Lebih Seram Dari Bungee Jumping, Olahraga Ini Bisa Buat Jantung Serasa Pindah Posisi

110

Ratusan lebih warga Brasil tampak begitu antusias untuk kembali memecahkan rekor dunia sebagai peserta terbanyak yang melakukan aksi melompat dari sebuah jembatan atau yang dikenal dengan sebutan “rope jumping“. Mereka melakukan aksinya tersebut pada hari Minggu kemarin pada tanggal 22 Oktober 2017.

Diketahui ada sekitar kurang lebih 245 orang yang melompat dari sebuah jembatan setinggi 30 meter di Hortolandia, Brasil, yang letaknya berada di sekitar 68 mil barat Sao Paulo. Biar kata aksi ini terbilang ekstrim, namun saat melompat dari ketinggian ini, para pesertanya tetap dilengkapi dengan tali pengaman dan sebuah helm.

Jika dibandingkan dengan jumlah peserta pada tahun yang sebelumnya, yaitu tahun 2016, kali ini bisa dipastikan bahwa jumlah pesertanya sedikit lebih banyak. Tahun lalu, orang yang mengikuti rope jumping ini hanya berkisar 149 orang saja. Anda bisa lihatkan perbedaannya? Ada pertambahan sekitar 96 orang di tahun ini.

Bayangkan saja, gimana ya rasanya terjun dari jembatan dengan ketinggian 98 kaki seperti itu? Deg-degan pasti lah ya. Apalagi jika harus melakukannya dengan jumlah orang yang sebanyak itu. Apa gak akan bertubrukan satu sama lain itu ya guys?

Beginilah penampakan saat para peserta sedang melakukan rope jumping:

Keren juga kan kelihatannya guys? Nah, sebelumnya anda pernah tidak mendengar istilah rope jumping ini? Anda tahu tidak kalau sebenarnya rope jumping merupakan salah satu jenis olahraga ekstrim, yang cukup populer di dunia. Konon katanya, olahraga ini adalah cara yang sempurna untuk melakukan kegiatan olahraga di saat anda sudah mulai bosan dengan olahraga yang mainstream atau yang biasa-biasa saja.

Rope jumping ini merupakan latihan kardio yang sangat baik untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular, gerak kaki dan daya tahan bubuh keseluruhan. Ini adalah cara mudah untuk membakar sejumlah besar kalori yang ada di tubuh anda. Supaya anda lebih paham dengan apa dan bagaimana sebenarnya olahraga ini, yuk simak penjelasan berikut:

Mengenal Rope Jumping

Rope Jumping yang dimaksud di sini bukanlah kegiatan melompat dengan tali skipping yang biasa anda lakukan. Pengertiannya di sini adalah sebagai olahraga anti-mainstream yang dilakukan di atas tebing atau beberapa tempat yang memiliki ketinggian yang tidak biasa.

Rope jumping merupakan sebuah aktivitas petualangan baru, yang merupakan bagian dari olahraga panjat tebing dan merupakan olahraga ekstrim yang paling menakutkan setelah Cliff Diving.

Olahraga rope jumping sebenarnya memiliki konsep yang mirip dengan bungee jumping. Perbedaannya hanya terletak pada jenis tali pengaman yang digunakan. Umumnya, pada olahraga rope jumping, tali yang digunakan terbuat dari nilon, sehingga jumper tidak akan terpental, akan tetapi gerakannya perlahan-lahan akan agak melambat.

Untuk memasang tali tunggalnya saja, dibutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu berbulan-bulan. Hal ini dikarenakan komposisi baut dan puli yang digunakan sangat lah rumit. Puli atau pulley sendiri merupakan sebuah alat yang digunakan untuk  mempermudah arah gerak tali yang fungsinya untuk mengurangi gesekan (friction).

Jika dilihat sekilas, antara lompat tali dengan bungee jumping cara melakukannya memang tidak jauh berbeda. Akan tetapi, beberapa orang berpendapat bahwa lompat tali ini ternyata jauh lebih eksterim. Mereka bahkan menghimbau orang-orang untuk tidak melakukan rope jumping jika belum pernah mencoba bungee jumping sebelumnya.

Perbedaan Antara Rope dan Bungee Jumping

Meskipun terlihat mirip, tapi sebenarnya keduanya memiliki beberapa perbedaan yang signifikan. Apa-apa sajakah perbedaan yang dimaksud tersebut?

  • Bungee Jumping

Jika rope jumping menggunakan tali nilon, maka bungee jumping menggunakan tali dari karet. Pada Bungee jumping sendiri lompatan pertama adalah kepala dengan tali karet yang terikat pada kaki. Setelah itu, Jumper akan dilempar ke atas dan ke bawah karena kabelnya terbuat dari karet.

