Berkat Bisnis Bra, Korban Bully Menjadi Sukses

1548

“Jangan dekatin anak itu..”
“Lihat saja dari penampilannya, sudah seperti gelandangan..”

Pernahkan Anda dibully seseorang? Atau jangan-jangan Anda membully teman Anda? Emank apa untungnya membully seseorang? Dengan membully, apa bisa membuat kehidupan Anda menarik? Tentu saja tidak..

Kalau begitu, marilah kita membaca kisah inspiratif berikut ini. Seseorang yang dulunya menjadi korban bully kemudian sekarang menjadi orang sukses. Apa yang membuatnya dibully? Mari simak kisahnya.

Namanya Michelle Mone, Kisah hidupnya mungkin tidak menarik. Dia berhenti bersekolah di usia 15 tahun, namun kini dia mengantongi kekayaan sekitar USD 30 juta. Dia merupakan korban bully di sekolah. Pemicu dari aksi bully adalah prestasi akademik yang buruk.

Demikianlah yang ditulis di buku yang berjudul, “Michelle Mone : My fight to The Top”. Tentunya dia meninggalkan sekolah tanpa gelar apapun. Terus apa yang dilakukannya setelah tidak bersekolah?

Dia menjadi model demi membantu orang tua secara finansial. Hal ini dilakukan setelah ayahnya berada di kursi roda dan mengalami gangguan tulang belakang yang langka. Hal ini menyebabkan sang ayah tidak mampu bekerja lagi.

Hanya dalam 2 tahun bekerja di dunia modelling, dia bertemu dengan Michael, yang kini telah menjadi suaminya. Mereka menikah dan karirnya di dunia model pun berakhir. Michelle memilih berhenti menjadi model pada usia 18 tahun setelah hamil anak pertama yang diberi nama Rebecca.

Setelah menikah, dia mengatakan kepada suaminya bahwa dia tidak puas hanya menjadi ibu rumah tangga. Dia ingin membuat sesuatu yang ‘lebih’ dalam hidupnya. Lalu apa yang dia lakukan?

Michelle berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai marketing di perusahaan bir, Labatt yang memiliki unit di Skotlandia pada saat itu. Hanya dalam 2 tahun. dia telah mencapai Head sales marketing di perusahaan tersebut. Namun sangat disayangkan, Michelle dipecat karena adanya konflik salah paham antara dia dengan manager. Dia dipecat pada usia 24 tahun.

Meski saat itu, dia telah memiliki 2 anak yaitu Rebecca dan Declan, dia memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri dengan uang yang dia dapat dari pesangonnya. Dia memberdayakan suaminya dengan memintanya menjadi Financial Advisor. Pada tahun 1993, Michelle memutuskan untuk menggeluti bisnis bra. Ide ini muncul ketika dia merasa tidak nyaman mengenakan bra dalam sebuah pesta acara dansa.

Ketika berlibur ke Florida, dia dan suaminya membaca tentang produk silikon terbaru yang dapat menjadi bahan baku untuk produk bra terbaru dia, yang membuatnya lebih fleksibel dan tampil alami. Michelle langsung membuat lisensi produk bra dan membawanya pulang ke Inggris. Setelah tida tahun melakukan penelitian dan pengembangan produk, dia mempatenkan Ultimo Bra.

Pada tahun 2001, Pangeran Charles mengundangnya untuk bergabung menjadi direktur dari Prince Scottosh Youth Business Trust. Pada November 2002, dia meraih gelar Doktor Honoris dari Paisley University. Dia tidak menyangka, namun inilah hasil kerja kerasnya. Pada tahun 2010, dia mendapatkan penghargaan OBE untuk kontribusi dalam dunia bisnis.

Dia mengatakan nilai Ultimo sekarang telah mencapai 50 juta poundsterling dan kekayaan dia saat ini telah mencapai 20 juta poundsterling atau USD 30 juta.

Dia dulunya hidup miskin dan selalu menjadi korban bully, tetapi berkat kerja kerasnya, kini dia bisa sukses dan meraih impiannya.

Pesan moral dari wacana ini agar kita tidak membully siapapun dan dimanapun kita berada. Ingatlah, tidak selamanya kita berada di atas seseorang. Bahkan meskipun kita berada di atas, akan selalu ada orang lain di atas Anda. Hiduplah dengan saling membantu dan damai karena seseorang tidak akan bisa hidup sendiri tanpa ada seorangpun yang berada disisinya dan membantunya. Share ya Guys!