Mencium Baju Pasangan Bisa Mengurangi Tingkat Stress, Berikut Penjelasannya

540

Ketika anda merasa stress, hal apa yang biasa anda lakukan untuk meredakan atau menghilangkannya? Kalau anda masih belum tahu cara ampuh untuk menghilangkan rasa stress tersebut, artikel ini bisa membantu anda untuk mengetahuinya.

Sebuah studi terbaru beberapa waktu yang lalu telah menunjukkan sebuah penemuan mengenai cara untuk mengatasi stress yang anda hadapi. Tidak seperti yang anda bayangkan, cara yang akan dijelaskan ini mungkin tidak akan masuk akal untuk sebagian orang. Pasti anda mulai penasarankan sekarang dengan cara yang dimaksud?  

Menurut penelitian tersebut, jika anda tengah diselimuti oleh perasaan stres, mencium bau kemeja milik pasangan romantis anda bisa membantu untuk memulihkan perasaan anda. Selain itu, cara ini juga bisa memberikan perasaan yang lebih rileks.

Fakta Tentang Kebiasaan Mencium Pakaian Pasangan

Setelah membaca jawabannya di atas, apa yang sekarang terlintas dalam pikiran anda? Banyak dari anda yang mungkin tidak akan percaya dengan cara yang disebutkan tadi. Tapi anda harus tahu kalau para peneliti telah melakukan sejumlah pengamatan untuk menguji kebenaran hal tersebut.

Periset dari Universitas British Columbia (UBC) menemukan sebuah fakta unik bahwa mencium pakaian pasangan memiliki hubungan dengan tingkat hormon stres kortisol yang rendah, yang terdapat di dalam darah wanita pada umumnya. Penelitian  penelitian ini dipublikasikan pada 3 Januari yang lalu, di dalam Journal of Personality and Social Psychology.

Seorang penulis yang bernama Marlise Hofer, yang tidak lain adalah seorang mahasiswa pascasarjana di Departemen Psikologi UBC, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kebanyakan orang yang ketika sedang berada jauh dari pasangannya memiliki kebiasaan memakai pakaian pasangan mereka atau tidur dengan pakaian pasangannya tersebut di tempat tidur.

Namun sayangnya, tak seorangpun dari mereka yang menyadari tindakan tersebut dan alasan mengapa mereka harus melakukannya.

Dan setelah melakukan penelitian terhadap perilaku tersebut, maka didapatlah kesimpulan bahwasannya aroma pasangan tanpa kehadiran mereka secara fisik, ternyata bisa menjadi sesuatu yang ampuh untuk membantu mengurangi rasa stress yang dialami.

Pengamatan Dilakukan Pada 96 Pasangan

Penelitian yang dilakukan untuk menemukan alasan mengapa mencium baju pasangan bisa membuat pikiran dan hati menjadi lebih rileks ini dilakukan pada 96 pasangan yang berbeda gender (lawan jenis).

Di dalam proses observasi tersebut, para pria diminta untuk mengenakan kaos selama 24 jam, tanpa memakai deodoran ataupun produk wewangian yang lainnya.

Mereka juga diminta untuk sejenak meninggalkan kebiasaan merokok mereka selama proses pengamatan dilakukan, serta menyuruh mereka untuk hanya memakan makanan yang tidak akan mempengaruhi aroma tubuh mereka.

Kalau begitu, makanan yang berbau bawang putih adalah salah satu jenis makanan yang harus dihindari untuk sementara. Setelah kaos sudah dipakai seharian, selanjutnya pakaian tersebut dibekukan untuk menjaga baunya.

Perlakuan (Tes) Pada Masing-Masing Pasangan

Kemudian para wanitanya akan diberi 2 buah kaos yang nantinya akan disuruh untuk mereka cium. Kedua kaos itu terdiri dari satu kaos adalah milik pria yang lain dan yang satu lagi adalah milik pasangan mereka, atau bisa juga satu kaos yang baru (belum dipakai) dan yang satunya adalah kaos yang sudah dipakai seharian oleh pasangan mereka.

Dengan kata lain, para wanita akan diminta untuk mencium kedua pakaian tersebut. Dalam hal ini mereka tidak diberitahu kaos mana yang sudah dikenakan seharian atau siapa yang telah memakai kaos itu tadinya.

