Henry Ford, Pendiri Sukses Perusahaan otomotif

1363

Aloha! Siapa nih yang tidak tahu mengenai mobil Ford? Wah, ada juga yang tidak tahu ya,hihi. Itu loh, brand otomotif yang telah mendunia hingga sekarang dan pernah menjadi perusahaan terbesar kedua di dunia pada tahun 1960. Asal kalian tahu, perusahaan raksasa ini ternyata didirikan oleh seorang anak petani yang mempunyai kehidupan miskin dan sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Orang tersebut adalah Henry Ford, lahir sebagai anak pertama dari William Ford, petani di Michigan, Amerika Serikat pada tanggal 30 Juli 1863. Saat menginjak usia dewasa, Henry diminta ayahnya untuk meneruskan pengerjaan lahan pertaniannya. Tetapi, Henry muda menolaknya karena tidak tertarik dengan bidang pertanian. Henry memutuskan untuk merantau dan magang sebagai operator mesin di Detroit.

Dengan Kemampuan yang semakin bertambah dan bakat yang dimiliki, Henry tampil menonjol diantara kawan-kawannya. Dia kemudian direkrut oleh Thomas Alva Edison untuk bekerja di perusahaannya yang bernama Detroit Edison Company. Ketika bekerja di perusahaan Thomas, Henry mulai menabung sambil melakukan riset percobaan seputar mesin di bengkel kecil yang dia didirikan di belakang rumahnya.

Hasil risetnya yang berlarut-larut ini memberikan hasil. Sebuah kendaraan diciptakan dengan menggunakan uap minyak bumi. Henry berhasil menggaet para investor untuk turut bergabung dalam ciptaannya ini. Dana pun diberikan kepada Henry, indutri otomotif pun didirikan dengan produksi kendaraan Ford secara besar-besaran.

Sayangnya para investor kurang bersabar dalam menunggu hasil yang telah mereka berikan. Mereka ingin mobil ciptaan Henry ini dijual dengan harga tinggi. Dampak dari ketidaksabaran ini langsung dirasakan industri otomotif mereka, penjualan langsung menurun tajam dan akibatnya perusahaan pertama mereka terpaksa ditutup pada januari 1901.

Tetapi yang namanya calon orang sukses, tentu hal ini tidak mematahkan semangat Henry untuk tetap mengembangkan kemampuannya. bersama temannya yang pembalap, Tom Cooper, Henry menciptakan sebuah mobil balap dengan 80 tenaga kuda yang dia beri nama “999”. Mobil balap tersebut berhasil menjuarai ajang balap mobil di Amerika pada tahun 1902 dan menjadi pusat perhatian dunia.

Hasilnya, seorang jutawan bernama Alexander Y. Malcomson bersedia mendanai Henry untuk mendirikan perusahaan otomotifnya sendiri yang memakai nama belakangnya sendiri, Ford Motor Company. Saat itu, Henry juga mencatatkan namanya pada sejarah karena berhasil membuat sistem kemudi di sebelah kiri. Sebelumnya, kemudi mobil berada di tengah.

Di masa itulah, model tersebut menjadi panutan standar mobil hingga sekarang dalam dunia industri otomotif. Ford menganut filosofi tersendiri dalam bisnis otomotifnya. Dia lebih menyukai untuk memproduksi mobil yang murah dan dapat dijangkau masyarakat luas, memberikan upah yang layak untuk para karyawan. Filosofi ini dikenal sebagai Paham Ford (Fordism).

Industri ini megalami kemajuan pesat setelah dikendalikan oleh keluarga Ford. Perusahaan besar ini telah pernah memiliki saham perusahaan-perusahaan otomotif lain seperti Mazda, Aston Martin, Jaguar dan Volvo. Sebelumnya, Henry juga pernah mengikuti ajang balapan bergengsi. Namun, sayangnya dia harus didiskualifikasi karena telah melakukan banyak modifikasi pada mesin mobil balapnya.

Henry Ford meninggal pada tanggal 7 April 1947 karena penyakit jantung dan stroke. Sebelum meninggal, Henry Ford menyerahkan jabatan presiden direktur Ford Motor Company kepada cucunya Henry Ford II pada September 1945. Henry Ford dimakamkan di pemakaman keluarga Ford di Detroit, Amerika Serikat.

Dari kisah ini, kita bisa mengutip makna bahwa nasib seseorang tidak hanya harus dipasrahkan kepada keadaan. Meskipun dilahirkan dari lingkungan yang sulit, bukan berarti orang tersebut tidak bisa sukses. Ingat sukses bukanlah berasal dari keturunan, tetapi itu semua dimulai dari kegagalan! Salam sukses buat kita semua. 😀