lonesome Crow’ dengan Lothar Heimberg pada bass dan Wolfgang Dziony pada drum. Adik dari Schenker sendiri, Michael Schenker berada di posisi gitar dan Klaus Meine sebagai vokalis baru. Hanya berselang 1 tahun, Michael keluar dari band yang digantikan ole Uli Roth, dimana mereka memulai untuk tur pertama mereka.

Kesuksesan pertama pun mereka raih ketika manggung di Jepang. Roth pun memutuskan keluar dan membentuk Electric Sun karena merasa bahwa arah dari musiknya berbeda dengan Scorpions. Sebelum Roth keluar, mereka telah membuat double live album yang direkam di Tokyo yang dirilis pada tahun 1978. Pertengahan tahun 1978, setelah melakukan audisi sekitar 140 gitaris, Scorpions merekrut gitaris Matthias Jabs .

Jaya di luar negeri

Mereka pun merilis album selanjutnya yaitu ‘Animal Magnetism’ pada tahun 1980 yang berisi musik klasik seperti ” The Zoo “dan” Make It Real “. Masalh pun tiba-tiba muncul dimana Meine harus digantikan Don Dokken karena harus menjalani operasi pada pita suara. Gosip pun menyebar, banyak yang mengatakan Meine telah dipecat dan digantikan oleh Don Dokken. Scorpions pun membuktikan rumor tersebut tidak benar dengan kembalinya Meine ketika merilis album ‘Blackout’ yang dirilis bersamanya.

Album ini bahkan menjadi album terlaris mereka hingga saat ini dimana sudah terjual satu juta copy dalam waktu singkat. Suara dari Meine juga tidak menunujukkan tanda-tanda kelemahan dari album ini. Scorpions mendapatkan lebih dari 375.000 penggemar dan melakukan tur ke Amerika. Hari kedua pada tiga hari Festival AS konser yang diadakan di San Bernardino, Konser ini disiarkan langsung di MTV.

Band ini melakukan tur secara ekstensif di First Sting dan memutuskan untuk merekam dan merilis album mereka selanjutnya, ‘World Wide Live’ pada tahun 1985. Tercatat selama tur dunia selama setahun dan puncak popularitas mereka, album ini sukses dan memuncak pada nomor 14 di tangga lagu di Amerika Serikat dan No 18 di Inggris.

Tur Hiburan Savage pada tahun 1988, Scorpions hanya menjadi kelompok band Barat kedua (tidak Amerika) untuk bermain di Uni Soviet. Tahun berikutnya band ini kembali tampil di Festival Musik Perdamaian Moskow. Berharap untuk menjauhkan diri dari gaya Savage Amusement, band ini dipisahkan dari produser lama mereka dan Dieter Dierks, menggantikan di Keith Olsen saat mereka kembali ke studio pada tahun 1990. Crazy Earth dirilis pada tahun yang sama dan menampilkan suara yang kurang dipolesan. Album ini didorong oleh keberhasilan dari balada ” Wind of Change.

Konsep Perpisahan

Pada tahun 2006, mereka melakukan perubahan di saat Jerman menyelenggarakan festival musik rock terbesar di dunia. Para anggota yang usianya mencapai pertengahan 50 tampaknya masih belum menjadi besi tua. Mereka kembali meraih kusuksesan setelah merilis album pada tahun 2007 dan 2010 dengan album yang berjudul ‘Humanity-Hour 1’ dan ‘Sting in the Tail’.

Schenker cs pun memikirkan saat itu adalah waktu yang tepat untuk berhenti berkarya. Mengikuti peraturan bisnis pertunjukkan yaitu berhenti ketika sedang berjaya. Mereka pun mengumumkan untuk menghentikan karir. Ketika mereka dalam perjalanan melaksanakan tur terakhir, Deutsche Welle mendapatkan tugas untuk mengikuti mereka dan mendokumentasikan penutupan karir band rock asal Jerman tersebut.