Jangan Pernah Lakukan 12 Hal Ini, Jika Tak Ingin Kehilangan Karyawan Berpotensi Anda

106

Di zaman seperti sekarang ini, memiliki pekerjaan yang jelas dan menetap merupakan impian semua orang. Mengingat jumlah kebutuhan hidup yang selalu bertambah dan harga yang terus menanjak naik, kerap membuat masyarakat menjadi was-was jika harus kehilangan pekerjaan dan menganggur meski hanya untuk waktu yang sebentar.

Namun sayangnya, tidak semua orang bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah apalagi untuk saat-saat seperti sekarang ini. Untuk bisa bekerja di tempat yang bagus dengan gaji yang lumayan atau bahkan tinggi, anda dituntut untuk memiliki kemampuan yang lebih dari yang lainnya. Kalau tidak? Anda hanya akan dianggap sebagai “orang yang tidak berguna atau tidak penting” untuk perusahaan.

Nah, kalau sudah begitu, tak akan ada satu perusahaan pun yang akan mau mempertahankan anda. “Tak mau rugi“, ya pasti. Perusahaan mana sih yang mau membayar karyawannya secara cuma-cuma? Kalau lah anda berada di posisi sang “boss“, pasti anda juga akan melakukan hal yang sama, bukan?

Tapi terlepas dari itu semua, tahukah anda bahwa sekalipun anda adalah seorang Boss, anda juga tidak boleh bertindak semena-mena terhadap karyawan anda? Anda harus tahu bahwa karena mereka juga lah perusahaan anda bisa berjalan dengan baik, sehingga anda bisa mengumpulkan pundi-pundi kekayaan.

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Seorang Boss

Meskipun anda adalah seorang boss, bukan berarti anda tidak pernah melakukan kesalahan, kan? Bagaimana pun juga anda tetaplah seorang manusia yang tidak pernah lepas dari yang namanya kesalahan. Namun, pernahkah anda berpikir bahwa kesalahan anda tersebut bisa merugikan orang lain bahkan untuk anda sendiri?

Beberapa kesalahan yang anda lakukan bahkan tak jarang yang membuat karyawan anda merasa tidak betah lagi untuk bekerja dan akhirnya memutuskan untuk berhenti atau resign.

Kalau lah semua karyawan anda setengahnya melakukan hal yang sama, apa anda tidak pusing? Apa anda bisa mengambil alih semua pekerjaannya? Apa anda bisa mencari pengganti mereka dengan cepat? Kalau pun dapat, apa mereka bisa bekerja lebih baik dibandingkan dengan karyawan anda yang resign tadi? 

Jawabannya “belum tentu“. Mencari karyawan baru yang berpotensi itu tidaklah semudah anda memecatnya. Jadi, meskipun anda adalah seorang Boss, ada kalanya anda juga harus mengerti posisi mereka.

Mereka juga ingin anda menghargai mereka. Kalau anda tidak bisa menghargai mereka sebagai bawahan, setidaknya hargailah mereka sebagai “manusia“. Ada beberapa jenis kesalahan yang sering dilakukan seorang Boss, yang pada akhirnya membuat karyawannya memilih untuk berhenti, yaitu:

1. Memberi Mereka Banyak Pekerjaan (Merangkap)

Di dalam sebuah perusahaan, biasanya setiap kryawan dibebankan pekerjaan masing-masing. Umumnya sih pekerjaan mereka dikelompokkan berdasarkan posisi atau jabatan mereka di perusahaan tersebut. Tapi beberapa perusahaan sering melakukan kesalahan dalam hal pemberian tugas ini.

Ada ketimpangan pekerjaan yang begitu jelas terlihat antara satu karyawan dengan karyawan yang lainnya. Tentu saja kesalahan seperti ini akan merugikan salah satu pihak. Hal ini sering terjadi pada mereka karyawan yang rajin.

Karena mereka bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari jadwal yang seharusnya, pihak perusahaan malah membebaninya dengan pekerjaan yang lain. Perusahaan merasa rugi jika melihat karyawannya hanya duduk atau santai setelah menyelesaikan tugas padahal waktu kerja masih banyak.

Jelas sekali bahwa ini adalah sebuah kesalahan. Ya memang benar kalau masing-masing perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda, tapi toh anda juga harus memikirkan karyawan anda juga.

