Pernah Tertindih Setan? Ini Alasannya

433

Pernahkah anda mendengar atau bahkan mengalami sebuah fenomena aneh yang dikenal dengan sebutan Sleep Paralysis? Ooopss, mungkin istilah itu terlalu berat untuk anda. Oke, mari kita gunakan kata yang lebih sederhana untuk mengganti istilah tersebut agar anda lebih mudah memahaminya. Bagaimana dengan istilah ketindihan setan? Apa anda pernah mendengar atau mengalaminya?

Wah, pasti anda yang baca artikel ini lagi mengangguk – angukkan kepala bukan? Itu berarti jawaban anda adalah “pernah”. Kalau anda memang pernah mengalami fenomena ini, pada saat kapankah anda mengalaminya? Siang kah? atau malam? Trus, apa yang anda rasakan pada saat mengalami sleep paralysis atau ketindihan setan seperti itu? Yang pasti, saat anda mengalami hal semacam ini, anda pasti akan merasa sangat kelelahan. Benar nggak?

Saat mengalami fenomena tersebut, biasanya seseorang akan merasakan pikirannya seperti melayang – layang, antara sadar dan tidak. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaran, orang tersebut akan mencoba untuk bisa bangun. Tapi sayangnya, untuk bisa bangun dari keadaan semacam itu bukanlah perkara yang mudah.

Tubuh anda akan terasa seperti tidak bisa bergerak, nafas menjadi sesak, muncul perasaan seakan – akan ada makhluk tidak terlihat yang menginjak atau menindih tubuh anda. Begitu kan? Dan saat anda membuka mulut untuk hendak berteriak, anda sadar bahwa tidak ada suara yang keluar. Mungkin begitulah perasaan yang anda rasakan saat mengalami Sleep Paralysis ini.

Hampir semua orang pernah mengalami kejadian semacam ini. Hanya saja, tiap – tiap orang memiliki pandangannya masing – masing. Sebagian menyebut fenomena ini dengan sebutan tertindih hantu atau setan serta mengait – ngaitkannya dengan hal – hal yang berbau gaib.

Tapi tahukah anda bahwa ternyata persepsi tentang fenomena tertindih hantu atau setan tersebut bisa dipatahkan oleh ilmu kedokteran? Di dalam ilmu kedokteran, fenomena tertindih setan tersebut dinamakan Sleep Paralysis. Pengen tahukan gimana ilmu kedokteran menggambarkan serta menjelaskan bagaimana fenomena ini terjadi? Berikut ini adalah penjelasannya.

Sleep Paralysis

Sleep paralysis atau kelumpuhan tidur merupakan suatu keadaan, dimana tubuh tidak memiliki kemampuan untuk bergerak ketika sedang tidur ataupun saat bangun tidur. Seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur ini biasanya akan mengalami masalah saat menggerakkan anggota tubuhnya, tidak bisa mengeluarkan suara dan sebagainya.

Kelumpuhan tidur yang terjadi juga biasanya disertai dengan halusinasi seram atau mimpi yang buruk. Sama kan dengan apa yang disebut – sebut masyarakat dengan ketindihan setan? Kedua hal tersebut memang sama, hanya saja masyarakat tidak mengaitkan kejadian tersebut dengan medis, melainkan dengan hal – hal yang berbau mistis.

Kelumpuhan tidur ini bisa terjadi pada saat seseorang sedang setengah tidur, sedang tertidur lelap, ataupun dalam keadaan terjaga sewaktu mengalami fenomena kelumpuhan tersebut. Kondisi ini umumnya terjadi bila orang itu tidur dengan cara telentang atau wajah menghadap ke atas.

Keadaan ini kemudian ditandai dengan adanya perasaan sesak napas seperti dicekik, dada tersa sesak, badan tidak bisa digerakkan dan sulit untuk bersuara.

Kelumpuhan tidur ini diyakini terjadi akibat terganggunya fase tidur REM, yang menyebabkan terjadinya atonia otot lengkap, yang mencegah seseorang untuk bertindak di luar mimpi mereka. Kelumpuhan tidur ini juga telah dikaitkan dengan beberapa gangguan lainnya, seperti: narkolepsi, migrain, gangguan kecemasan dan apnea tidur obstruktif.

Pada saat mengalami fenomena ini, biasanya anda akan merasa sedikit kedinginan, yang kemudian akan menjalar dari ujung kaki sampai ke seluruh tubuh. Untuk bisa sadar ataupun bangun, satu – satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala dengan sekuat – kuatnya, sampai seluruh tubuh bisa digerakkan kembali.

Pandangan Medis Terhadap Sleep Paralysis

Menurut ilmu medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias kelumpuhan saat tidur (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh).

Setidaknya tiap orang pernah mengalami fenomena ini sekali atau dua kali selama hidupnya. Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, baik itu lelaki maupun perempuan.

Usia rata – rata orang pertama kali mengalami jenis gangguan tidur ini adalah berkisar antara 14 – 17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Saat fenomena tindihan ini terjadi, yang membuatnya menarik adalah terletak pada halusinasi yang kerap muncul dan dialami oleh orang – orang yang mengalami sleep paralysis tersebut.

