Ternyata Inilah Alasan Mengapa Banyak Orang Membenci Hari Senin

231

Dalam satu minggu, yang dimulai dari hari senin sampai dengan minggu, hari apakah yang menurut anda paling menyenangkan? Kebanyakan mungkin akan menjawab hari sabtu dan minggu. Betul nggak guys? Selain tanggal merah yang biasanya tercantum di kalender, yah, ‘Weekend‘ dan ‘Weekday‘ memang selalu menjadi hari yang paling dinanti-nantikan oleh masyarakat, apalagi oleh anak-anak sekolahan, para mahasiswa maupun mereka yang sudah bekerja.

Kalau anda tidak percaya, coba saja ajukan pertanyaan tersebut ke teman-teman anda, kemudian dengarkan apa yang menjadi pilihan atau jawaban mereka. Kebanyakan mereka mungkin akan memberikan jawaban yang sama seperti yang disebutkan di atas, meskipun alasan yang mereka utarakan pastinya akan berbeda satu sama lain. Tunggu apa lagi? Coba tanya samping kiri kanan anda sekarang.

Berhubung sabtu telah dianggap atau ditetapkan sebagai hari terakhir melakukan aktivitas belajar di sekolah ataupun kantor, yang kemudian disusul dengan hari minggu yang merupakan hari libur nasional, maka tidak heran jika kebanyakan orang akan lebih memilih kedua option tersebut. Lantas, bagaimana dengan anda? Apakah pemikiran anda juga sama dengan kebanyakan orang-orang tersebut?

Berbanding terbalik dengan hari sabtu dan minggu, hari senin malah dianggap sebagai hari yang paling menyebalkan dan paling dibenci oleh kebanyakan orang. Kok bisa begitu ya? Apakah anda juga demikian? Banyak orang yang mengeluh dan dilanda rasa galau serta malas untuk memulai aktivitasnya di hari senin, baik itu untuk bekerja ataupun kembali belajar ke sekolah. Iya nggak?

Rasa-rasanya badan akan terasa seperti sangat berat untuk digerakkan dan terasa enggan untuk bangkit dari tempat tidur. Entah karena memang masyarakatnya yang pemalas, atau mungkin karena sanking lelahnya setelah beraktivitas di hari minggu. Sepertinya sih option kedua lebih tepat untuk dijadikan alasan, iya nggak?

Karena banyaknya orang yang tidak menyukai hari senin, beberapa orang bahkan menganggap senin sebagai hari dimana orang tersebut harus memikul sebuah beban yang berat seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.

“Hahaha”, lucu sekali kan guys? Bukan itu saja lho, ada juga yang membuat tulisan lucu yang berbunyi seperti ini “Kenapa ya harus ada hari senin, kalau minggu menyenangkan“. Ada pula yang menuliskannya seperti berikut ini: “Senin itu ibarat Mantan, yang nggak pernah diharapkan kedatangannya“.

Beberapa juga menggambarkannya dengan emo-emo yang lucu, dimana anda bisa melihat perbandingan yang sangat kontras pada masing-masing emo, yang diberikan untuk menggambarkan suasana hati mereka selama satu minggu. Penasarankan gimana bentuk emo-emo tersebut? Ini nih, silahkan lihat di bawah ini:

Gimana? Anda bisa lihat kan gimana berbedanya emo yang diletakkan di hari senin dengan emo di hari sabtu dan minggu? Meskipun hanya gambar yang sederhana, namun tetap saja gambar tersebut memiliki makna tertentu bagi si pembuatnya. Bisa jadi itu adalah gambaran dari perasaannya sendiri, yang memang tidak begitu menyukai hari senin.

Sah-sah saja sih memang kalau seseorang sangat membenci hari senin, selama rasa benci tersebut tidak merugikan orang lain. Membenci sesuatu itu merupakan hak setiap orang, termasuk membenci hari senin. Tidak ada yang salah dengan perasaan itu. Yang salah adalah apabila rasa benci itu dibarengi dengan tindakan atau keinginan untuk melukai bahkan membunuh seseorang.

Phobia Pada Hari Senin

Bagi beberapa orang, hari senin dianggap sebagai sesuatu yang sangat “mengerikan” dan harus “dihindari“. Orang seperti ini biasanya akan histeris saat berjumpa dengan hari senin. Layaknya seperti mereka yang memiiki phobia terhadap ketinggian, hal yang sama juga terjadi pada mereka yang memiliki phobia terhadap hari senin ini.

Mungkin sebagian dari anda masih belum pernah dengar atau tidak percaya bahwa ternyata ada jenis phobia seperti ini, bukan? Aneh memang jika dipikir-pikir, tapi phobia jenis ini memang ada lho guys. Ketakutan aneh seperti ini juga masuk ke dalam kategori phobia. Untuk lebih memahami apa sebenarnya yang dimasud dengan phobia tersebut, pendapat para expert berikut ini mungkin bisa membantu anda menemukan jawabannya.

Apa dan bagaimana sih phobia itu sebenarnya?

Menurut Dr dr Carla R. Marchira, SpKJ(K), PPDGJ III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa) yang mengacu pada ICD X (International Classification of Diseases and Related Problems) dari WHO, mengatakan bahwa phobia termasuk dalam gangguan anxietas, yaitu adanya perasaan takut berlebihan, yang disebabkan karena adanya situasi atau objek tertentu yang dianggap mengancam, sehingga seseorang akan selalu menghindari situasi atau objek tersebut.