Pekerjaan mereka cepat selesai, karena mungkin mereka datang lebih awal ke kantor atau karena mereka memang memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan yang lainnya, sehingga dia mampu menyelesaikannya dalam waktu yang singkat. Bisa jadi kan?

Jika sebagai boss anda tidak bisa menyelesaikan permasalahan seperti ini, bisa dipastikan bahwa lambat laun karyawan anda akan merasa “muak” dan memutuskan keluar.

2. Tidak Ada Kontribusi Dari Perusahaan

Di dalam sebuah perusahaan, biasanya akan ada karyawan-karyawan yang “berprestasi“. Yah, berprestasi yang dimaksud di sini tentu saja dalam hal pekerjaan.

Misalnya saja mereka selalu datang tepat waktu, bekerja dengan sangat baik, tidak neko-neko atau bertingkah, taat pada aturan yang ditetapkan atau karena mereka memenangkan tender tertentu dan sebagainya.

Jika memang di perusahaan yang anda pimpin ada karyawan seperti itu, tidak ada salahnya jika anda memberikan mereka sebuah penghargaan. Bukan “piala”, ucapan terima kasih dari anda saja rasanya sudah cukup membuat mereka merasa sangat senang dan merasa bahwa anda ternyata peduli terhadap kinerja mereka.

Kalau anda menambahkan ucapan terima kasih itu dengan sedikit penghargaan atau dengan hadiah kecil-kecilan, maka akan lebih bagus lagi. Pasti banyak karyawan yang akan termotivasi karena itu. Mereka akan berpikir bahwa ternyata kerja keras mereka anda hargai.

Ingat, karyawan tidak hanya mengharapkan gaji, promosi dan sebagainya, meskipun sebenarnya itu juga penting. Tapi bentuk kepedulian dan penghargaan anda terhadap kerja mereka, lebih dari cukup untuk membuat mereka tetap bertahan untuk bekerja di perusahaan anda.

3. Tidak Ada Kepedulian Terhadap Karyawan

 

Meskipun karyawan anda hanyalah seorang pekerja yang anda bayar, tapi tidak ada salahnya jika anda juga peduli terhadap mereka. Banyak karyawan yang pada akhirnya memutuskan untuk resign karena ternyata hubungan mereka dengan sang boss tidak terlalu baik.

Mereka merasa boss mereka hanya mementingkan keuntungan perusahaannya saja, sehingga tak jarang mengabaikan karyawannya. Hey boss, karyawan anda juga adalah makhluk sosial. Begitu juga dengan anda. Cobalah untuk sedikit peduli pada mereka.

Misalnya saat mereka sedang sakit, apa salahnya jika anda memberikan izin untuk beristirahat. Ketika mereka sedang mendapat sebuah kemalangan, apa salahnya jika anda ikut berbelasungkawa, atau saat mereka memerlukan bantuan, apa salahnya jika anda mengulurkan tangan anda dan memberikan bantuan. Tidak sulit kan? Tapi mengapa anda malah mempersulitnya?

4. Tidak Memiliki Komitmen

Seorang pemimpin yang tidak memiliki komitmen atau tidak bisa memegang ucapannya sendiri, tidak pantas untuk menjadi seorang boss. Kalaupun bisa, karyawan anda tidak akan menghargai anda, karena mereka hanya akan menganggap anda sebagai penipu, pembohong, pembual dan sebagainya.

Sebagai seorang Boss. memiliki komitmen merupakan satu hal yang penting. Tahu kenapa? Karena komitmen inilah yang akan membuat anda terlihat bisa dipercaya dan bertanggung jawab di depan para karyawannya.

Dengan kata lain, jika anda sudah menjadi seorang boss, sebisa mungkin hindarilah memberikan janji-janji palsu ataupun harapan palsu kepada mereka, karena kalau anda tidak bisa menepati janji anda tersebut, maka bersiaplah untuk dibenci oleh mereka atau paling tidak dicap sebagai seorang pembohong.

Kalau sudah berjanji, maka tepatilah janji anda tersebut. Jika anda berjanji untuk memberikan kenaikan gaji atau jabatan, maka realisasikan lah janji anda tersebut.