Biasanya mereka akan berhalusinasi melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur mereka. Di dunia Barat, fenomena tindihan ini sering disebut sebagai mimpi buruk inkubus atau old hag, yang didasarkan pada bentuk bayangan yang muncul. Tidak hanya melihat bayangan hantu, ada juga beberapa orang yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien.

Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, fenomena tindihan ini digambarkan dengan sosok roh jahat yang sedang menduduki dada seorang perempuan, sehingga dia merasa sangat ketakutan dan sulit untuk bernapas.

Penyebab Terjadinya Sleep Paralysis

Menurut Al Cheyne, yaitu seorang peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis adalah sejenis halusinasi yang terjadi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM). Berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan, yaitu:

  • Tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar)
  • Tahap tidur yang lebih dalam
  • Tahap tidur paling dalam
  • Tahap REM (Rapid Eye Movement)

Pada tahap REM inilah mimpi akan terjadi. Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke tahapan mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum merespon, pada saat itulah sleep paralysis terjadi. Anda merasa sangat sadar, tapi tubuh tidak bisa bergerak. Ditambah lagi dengan adanya halusinasi yang memunculkan sosok lain, dimana sebenarnya hal tersebut merupakan ciri khas dari mimpi yang anda alami.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh lho. Misalnya, Anda bekerja pada shift malam, sehingga anda mengalami kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini tetap perlu diwaspadai ya guys. Pasalnya, sleep paralysis ini bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda – tanda mengantuk), sleep apnea, kecemasan atau depresi.

Cara Mengatasi Sleep Paralysis

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur seperti ini, sebaiknya anda membuat catatan mengenai pola tidur anda selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Kemudian, atasilah masalah itu dengan cara menghindari hal – hal yang menjadi pemicunya. Bila tindihan yang terjadi tersebut diakibatkan karena anda terlalu lelah, cobalah untuk lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur juga tidak boleh anda anggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah semakin parah. Segeralah lakukan evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur anda. Usahakanlah untuk tidur selama kurang lebih 8 – 10 jam pada jam yang sama setiap malam. Ini akan membantu mengurangi masalah kelumpuhan tidur yang kerap anda alami setiap malam.

Karena fenomena sleep paralysis ini umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur), maka anda perlu mengubah posisi tidur anda sesering mungkin untuk mengurangi resiko terserang jenis gangguan tidur ini.

Dan apabila tindihan yang anda alami disertai gejala lain, ada baiknya jika anda segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah anda buat sebelumnya akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Sleep Paralysis Menurut Beberapa Negara

Tak hanya Indonesia, Sleep Paralysis yang bisa menyerang siapa saja ini ternyata juga terjadi di banyak negara di dunia. Masing – masing negara tersebut juga memiliki pandangan tersendiri mengenai fenomena tidur unik yang satu ini. Mau tahu apa saja pandangan mereka tersebut? Ini nih jawabannya:

  • Afro – Amerika : Gangguan tidur ini disebut dengan “the devil riding your back: atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.
  • China : Fenomena ini disebut dengan “gui ya shen” alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
  • Meksiko : Sleep Paralysis disebut “se me subio el muerto” dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
  • Kamboja, Laos dan Thailand : Kelumpuhan tidur ini disebut “pee umm”, yang mengacu pada kejadian dimana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus sedang memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
  • Islandia : Gangguan tidur ini disebut dengan “mara”. Ini adalah kata kuno yang berasal dari bahasa Island, yang artinya adalah hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, yang berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
  • Turki : Fenomena tidur ini dikenal dengan sebutan “karabasan”, yang dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
  • Jepang : Negara sakura ini menyebut Sleep Paralysis sebagai “kanashibari”, yang secara literatur diartikan “mengikat”, yaitu dimana seseorang diikat oleh makhluk halus.
  • Vietnam : Sleep Paralysis diartikan “ma de”, yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.
  • Hungaria : Istilah itu disebut “lidercnyomas” dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan, sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan oleh makhluk halus pada seseorang pada saat sedang tidur.
  • Malta : Gangguan tidur ini dianggap sebagai “serangan oleh Haddiela (istri Hares)”, yaitu dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.
  • New Guinea : Fenomena ini disebut “Suk Ninmyo”. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.

Setelah membaca artikel ini, sudah tahukan sekarang guys, bahwa sebenarnya fenomena sleep paralysis yang selama ini anda anggap sebagai fenomena ketindihan hantu itu tidaklah seperti yang anda bayangkan sebelumnya?

Positive thinking aja deh, kalau yang terjadi hanyalah gangguan tidur yang bisa menyerang siapa saja. Bukan karena sesuatu yang gaib – gaib. Yah memang benar kalau keberadaan makhluk – makhluk tak kasat mata ini tidak bisa dipungkiri keberadaannya, tapi kan anda harus bisa berpikir sedikit moderen, sehingga anda tidak dihantui oleh rasa takut yang sebenarnya anda buat sendiri.

Selain itu, hal penting lainnya yang juga perlu anda perhatikan adalah menjaga agar tahapan tidur anda berjalan secara berurutan dengan cara mengatur waktu tidur dengan baik. Hal tersebut bertujuan agar anda tidak mengalami yang namanya Sleep Paralysis atau ketindihan.