Hampir Punah, Budaya Tidur Siang di Negara Ini Sempat Dimuat Dalam Peraturan Hukum

592

Kebiasaan tidur siang tampaknya tidak hanya ada di kalangan masyarakat Indonesia saja. Beberapa negara lainnya ternyata juga memiliki kebiasaan yang sama. Salah satunya adalah Spanyol. Bukan hanya sekedar sebuah kebiasaan semata, tidur siang bahkan sudah dianggap sebagai sebuah budaya. Mereka menyebutnya dengan istilah Siesta.

Bertolak belakang dengan negara Jepang, dimana kesibukan atau pekerjaan masyarakatnya kerap menyita waktu istirahat mereka bahkan pada malam hari sekalipun, Spanyol malah melakukan hal yang sebaliknya, yaitu memberikan kesempatan pada warganya untuk melakukan kegiatan tidur siang pada jam tertentu yang sudah ditentukan.

Kebudayaan Tidur Siang Ala Spanyol

Seperti yang kita semua tahu, setiap makhluk hidup khususnya manusia sangatlah membutuhkan waktu istirahat atau jam tidur. Dengan tidur, manusia bisa memulihkan kembali kekuatan atau stamina, semangat dan pikiran mereka yang sudah sangat lelah setelah digunakan untuk melakukan sejumlah pekerjaan.

Tidak hanya pada malam hari, jam tidur juga bisa dilakukan pada siang hari. Itulah yang disebut sebagai jam tidur siang. Kalau di Indonesia sendiri, istilah tidur siang ini sudah tidak asing lagi. Betul nggak guys? Tapi gimana jadinya ya kalau yang melakukan kebiasaan ini adalah orang luar? Rasanya pasti agak sedikit aneh, bukan?

Terasa aneh karena biasanya masyarakat yang tinggal di negara-negara luar pada umumnya memiliki kehidupan yang super duper sibuk sehingga tak ada banyak waktu untuk mereka bisa beristirahat apalagi untuk tidur siang. Tapi ternyata persepsi tersebut tidak seutuhnya benar. Negara seperti Spanyol bahkan menjadikan tidur siang sebagai sebuah kebudayaan.

Mengenal Apa Itu Siesta

Sebelumnya, pernahkah anda mendengar istilah Siesta? Banyak dari anda yang mungkin akan merasa sangat asing dan hampir tak pernah mendengar kata atau istilah ini digunakan ataupun diucapkan dalam kehidupan sehari-hari anda. Wajar saja karena kata ini memang tidak berasal dari negara anda.

Jika diartikan, istilah siesta ini memiliki pengertian sebuah aktivitas tidur siang singkat setelah makan siang, yang cukup terkenal sebagai salah satu budaya Spanyol.

Kata siesta berasal dari Bahasa Spanyol, yaitu hora sexta yang berarti jam keenam. Artinya, jika dihitung dari waktu fajar sampai siang, maka diistilahkan bahwa jam ini merupakan “istirahat tengah hari“.

Istilah tidur tengah hari ini sangat identik dengan kebiasaan orang Spanyol, yang juga telah tersebar luas ke negara-negara Amerika Latin, terkecuali Brasil yang mendapat pengaruh dari budaya Portugis.

Tidak hanya itu saja, kebiasaan tidur siang ini juga umum dijumpai di beberapa negara, terutama yang berada di wilayah beriklim panas.

Sebenarnya kebiasaan tidur siang sehabis makan siang ini tidak hanya dilakukan oleh orang Spanyol atau Amerika Latin saja. Banyak bangsa lain yang juga memiliki kebiasaan yang serupa.

Umumnya sih hal ini tidak lepas kaitannya dengan faktor iklim dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh manusia yang menempati suatu wilayah tertentu.

Pada daerah-daerah beriklim hangat atau panas, atau pada saat matahari tepat berada di tengah-tengah kepala atau bisa disebut tengah hari, orang-orang berhenti bekerja sejenak dan istirahat di rumah untuk menghindari panas dan teriknya matahari.

Selain itu, kebiasaan manusia mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup banyak pada saat makan siang, juga dapat mengakibatkan munculnya rasa kantuk, sehingga waktu setelah selesai makan siang menjadi waktu yang paling ideal untuk tidur siang.