Jangan pernah mematahkan semangat karyawan anda dengan pernyataan anda yang tidak pernah ada ujungnya. Padahal mereka sudah sangat bahagia mendengar janji anda tersebut dan telah melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik, tapi anda malah dengan mudahnya mematahkan harapan dan keyakinan mereka. Wah, pasti kecewa banget tuh karyawan anda.

5. Mempromosikan Orang Yang Salah

Seperti yang anda ketahui, masing-masing karyawan memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Kalau sama semua, bisa-bisa anda dibuat pusing dan stress nantinya. Iya kalau semua karyawan anda kemampuannya di atas rata-rata, nah kalau yang terjadi malah kebalikannya gimana? Mau jadi apa perusahaan anda itu coba? Gak sampai sebulan, bisa langsung gulung tikar tuh perusahaan. Iya nggak?

Itulah sebabnya mengapa anda selaku pemimpin perusahaan sangat penting untuk membuat beberapa pengelompokkan untuk setiap karyawan anda. Anda kan bisa mengelompokkannya dari cara bekerja, kedisiplinan, apa yang telah mereka capai selama bekerja di perusahaan dan lain sebagainya.

Hal ini sangat penting untuk anda sebagai pemimpin perusahaan agar anda tidak salah mempromosikan orang. Biasanya, promosi akan diberikan kepada mereka yang termasuk ke dalam kategori karyawan yang baik, pekerja keras dan bisa bekerja dengan profesional.

Kalau anda salah mempromosikan orang, maka akan timbul kecemburuan dari yang lainnya serta bisa menjadi demotivasi bagi sebagian dari mereka. Jadi, wahai anda para peminpin perusahaan, jangan sampai salah memilih ya.

6. Tidak Membiarkan Karyawan Mengejar Impiannya

Sebagai seorang Boss yang baik, sudah seharusnya anda memberikan kesempatan kepada karyawan anda untuk berkembang dan maju. Kalau anda membatasi impian mereka, bagaimana mereka bisa menjadi lebih baik di kedepannya? Betul nggak guys?

Pada umumnya setiap orang pasti memiliki impiannya masing-masing. Bahkan bisa dibilang bahwa impian itulah yang kerap membuat mereka tetap bertahan dan selalu mengusahakan segala hal untuk bisa mewujudkan impian tersebut. Dengan menyediakan kesempatan untuk karyawan anda dan membiarkan mereka mengejar passion atau gairah mereka, maka produktivitas dan hasil kerja yang didapat juga akan membaik.

Tapi kalau anda ternyata adalah tipe boss yang hanya ingin karyawannya bekerja di ruangan yang sempit, serta membatasi ruang gerak mereka, maka jangan harap anda akan mendapatkan hasil kerja yang memuaskan dari mereka. Kalau sudah begini, jangan kaget jika lambat laun surat pemunduran diri mereka akan sampai di meja anda.

7. Gagal Mengembangkan Keterampilan Karyawan

Jika anda adalah seorang bos atau pimpinan yang baik, anda tentu saja akan mengetahui bagaimana cara untuk mempekerjakan karyawan yang bertalenta atau berbakat. Biasanya sih, si bos akan memberi perhatian kepada karyawan ini dan secara konstan akan mendengarkan serta memberi umpan balik kepada mereka.

Sebagai seorang bos, anda harus tahu keterampilan-keterampilan yang dimiliki oleh karyawan anda sehingga anda bisa dengan mudah mengembangkan potensi yang mereka miliki. Jangan tahunya hanya ingin mendapatkan keuntungan yang besar saja, melainkan anda juga perlu menaruh sedikit perhatian pada mereka jika anda masih ingin mereka bertahan bekerja di perusahaan yang anda pimpin.

8. Gagal Menggunakan Kreativitas Karyawan

Tingkat kreatifitas yang dimiliki seseorang tidaklah sama antara satu orang dengan yang lainnya. Karyawan yang cerdas biasanya tidak akan pernah puas dengan apa yang telah ia capai. Mereka akan selalu berusaha untuk terus memperbaiki diri dan kinerja mereka agar menjadi lebih baik lagi dari yang sebelum-sebelumnya.

Jika sebagai manajer anda membatasi kemampuan mereka untuk melakukan perubahan dalam meningkatkan skillnya hanya karena anda merasa nyaman dengan status quo, ini akan membuat karyawan anda semakin tidak menyukai pekerjaannya.

