Kumpulan Kisah Agen Rahasia Yang Berujung Menyedihkan

713

Apa yang terpikirkan olehmu saat membahas agen rahasia? Pastinya ini pekerjaan bukan kayak agen pulsa atau agen ayam ya. Untuk menjadi agen rahasia, kemampuan dalam menyamar dan besandiwara sangat penting dalam menjalankan misinya. Tidak hanya itu, kepiawaian memakai senjata dan melakukan bela diri juga dibekali pada diri mereka untuk menjaga seandainya penyamaran tersebut ketahuan.

Dengan risiko yang tinggi, tentu tiap agen selalu melakukan semaksimal mungkin dalam memainkan perannya. Bagi mereka, rahasia dan informasi sangatlah penting dalam memberikan pertimbangan politik bagi pemerintahan mereka atau organisasi tempat mereka bekerja. Saat tertangkap, risiko yang diterima pun tergolong sadis karena nyawa sudah pasti menjadi taruhannya! Kayak agen dibawah ini guys, yuk langsung kita simak 1 per 1.

Inilah 6 Agen Rahasia yang bernasib menyedihkan:

1. Aldrich Ames – Uni Soviet

Sebenarnya Ames merupakan sindikat anggota dairi CIA, Amerika Serikat, yang dikirim ke Turki untuk mengumpulkan informasi mengenai intelijen Uni Soviet pada tahun 1985. Sangat disayangkan, Ames malah berpihak kepada Uni Soviet karena masalah keuangan yang dialaminya dan juga emosional. Ames membantu pihak Uni Soviet untuk meringkus 100 agen CIA yang bahkan sepuluhnya dihukum mati.

Pembelotan ini tidak diketahui pihak Amerika pada awalnya, kekayaan materi pun dia dapatkan saat itu. Bahkan Ames dengan gampangnya melewati dua tes detektor kebohongan ketika kembali ke Amerika Serikat. Sial bagi dia, kekayaan yang dirasakan tidak bertahan lama. Kekayaannya dalam membeli rumah setengah juta dolat dan mobil sport mewah telah menimbulkan kecurigaan dari CIA untuk mengintrogasinya. Ames pun harus diringkus oleh FBI pada tahun 1994 dan dihukum penjara seumur hidup untuk pengkhianatannya.

2. The Rosenbergs – Uni Soviet

The Rosenbergs adalah pasangan suami istri, Julius dan Ethel Rosenberg, yang menjadi agen rahasia miliki Uni Soviet, Feliksov. Mereka berdua aslinya adalah warga sipil Amerika Serikat. Pasangan ini rela melakukan apapun untuk memajukan kepercayaan komunis mereka. Dalam bertugas, sang suami mengirim informasi rahasia dan menukarnya dengan orang Rusia. Informasi ini termasuk desai murang yang dipakai untuk menjatuhjan sebuah U-2 pada tahun 1960.

Pekerjaan Julius dibantu oleh abang iparnya yang mengaku menyampaikan informasi rahasia melalui pasangan suami istri tersebut. Julius dan istrinya pun ditangkan pada tahun 1951 dimana sang suami sedang bercukur disaat itu. Dia dan istrinya pun di jatuhi hukuman mati dengan memakai kursi listrik di penjara Sing Sing pada 19 Juni 1953.

3. Mata Hari – Jerman

Margaretha Geertruida Zelle adalah nama asli dari Mata Hari yang menjadi salah satu dari intelijen terkenal dunia. Dengan latar belakang sebagai penari erotis dan juga pelacur kelas kakap di Perancis, dia bekerja sebagai mata-mata untuk Jerman pada Perang Dunia I. Dengan berstatus pelacur dan berpaspor Belanda, Mata Hari dengan mudahnya mengumpulkan informasi. Dengan menggunakan tubuhnya sebagai media mendapatkan informasi, rahasia pun dikirimnya ke militer Jerman.

Pada tahun 1917, Intelijen Perancis melacak sinyal radia yang menyatakan pihak Jerman mendapatkan informasi tentang mereka dari mata-mata yang diberi kode H-21. Mata Hari pun teridentifikasi dan ditangkap di sebuah kamar hotel di Paris pada 13 Februari 1917. Hanya berselang tujuh bulan setelah penangkapan, dia dieksekusi tembak mati.

4. Klaus Fuchs – Uni Soviet

Klaus Fuchs merupakan salah saut mata-mata yang terdapat pada daftar nama agen rahasia Uni Soviet. Sebagai fisikawan, dia bertanggung jawab atas teoritis yang dikembangkannya pada senjata dalam pembelahan sel pertama dan model awal dari bom hidrogen. Fuchs yang merupakan kelahiran Jerman meninggalkan negaranya untuk mengambil gelar PhD. Ketika tinggal di Inggris dia bekerja untuk Uni Soviet dengan memberikan informasi tentang apa yang sudah dikembangkan oleh Inggris.

Setelah bekerja sebagai mata-mata selama dua tahun, Fuchs akhirnya berhenti dari pekerjaan tersebut. Sialnya, setelah pemberhentian tersebutm dia diinterogasi oleh pihak pemerintahan Inggris. Fuchs harus mendekam di penjara selama sembilan tahun meskipun sebenarnya dia dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

5. Mayor John Andre – Inggris

Andre merupakan mata-mata Inggris dan juga seorang perwira Angkatan Darat Inggris selama Perang Kemerdekaan Amerika yang bersekongkol dalam melawan Tentara Kontinental. Andre sangat disukai oleh masyarakat kolonial Inggris dan juga New York. Meskipun di balik semua itu, dia bertanggung jawab dalam membantu upaya Jendral Amerika dalam menjual benteng West Point kepada Inggris.

Andre pun berhasil diringkus usai melarikan diri dengan menggunakan paspor palsu. Dia mengakui sama sekali tidak memiliki niat untuk mengkhianati Amerika. Sebagai tawanan perang, dia mempunyai hak untuk melarikan diri dengan pakaian sipil. Tapi apa daya, semua penjelasan dia tidak mengurangi hukuman. Dia pun dihukum gantung pada 2 Oktober 1780.

6. Frederik Joubert Duquesne – Jerman

Frederik mendapatkan julukan sebagai Black Panther. Dia menjadi mata-mata Jerman dan menyamar dalam pasukan sekutu selama Peranf Dunia I dan II. Hal ini juga didukung karena kebesaran kebenciannya terhadap Inggris yang perlakuan mereka terhadap anak-anak beserta wanita. Frederik bertugas memberikan informasi mengenai pasukan, persenjataan serta pergerakan sekutu kepada Jerman.

Aksinya ini bahkan dilakukan dengan menyabotase kapal perang Inggris, HMS Hampshire pada 1916. Dia juga membentuk sebuah grup yang dinamakan Duquesne Spy Ring yang kemudian 33 anggotannya dijatuhi hukuman 300 tahun penjara. Dia sendiri ditangkap pada usia 64 tahun dimana dijatuhi hukuman 18 tahun penjara.

Sadis kan guys? Untuk menjadi mata-mata saja bukan hanya harus bersandiwara, tetapi segala hal harus dikorbankan termasuk diri sendiri. Tidak semua orang juga dapat menjadi mata-mata, hanya orang tepat dan dipercaya saja lah yang bisa ditugaskan oleh suatu organisasi atau negara.