Menurut beliau, umumnya jenis phobia yang paling sering terjadi dan disebutkan di PPDGJ adalah agoraphobia dan phobia sosial. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, pada beberapa kasus klinis juga ditemukan jenis lainnya yang jumlahnya banyak sekali. Contohnya saja claustrophobia (takut pada ruang sempit), felinophobia (takut terhadap kucing) dan ofidiophobia (takut ular).

Pendapat serupa juga disampaikan oleh dr Sylvia D. Elvira, SpKJ(K). Menurutnya yang dimaksud dengan Phobia adalah suatu ketakutan yang sangat irasional, yang dialami oleh seseorang terhadap suatu objek atau situasi tertentu, yang sebetulnya tidak menakutkan bagi kebanyakan orang. Rasa takut yang dirasakan tersebut biasanya tidak dapat dikendalikan dan disertai dengan perilaku menghindari objek atau situasi tersebut.

Kapankah seseorang dapat dikatakan memiliki atau mengalami phobia?

Biasanya orang yang mengalami phobia menyadari bahwa ketakutan yang dirasakannya tersebut sebenarnya tidak perlu, namun perasaan takut tersebut tidak dapat dikendalikan atau dikontrol olehnya.

Seseorang baru dikatakan mengalami phobia apabila ketakutan yang dialaminya sampai mengganggu aktivitas dan fungsinya sehari-hari atau lebih dikenal dengan istilah mengalami disfungsi dan ia merasa tertekan oleh perasaan yang dialaminya tersebut (distress).

Beberapa pendapat mengatakan bahwa phobia bisa muncul karena sebelumnya pernah mengalami hal-hal buruk. Misalnya, seseorang takut akan ketinggian mungkin dikarenakan dulunya dia memiliki pengalaman buruk dengan ketinggian, seperti terjatuh dan sebagainya. Selain itu, masih banyak lagi faktor lainnya yang juga bisa menjadi salah satu pendorong seseorang mengalami jenis phobia tertentu.

Apakah ketakututan seseorang pada hari senin juga termasuk phobia?

Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang paling penting dan utama pada pembahasan artikel ini. Apakah sebelumnya anda pernah mendengar istilah tentang ketakutan terhadap hari senin ini? Beberapa orang menyebutnya dengan istilah ‘Monday Phobia‘ atau Lunaediesophobia.

Hingga saat ini, Lunaediesophobia masih belum masuk ke dalam daftar gangguan yang termasuk dalam kriteria diagnosis gangguan jiwa (baik PPDGJ atau ICD atau DSM). Setidaknya begitulah yang diutarakan oleh dr. Sylvia.

Lunaediesophobia ini digambarkan sebagai ketakutan abnormal atau ketidaksukaan yang luar biasa pada hari Senin. Istilah ini merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan orang-orang yang sangat membenci senin. 

Saat tahu bahwa besok adalah hari senin, orang yag mengalami phobia ini cenderung akan menghindarinya, seperti misalnya tidak mau melakukan aktivitas apapun selama hari itu.  Dia seolah-olah akan menganggap bahwa hari itu adalah hari yang sangat menakutkan dan bisa mengancam hidupnya sehingga orang seperti ini akan berusaha untuk menghindari hari tersebut.

Apakah anda juga termasuk kedalam orang dengan kategori ini? Istilah ini sebenarnya hanya muncul pada masyarakat urban saja. Kebanyakan masyarakat yang hidup di pedesaan belum tentu mengenal atau merasakan kondisi seperti ini.

Jika Anda diberi pilihan untuk menghapus atau membuat salah satu hari dalam seminggu menjadi hari bebas atau libur, saya berani bertaruh anda  akan memilih senin. Mungkin karena senin adalah hari pertama setelah berakhir pekan, sehingga rasanya-rasanya akan sangat malas untuk kembali melakukan aktivitas.

Seperti yang anda ketahui, manusia pada umumnya sangat menyukai yang namanya liburan. Orang-orang akan merasa sangat senang saat mereka tidak perlu pergi bekerja pada saat hari libur dan kemudian menjadi sedih ketika mereka harus melanjutkan pekerjaan pada keesokan harinya, jadi bisa dikatakan bahwa hari senin adalah hari dimana orang-orang harus mengalami masa transisi.

Jadi wajar saja memang jika banyak orang yang akan merasa kesal karena anda harus kembali bekerja setelah enak-enaknya berlibur pada hari sabtu dan minggu. Tapi meskipun begitu, jangan sampai rasa takut anda yang tadinya hanya dikarenakan faktor malas malah berubah menjadi lebih parah dan bahkan mengarah atau berubah menjadi sebuah phobia.

So guys, biasakan lah diri anda untuk mencintai dan menganggap bahwa semua hari itu menyenangkan dan baik. Karena pada dasarnya semua hari itu diciptakan untuk maksud yang baik. Dengan kata lain, tidak ada hari yang menakutkan untuk anda. Gimana? Anda mengertikan? Ingat ya guys, berhentilah bermalas-malasan pada hari senin dan mulailah untuk menjadikan senin sebagai hari yang menyenangkan.

Semua itu bisa anda lakukan atau ubah jika anda bisa memperbaiki kebiasaan dan cara pandang anda. Mungkin saja hari yang tadinya anda anggap sebagai hari yang menakutkan itu malah akan membawa keberuntungan untuk anda.