Karyawan bertalenta pasti punya minat memperbaiki sesuatu yang mereka pegang. Kalau manajer mengambil hal itu dan hanya ingin status quo, maka karyawan akan membenci bosnya.

9. Gagal Menantang Intelegensia Karyawan

Kesalahan terakhir yang sering dilakukan oleh seorang pemimpin atau bos adalah gagal memberikan tantangan secara intelektual kepada karyawannya.

Di dalam dunia kerja pasti selalu ada yang namanya persaingan. Itulah sebabnya mengapa anda sebagai seorang pemimpin atau bos haruslah bersikap cerdas ketika memberikan tantangan pada bawahan anda, misalnya saja untuk menyelesaikan tugas yang awalnya sulit untuk dilakukan atau diselesaikan.

Hal ini akan membuat mereka saling berlomba-lomba untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Nah kalau sudah begitu, intelejensi karyawan anda juga akan berkembang dong. Betul nggak?

Daripada anda memberikan banyak peraturan kepada mereka, akan lebih baik lagi jika anda memberikan tantangan yang mendorong mereka untuk keluar dari zona nyaman mereka. Kalau anda adalah pemimpin yang baik, maka anda akan melakukan apapun untuk membantu keberhasilan karyawan anda.

Jika di kantor yang anda pimpin ternyata ada karyawan yang pintar atau memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan yang lainnya, tapi anda malah menyuruhnya untuk melakukan pekerjaan yang terlalu mudah atau membosankan, yakinlah mereka akan memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan lain yang lebih menantang di luar sana.

10. Memfonis atau Nge-judge Karyawan Sesuka Hati

Konflik yang terjadi di antar karyawan pada sebuah perusahaan merupakan hal yang lumrah terjadi. Perselisihan, percecokan, perebutan jabatan, perbedaan pendapat dan lain sebagainya bukanlah sesuatu yang aneh lagi dalam dunia kerja.

Di dalam kasus yang seperti ini, sebagai seorang boss seharusnya anda bisa menjadi penengah di antara mereka yang sedang berselisih dan bukan malah menambah kerumitan masalah.

Memang benar kalau kekompakan karyawan bisa berpotensi membahayakan perusahaan karena bisa saja mereka bersekongkol untuk melakukan hal yang tidak baik dan merugikan perusahaan. Tapi bukan berarti anda juga harus memecah mereka seperti serpihan-serpihan “piring kaca” yang sudah pecah, bukan? 

Saat terjadi perselisihan antar karyawan, apa salahnya jika anda mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak? Apa anda terlalu sibuk untuk mendengarkan penjelas keduanya? Kalau anda memang benar-benar sibuk, lebih baik anda tidak mendengarkan keduanya, sehingga tidak terjadi yang namanya “pilih kasih” atau “berat sebelah“.

Jangan hanya karena anda lebih dekat dengan “Karyawan si A” anda bisa langsung mengambil keputusan bahwa “si B” lah yang salah tanpa mendengar lagi penjelasan dari si B tadi. Menurut anda, adilkah jika seorang pemimpin melakukan hal ini seperti? Bagaimana jika anda yang berada di posisi si B, apa yang anda rasakan?

Manusia tetap lah manusia. Saat berbicara atau mengadu, mereka pasti akan terlihat sebagai makhluk yang paling tersakiti untuk mendapatkan perhatian. Lantas, gimana dengan nasib mereka yang pada dasarnya memiliki hati yang lebih tegar dan bertindak seperti tak ada masalah meskipun sebenarnya dialah orang yang paling tersakiti? Miris sekali bukan?

Kalau anda melakukan hal seperti ini, rasa-rasanya anda belum pantas untuk disebut sebagai boss yang bijaksana. Jika anda adalah bos yang baik, anda tidak hanya akan berlaku “bijak sana“, tapi juga “bijak sini“. So, anda para bos-bos sekalian, jangan pernah melakukan hal semacam ini kalau anda tidak mau kehilangan karyawan anda yang sebenarnya lebih pantas untuk anda pertahankan.