Biasanya orang yang melakukan kegiatan ini akan melompat dari jembatan atau derek. Ketinggian derek (crane) atau jembatan biasanya beberapa ratus meter dan kabel yang digunakan juga harus jauh lebih pendek, untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Adapun peristiwa penting yang ada kaitannya dengan sejarah aktivitas ekstrim ini adalah lompatan yang dilakukan oleh A.J. Hackett dari Menara Eiffel. Sejak saat itu, banyak pencari adrenalin lainnya yang ingin mengulang pengalaman yang sama seperti dirinya.

  • Rope Jumping

Lompat tali adalah kegiatan melompat yang dilakukan dari tempat tinggi, seperti pada bungee jumping. Akan tetapi, tempat untuk menjajal olahraga ini lebih ekstrim, karena biasanya diawali dengan kegiatan memanjat tebing tinggi terlebih dahulu.

Hal ini tentu saja berbeda dengan bungee jumping yang biasanya dilakukan di satu tempat yang memang sengaja dibangun, tanpa harus susah payah memanjat karena sudah disediakan tangga untuk mencapai tempat tersebut. Bahkan ada beberapa yang menyediakan lift untuk naik ke atas.

Selain itu, yang membuat olahraga ini berbeda dari bungee jumping adalah dimana para jumpernya menggunakan sejumlah peralatan keselamatan alpinist, yang lebih aman daripada kabel karet.

Cara melompatnya juga berbeda, karena anda akan dibawa jatuh bebas dan tidak dilempar ke atas dan ke bawah seperti pada saat melakukan bungee jumping. Seorang alpinist terkenal yang bernama Dan Osman dianggap sebagai pendiri dari olahraga lompat tali ini. Ada anggapan bahwa awalnya tujuan ia menciptakan olahraga ini adalah karena ingin mengatasi rasa takut jatuhnya.

Nah untuk mengatasi hal tersebut, maka ia pun menciptakan sistem peralatan keselamatan yang memungkinkannya aman pada saat melakukan lompatan. Begitulah awal mula terciptanya olahraga ekstrim lompat tali ini.

Namun sangat disayangkan sekali karena eksperimen yang dilakukannya beberapa tahun yang lalu harus menjadi penyebab kematiannya karena terdapat kesalahan pada tali yang yang digunakan. Tapi untuk saat ini, anda tidak perlu khawatir lagi karena tingkat keamanan untuk melakukan lompat tali sudah semakin ditingkatkan.

Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa orang yang mencoba melakukan olahraga ekstrim yang dikenal dengan istilah rope jumping ini. Tapi tidak semua dari mereka yang melakukannya dari sebuah tebing tinggi, melainkan dari sebuah jembatan yang berada di Cianjur, Jawa Barat, yang bernama Jembatan Raja Mandala.

Jembatan ini sudah bisa dikatakan cukup tinggi, karena ketinggiannya adalah sekitar 30 meter. Inilah yang menjadikan jembatan tersebut sangat  cocok untuk dijadikan sebagai lokasi untuk menjajal aktivitas lompat tali.

Saat melihat orang lain melakukannya, anda pasti akan tertantang untuk ikut melakukannya juga. Tidak percaya? Jika memang anda tertarik, anda harus ingat untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, karena bagaimanapun juga kegiatan ini cukup ekstrim dan berisiko untuk dilakukan. Kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal untuk anda.

Sebuah kelompok melompat tali dari Eropa yang dikenal sebagai Dream Walkers pernah melakukan lompat tali ini. Lompatan terakhir mereka lakukan dari tebing batu kapur Navagio Beach di pulau Yunani Zakynthos.

Lompatan tersebut adalah salah satu tujuan mereka untuk menyelesaikan lompatan tali di 80 titik ikon di seluruh dunia, yang mulai dari Grand Canyon, ke cave network yang ada di Kroasia hingga gedung pencakar langit yang berada di Las Vegas. Mereka tidak melakukan kegiatan tersebut sendirian, mereka juga mengundang siapa saja untuk melompat bersama mereka.

Jadi dengan begitu, siapa saja yang berminat untuk melakukan rope jumping bersama mereka bisa bergabung, termasuk juga anda. Apa anda berminat untuk mencoba olahraga ekstrim yang satu ini? Eittsss, sebelum mencobanya, anda harus pastikan dulu kalau anda tidak sedang mengidap penyakit jantung, serta pastikan keamanan di tempat anda akan melakukannya juga terjamin.