Percayakah Anda Kalau Hujan Memiliki Aroma Terapi?

328

Pernahkah anda berdiri di depan rumah saat hujan turun? Bagaimana perasaan anda saat itu? Bisakah anda merasakan aroma air hujan yang turun? Bagaimana aromanya? Bisakah anda mendeskripsikan aroma tersebut? Suka kah anda dengan aroma hujan itu?

Secara garis besar, aroma yang dikenal oleh manusia pada umumnya terbagi menjadi 2, yaitu aroma wangi dan aroma bau. 

Untuk mengetahui apakah aroma tersebut wangi atau bau, itu tergantung pada penciuman masing-masing orang. Ada orang yang menyukai aroma bunga lavender dan mengatakan bunga itu wangi, tapi ada juga yang tidak menyukai aroma bunga itu dan menganggapnya bau. Berbeda bukan?

Lantas, bagaimana dengan aroma hujanAroma semacam apakah yang dihasilkan oleh hujan? 

Aroma Hujan

Hujan adalah sebuah peristiwa turunnya butir-butir air dari langit ke permukaan bumi. Hujan juga merupakan siklus air yang terjadi di bumi. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi ini sebagian akan diserap oleh tumbuhan dan sebagian lagi akan mengalir menuju ke sungai dan akhirnya ke laut.

Saat hujan mulai turun, anda pasti merasakan adanya perubahan aroma yang terjadi, bukan? Hanya saja anda sulit untuk mendeskripsikannya. Aroma hujan ini biasanya akan membuat perasaan menjadi lebih sejuk dan tenang dari yang sebelumnya.

Hujan juga bisa mengubah suasana hati seseorang menjadi sendu. Tahukah anda mengapa bisa demikian? Karena pada saat hujan turun, terdapat senyawa yang ternyata bisa menimbulkan efek seperti itu. Wah, menarik sekali kan guys? Pantas saja, saat suasana hati sedang kacau dan di saat yang sama hujan turun, perasaan akan menjadi semakin galau.

Aroma yang anda cium atau hirup saat hujan ini disebut dengan aroma petrichor. Kalau dilihat dari namanya, mungkin istilah ini sangat asing di telinga anda, kan? Hal ini dikarenakan aroma tersebut memang sangat jarang dipakai oleh masyarakat.

Nah, untuk anda yang masih bingung dan penasaran tentang bagaimana sebenarnya aroma petrichor yang dimaksud tersebut, penjelasan berikut ini mungkin bisa menjadi jawabannya.

Petrichor

Aroma yang dikenal sebagai petrichor ini ditemukan pada tahun 1964 oleh 2 orang ilmuwan Australia yang telah mempelajari tentang aroma hujan. Mereka mendefiniskan Petrichor sebagai salah satu aroma alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering.

Nama kedua ilmuwan Australia tersebut adalah Isabel Joy Bear dan R. G. Thomas. Penelitian mereka mengenai aroma hujan ini mereka publikasikan di dalam jurnal Nature, dengan judul “Nature of Agrillaceous Odor”.  Penelitian tersebutlah yang membuat Isabel dan Thomas berhasil menciptakan istilah petrichor.

Jika ditelusuri, istilah Petrichor berasal dari bahasa Yunani, yaitu : ‘petra’ yang berarti ‘batu’ dan ‘ichor’ yang berarti ‘darah para dewa’. Istilah inilah yang digunakan untuk menjelaskan fenomena tersebut.

Asal Aroma Petrichor Saat Hujan

Aroma yang dihasilkan hujan ini tidak tercipta dengan sendirinya. Ada beberapa hal yang menjadi pendukung proses terbentuknya aroma tersebut. Apa sajakah itu?

  • Minyak yang menguap dari tumbuhan

Ketika anda mencium atau menghirup aroma petrichor saat hujan, bisa jadi hal itu timbul dari minyak yang dihasilkan oleh tumbuhan yang ada di sekitar anda.

Tumbuhan yang ada disekitar anda memiliki kemampuan untuk mengeluarkan sejenis minyak yang mudah menguap, yang kemudian terkumpul di berbagai bebatuan. Minyak tersebut selanjutnya akan bereaksi dengan tetesan air hujan dan dilepaskan sebagai gas ke udara.

  • Senyawa geosmin yang dilepaskan oleh mikroba

Geosmin merupakan senyawa organik yang dihasilkan oleh beberapa mikroba yang hidup di tanah, air tawar dan air laut. Contoh bakteri yang menghasilkan senyawa ini adalah cyanobacteria dan actinobacteria.