11. Melecehkan Karyawan Dengan Cara Keseringan Mengucapkan Kata “PECAT”

Sebagai seorang pemimpin, memecat karyawan memang merupakan hak anda. Tapi kalau mau pecat, ya mikir-mikir dulu dong bos. Jangan sampai salah memecat. Setuju nggak guys?

Bos yang keseringan mengucapkan kata “Pecat atau Pemecatan” di depan karyawannya pada dasarnya akan membuat si karyawan muak dan sakit hati, meskipun sebenarnya kata itu tidak langsung ditujukan pada satu karyawan, namun tetap saja kata itu sebenarnya tidak perlu anda umbar-umbar.

Kalau hanya mengucapkannya beberapa kali sebagai gertakan agar karyawan tidak main-main saat bekerja sih tidak masalah. Justru yang menjadi masalahnya adalah ketika anda terlalu sering mengumbar kata itu.

Tiap orang punya titik sensitifnya masing-masing. Beberapa orang mungkin akan merasa tersinggung dan menganggap anda terlalu meremehkan dan merendahkan mereka dengan kata itu. Karyawan yang bekerja di tempat anda memang memerlukan uang untuk bisa bertahan hidup. Tapi ya nggak gitu-gitu juga lah ya kan? Anda juga memerlukan mereka lho. Jadi jangan angkuh saat anda menjadi Bos.

Kalau sudah tersinggung dan sakit hati, karyawan tidak akan merasa nyaman dan betah untuk bekerja lagi dengan anda. Mereka akan lebih memilih resign dan mencari kerjaan lain dimana bosnya lebih bisa menghargai mereka. Apakah anda pernah merasakan bekerja dengan bos yang seperti ini? Mudah-mudahan anda tidak pernah merasakannya.

12. Terlalu Ikut Campur Dalam Masalah Pribadi Karyawan

Setiap manusia pasti memiliki privasinya masing-masing. Ada kalanya mereka ingin berbagi cerita dan ada waktunya dimana mereka hanya ingin menyimpannya sendiri. Begitu pula dengan para karyawan anda di tempat kerja. Mereka semua tidak luput dari yang namanya permasalahan, termasuk masalah yang berhubungan dengan kehidupan pribadi mereka.

Sebagai seorang bos, anda harus pandai-pandai dalam mencampuri permasalahan tersebut. Kalau masalahnya berkaitan dengan pekerjaan, wajar jika anda ikut campur di dalamnya. Tapi kalau masalahnya ternyata adalah masalah pribadi, anda harusnya tau batasan anda sampai mana, sedekat apapun anda dengan karyawan anda tersebut.

Terlalu ikut campur pun akan membuat karyawan anda merasa risih. Kalau memang bantuan anda dibutuhkan, mereka akan bicara. Tapi kalau tidak, untuk apa anda “kepo” dengan urusan mereka? Apa ada untungnya untuk anda? Tidak kan? Misalnya saja pengen tahu mengenai siapa pacar mereka sekarang, atau sebagainya.

Ketahuilah wahai anda para bos dan calon-calon bos sekalian, ketahuil;ah batasan anda sebagai seorang pemimpin. Jangan hanya karena anda memiliki kuasa, anda bisa bebas untuk mengetahui seluruh urusan pribadi karyawan anda. Bukankan sebagai seorang bos, anda memiliki tugas yang lebih penting? 

Saat memasuki dunia kerja, beberapa hal di atas yang sudah dijelaskan tadi salah satu atau beberapa diantaranya pasti pernah anda alami, bukan? Khususnya bagi mereka yang bekerja sebagai seorang karyawan di suatu perusahaan atau tempat kerja. Sebagai seorang pekerja, mendapatkan gaji memang hal yang paling penting. Tapi bukan berarti mereka harus mengorbankan kenyamanan dan peraasaan mereka sebagai seorang manusia, kan? 

Salah satu yang membuat para pekerja nyaman bekerja di suatu tempat adalah sikap, tindakan dan loyalitas dari bosnya. Kalau bosnya bertindak semena-mena atau melakukan hal-hal di atas tadi, apa anda masih mau bertahan di sana? Daripada sakit hati, pasti anda akan lebih memilih resign, bukan?

Nah, oleh karena itu, untuk anda para bos-bos yang sedang menjabat saat ini, perhatikan kedua belas hal di atas jika anda tidak mau kehilangan karyawan anda satu per satu.