Marcus Hutchsins, Pahlawan Virus Ransoware

197

Seminggu yang lalu dunia digemparkan dengan serangan Ransomware Wanna Cry. Infeksi serangan virus yang dilakukan sungguh mengerikan! Dalam beberapa hari saja telah menyebar hingga 150 negara dimana tercatat 200.000 komputer lebih mendapatkan serangan dari virus tersebut. Penyebaran dari serangan tersebut mencakup pabrik, bank, instansi pemerintah, rumah sakit dan sistem informasi di dalamnya. Rusia digadang menjadi negara yang paling parah dalam serangan tersebut meskipun awalnya beberapa ahli mencurigainya di balik ganasnya virus tersebut.

Pengertian Ransomware Wanna Cry

Virus WannaCry termasuk dalam virus Ransomware yang pada umumnya pernah dimunculkan seperti Cerber dan juga lainnya. Untuk sekarang, Wanna Cry menjadi virus yang paling menglobal dalam penyerangan data-data. Ransomware adalah salah virus malware yang menyerang komputer bahkan smartphone. Serangan ini biasanya langsung ditujukkan pada sistem operasi Windows. Sedangkan Wanna Cry sendiri merupakan varian dari virus Ransomware. Wanna Cry ini bertugas untuk mengincar PC berbasis windows yang mempunyai kelemahan terkait fungsi SMB.

Penyebaran dari Ransomware Wanna Cry

Penyebaran dari virus ini bukan hanya berada di negara Eropa dan Amerika tetapi juga mencakup hingga Asia termasuk Indonesia. Dalam penyebaran tersebut, ratusan ribu komputer menjadi korban dengan India merupakan korban serangan paling tinggi. Serangan dari siber itu bersifat masif dan parahnya menyerang langsung pada sumber daya yang penting.

Serangan virus ini disebar segara acak dan meminta para korbannya untuk membayar untuk memulihkannya. Uang yang diminta dalam bentuk bitcoin. Tampilan dari virus yang menginfeksi meminta dana tebusan agar file yang terbajak dapat kembali normal. Dana bayaran yang diminta adalah sebesar 300 dollar Amerika. Jika tidak membayar melewati masa deadline, maka tebusan akan dinaikkan lebih dari awalnya. Walaupun itu tidak memberikan jaminan tersangka penyebar virus akan menepati janjinya atau tidak.

Apa alasan meminta bitcoin?

Bitcoin bukan merupakan uang asli namun dapat ditukar dengan uang asli. Mengapa mereka menggunakan bahan tebusan berbentuk uang digital? Hal ini serta merta agar uang yang tersebut dapat ditransfer secara anonymously sehingga memberikan keamanan kepada tersangka untuk menarik uangnya.

Pemuda penangkal Wanna Cry

Dibalik maraknya serangan tersebut, ternyata ada seorang pemuda asal Inggris yang berhasil memupus harapan dari penyebar virus tersebut. Dengan nama samaran MalwareTech, identitas pemuda tersebut akhirnya terkuak. Dia adalah Marcus Hutchsins yang tinggal di daerah Corwall. Marcus awalnya secara tidak sengaja menemukan cara untuk menangkal virus tersebut dengan mendaftarkan domain yang terinfeksi. Siapa sangka perbuatan iseng-iseng ini menghentikan penyebaran tersebut menjadi melambat ketika di tangani Marcus. Dibalik aksi pahlawannya, Marcus mengakui mempelajari internet secara otodidak.

Image result for pizza for malwaretechblog

Pemuda tersebut awalnya berencana untuk kuliah namun terlanjur membatalkannya dikarenakan telah menerima  pekerjaan jarak jauh dari perusahaan keamanan asal Amerika Serikat, Kryptos Logis.  Saat itu, ketika dia mengetahui adanya serangan dari Wanna Cry, dia langsung menganalisanya dan mencoba untuk menghentikannya.

Hadiah yang diterima untuk membunuh virus

Atas jasanya, Marcus mendapatkan julukan baru yakni “Hero Blogger”.  Dia menerima hadiah uang tunai sebesar $10.000 atau sekitar 130 juta rupiah atas keberhasilannya mematikan virus ini. Uang ini diberikan oleh HackerOne atas jasanya dalam menjaga keamanan siber internasional. Namun, Marcus yang merasa tidak berhak atas uang tersebut memutuskan untuk membagikannya untuk yayasan pendidikan. Dia membulatkan niat tersebut dan sisanya akan ditabung untuk menolong orang yang membutuhkannya.

Selain mendapatkan uang tersebut, dia juga mendapatkan hadiah Pizza secara gratis selama satu tahun. Marcus adalah maniak pizza apalagi dengan toping taburan daging ham dan nenas. Alasannya pizza merupakan makanan simpel dimana tinggal telpon dan dalam waktu 20 menit makanan tersebut akan tiba dihadapan. Berbeda dengan memasak yang memerlukan waktu lama untuk menyiapkannya.

Korea Utara diduga di balik penyebaran virus

Sebelumnya virus ini telah mencemaskan banyak negara termasuk Indonesia yang membuat mereka harus melakukan antisipasi secara manual. Setelah memiliki cara untuk menangkalnya, pelaku dari penyebar virus tersebut mulai diselidiki. Proses penyelidikan yang berlangsung merujuk kepada salah satu negara di Asia. Korea Utara menjadi salah satu kandidat terbesar dalam tindakan kejahatan tersebut. Anggapan tersebut dikarenakan mereka menginginkan kompensasi atas hilangnya pendapatan mereka yang disebabkan oleh Dewan PBB. Cara terbaik ini diduga sebagai motif untuk menggarap kembali uang “tindasan” mereka dalam menstabilkan kembali perekonomiannya.

Korea Utara dicurigai melatih tentara siber secara khusus. Peretas tersebut diduga beroperasi di Korea Utara dan China. Simon Choi, Direktur Hauri Inc, membeberkan akan mendorong dunia untuk menghadapi serangan siber dengan menutup akses internet mereka seandainya Korea Utara terbukti dibalik penyebaran virus tersebut.

Kecurigaan juga diungkapkan dari peneliti Google, Neel Mehta, yang memberitahu kalau kode komputer dari Malware Wanna Cry mirip dengan sejumlah kasus yang pernah dilakukan Korea Utara termasuk serangan pada Sony Pictures Entertainment 3 tahun yang lalu.

Kepolisian Uni Eropa mengegaskan belum memiliki bukti yang kuat untuk melontarkan tuduhan tersebut. Penyelidikan masih berlangsung dengan mencari melalui petunjuk digital dan jalur uang yang sudah tertransfer.

Sungguh merupakan serangan virus yang paling heboh dalam tahun ini bukan? Hal ini sangatlah berbahaya untuk semua instansi termasuk pemerintah dan rumah sakit. Inggris termasuk saksi dari kekejaman virus tersebut. Akan tetapi, berdasarkan jumlah transaksi yang terhitung, penyebar masih meraup sedikit dana perasan dari hal hebat yang dilakukannya.