Anda harus tahu bahwa wanita cenderung memiliki indera penciuman yang jauh lebih baik dibandingkan para pria. Itulah sebabnya mengapa mereka dipilih untuk menjadi “pencium” di dalam penelitian ini. Pernyataan ini disampaikan oleh para periset yang melakukan penelitian.

Setelah melakukan sejumlah hal yang disuruh, yaitu mencium kedua pakaian yang tadi disebutkan, mereka kemudian diminta untuk berpartisipasi dalam sebuah wawancara dan uji mental matematika.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan tingkat stres mereka. Untuk menguku tingkat stres mereka, para peneliti mengajukan sejumlah pertanyaan kepada para wanita tersebut tentang seberapa banyak tekanan yang mereka rasakan dan mengumpulkan sampel air liur mereka untuk mengukur kadar kortisol.

Hasil Penelitian Yang Didapat

Di dalam percobaan atau eksperimen tersebut, wanita yang menerima kaos yang dipakai oleh pasangan mereka sendiri dan bukan milik orang asing, diketahu ternyata memiliki kadar kortisol lebih rendah, kata para peneliti.

Di antara wanita yang telah menerima pakaian milik pasangan mereka sendiri, yang kemudian juga diberikan sebuah kaos yang tidak digunakan (kaos baru), bau dari pakaian pasangan mereka adalah yang lebih berpengaruh untuk menurunkan secara signifikan tingkat kortisol yang mereka miliki, dibandingkan dengan bau dari kaos yang sama sekali tidak digunakan.

Selain itu, periset juga mengatakan bahwa para wanita yang mencium kemeja pasangannya juga mengatakan stress yang mereka rasakan sedikit berkurang pada waktu sebelum dan juga sesudah melakukan proses wawancara dan tes matematika.

Manfaat yang didapatkan tidak hanya sampai di situ saja. Efek terbesar yang didapatkan oleh mereka yang mencium pakaian pasangannya menunjukkan manfaat aroma dari orang yang dicintai akan semakin kuat ketika si wanita tersebut mengetahui bau pasangannya.

Berbanding terbalik dengan manfaat yang bisa didapat dari aroma pakaian milik pasangan sendiri, bau dari kaos orang asing yang juga digunakan di dalam penelitian ini malah berdampak menghasilkan tingkat kortisol yang lebih tinggi selama uji stress, yang dilakukan dengan membandingkannya dengan bau dari pakaian yang baru (yang belum dipakai).

Hofer mengatakan bahwa sejak usia yang masih muda (sejak kecil), umumnya manusia akan merasa takut pada orang asing, terutama pada pria asing.

Jadi mungkin saja hal itulah yang menyebabkan mengapa aroma dari pria asing bisa memicu respon ‘fight or flight‘, yang menyebabkan kortisol meningkat. Dia juga mengatakan hal tersbut bisa terjadi tanpa kita sadari sepenuhnya.

Manfaat Penelitian Yang Dilakukan

Hasil dari temuan ini bisa digunakan untuk membantu orang-orang dalam mengatasi situasi stres yang merek hadapi saat mereka terpisah dari orang yang dicintai.

Era globalisasi seperti saat ini membuat kebanyakan orang akan bepergian dari kota mereka untuk bekerja atau pindah ke kota-kota baru.

Pengamatan yang dilakukan ini ingin menunjukkan kepada masyarakat kalau sesuatu yang bersifat sangat sederhana sekalipun, seperti misalnya mengambil pakaian bekas yang telah dikenakan oleh seseorang yang kita cintai bisa membantu menurunkan tingkat stress saat anda atau pasangana anda sedang berada jauh dari rumah.

Hal ini disampaikan oleh seorang penulis studi senior yang bernama Frances Chen, yang merupakan asisten profesor di Departemen Psikologi UBC.

Meskipun terdengar sangat aneh dan kurang meyakinkan, namun bukan berarti hasil pengamatan atau penelitian yang dilakukan oleh para periset ini tidak benar.

Semua kembali lagi kepada ‘mainset‘ atau cara berpikir anda masing-masing. Pemikiran setiap orang pasti berbeda-beda dan tak seorangpun boleh memaksakan kehendaknya masing-masing.

Nah, untuk memastikan benar tidaknya penelitian ini, coba saja anda praktekkan di rumah dan temukan jawabannya sendiri.