Senyawa geosmin ini biasanya akan dilepaskan ketika mikroba tersebut mati. Pada saat terkena terpaan air hujan, maka senyawa geosmin akan terangkat ke udara dan terciptalah aerosol partikel geosmin dalam udara. Geosmin ini jugalah yang menjadi penyebab mengapa ikan air tawar sering berbau tanah.

Aroma Hujan Bisa Menimbulkan Ketenangan

Seperti yang telah disinggung sedikit pada pembahasan awal, aroma hujan ini ternyata dapat menimbulkan rasa tenang kepada mereka yang menghirupnya. Hal ini dikarenakan pada saat hujan turun, beberapa senyawa yang tercampur di dalam air hujan akan menghasilkan efek aromatik.

Efek aromatik tersebut muncul dari sebuah proses tertentu. Bagaimanakah proses pembentukan efek aromatik dari aroma hujan tersebut?

Sebelum hujan turun, biasanya cuaca akan sangat panas dan kering, bukan? Pada saat itu tumbuh-tumbuhan tertentu akan mensekresikan sejenis minyak aromatik ke dalam tanah, sebagai bentuk upaya adaptif terhadap lingkungan yang relatif kering. Barulah saat hujan turun, senyawa-senyawa ini kemudian akan naik ke udara.

Senyawa kimia yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan tersebut kemudian bercampur dengan senyawa geosmin. Geosmin ini dihasilkan oleh Actinomycetes (bakteri berfilamen) pada saat pembentukan spora. Zat tersebut kemudian naik ke udara akibat adanya tekanan yang ditimbulkan oleh hujan.

Selanjutnya, senyawa aromatik dan geosmin akan berbaur dengan molekul ozon. Ozon terdiri dari tiga unsur oksigen yang saling berikatan dan terbentuk dari oksigen dan senyawa nitrogen yang “dipecah” oleh petir, yang kemudian bereaksi membentuk ozon.

Bau ozon ini sangat mirip atau akan mengingatkan anda pada aroma senyawa klorin yang biasanya digunakan di dalam kolam renang.

Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa air hujan yang bersifat asam dapat menimbulkan atau memicu terjadinya reaksi-reaksi kimia di permukaan tanah, yang terdiri dari berbagai komponen (organik dan anorganik) yang menghasilkan senyawa-senyawa aromatik.

Senyawa yang dihasilkan tersebutlah yang ternyata memiliki efek aroma-terapi yang memberi kesan tenang, nyaman, serta dapat memberi inspirasi bagi anda yang mencium atau menghirupnya.

Akan tetapi, beberapa peneliti menemukan bahwa aroma hujan yang dirasakan oleh tiap-tiap orang berbeda satu sama lain. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh suasana hati penikmat hujan itu sendiri.

Aroma khas hujan seperti ini sering sekali dikemas dalam botol atau kaleng dan dijual sebagai pewangi ruangan. Akan tetapi, aroma hujan ini tidak selalu enak untuk dihirup, lho guys. Terutama jika aroma hujan tersebut diakibatkan oleh asam di atmosfer. Tidak hanya tidak enak dihirup, hujan yang diakibatkan oleh proses semacam ini juga tidak baik untuk kesehatan.

Bahan kimia hasil polusi udara yang ada di atmosfer bisa membuat hujan bersifat asam. Ketika hujan ini bereaksi dengan bahan organik atau bahan kimia lain yang berasal dari tanah, maka akan memunculkan aroma. Reaksi dengan bensin bisa membuat aroma menjadi lebih kuat. Hujan seperti ini sering terjadi di daerah yang berpolusi tinggi.

Jika dipikir-pikir, untuk sekarang ini mungkin sudah sangat sulit untuk mendapatkan aroma murni dari hujan itu sendiri. Masa dimana Isabel dan Thomas meneliti aroma hujan ini sudah tidak sama lagi dengan keadaan yang ada saat ini. Dulu iya lah tingkat polusi sangat rendah, sehingga mereka bisa menyimpulkan bahwa aroma hujan pada saat itu dapat memberikan efek ketenangan.

Nah kalau sekarang? Lihat saja polusi udara yang ada di sekitar anda, apa masih mungkin anda bisa menemukan aroma petrichor tersebut? Rasa-rasanya sangat kecil kemungkinannya, guys. Kalaupun anda ingin mencobanya, anda harus pergi ke daerah-daerah yang jauh dari polusi.