Asal Usul Munculnya Istilah Siesta

Meskipun siesta telah dianggap sebagai kebudayaan dari negara Spanyol, tapi perlu anda ketahui bahwa sebenarnya istilah ini tidak berasal dari Spanyol, melainkan dari negara penghasil spaghetti yaitu Italia.

Menurut seorang ahli yang bernama Juan Jose Ortega, kata siesta berasal dari Bahasa Latin, yaitu sexta. Konon katanya bangsa Romawi dulunya memiliki sebuah kebiasaan dimana setelah selesai makan, mereka akan langsung beristirahat atau tepatnya pada jam keenam.

Jika anda masih ingat, bangsa ini umumnya membagi hari terang ke dalam waktu 12 jam. Dengan begitu, maka jam keeman itu diibaratkan dengan jam 1 siang (pada musim dingin) dan jam 3 sore (pada musim panas).

Dari asalnya yaitu budaya bangsa Romawi, istilah siesta kemudian berkembang menjadi budaya yang diadaptasi oleh bangsa Spanyol. Sebenarnya sejarah jam kerja yang aneh di Spanyol lah yang membuat masyarakat Spanyol memiliki kesempatan besar untuk menyesuaikan diri dengan budaya tidur siang ini dan mulai menerapkannya ke dalam keseharian mereka.

Secara tradisional, jam kerja di Spanyol dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, dimana orang-orang akan mulai bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 2 siang, kemudian mereka berhenti sejenak untuk istirahat makan siang, sebelum pada akhirnya mereka harus kembali lagi bekerja dari jam 4 sore hingga jam 8 malam.

Jam kerja yang terputus seperti yang dijelaskan di atas tadi terjadi dikarenakan dulunya saat Perang Saudara Spanyol tengah berlangsung, banyak orang yang melakukan dua pekerjaan sekaligus untuk mendukung atau menghidupi kehidupan keluarga mereka. Jadi kerjaan yang satu dilakukan pada waktu pagi hari dan yang satu lagi pada sore harinya.

Biasanya mereka akan diberikan waktu sekitar 2 jam untuk beristirahat. Untuk mereka yang berada di kawasan pedesaan, mereka akan memanfaatkan waktu untuk beristirahat setelah pekerjaan pertama selesai tadi untuk melakukan perjalanan dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lainnya.

Wah, kebayang nggak guys gimana lelah dan letihnya mereka? Tapi mau gimana lagi? Begitulah yang namanya hidup.

Pada tahun 1950-an dan 1980-an, Spanyol menghadapi migrasi besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya dari kawasan pedesaan ke perkotaan, yang menjadi tempat mayoritas penduduk bekerja.

Memang terlihat bahwa hanya sebagian kecil orang yang melakukan aktivitas tidur siang, namun jam kerja yang begitu panjang tampaknya sudah membudaya untuk mereka hingga saat ini.

Tidur Siang Dalam Peraturan Hukum

Di kota kecil Ador, yang berada di dekat Valencia, tidur siang dianggap masyarakatnya sebagai sesuatu yang suci. Sangking sucinya, sampai-sampai walikota di sana menjamin hak warganya untuk tidur dalam sebuah peraturan hukum pada tahun 2015 yang lalu.

Mulai dari pukul 2 siang sampai pukul 5 sore, semuanya tutup dan tidak boleh ada suara yang berisik sedikit pun. Semua orang harus menjaga suara seminimal mungkin.

Di waktu ini orang tua disarankan agar menjaga anaknya di dalam rumah dan bermain bola adalah aktivitas yang dilarang dilakukan pada saat jam tidur siang.

Tapi sayangnya untuk saat ini tradisi siesta (tidur siang) yang ada di Spanyol ini tampaknya sebentar lagi keberadaannya akan segera punah di beberapa daerah yang ada di sana.

Bahkan siesta kini tampaknya sudah menjadi hal yang asing bagi kebanyakan masyarakat yang ada di Spanyol. Menurut sebuah survey terbaru yang  ampir 60% orang Spanyol tidak pernah lagi menjalankan kebiasaan tidur siang dan hanya 18% saja yang kadang-kadang melakukannya.

Dalam kenyataannya, sekarang ini masyarakat Spanyol menghabiskan waktu yang lebih panjang untuk bekerja dibanding dengan masyarakat yang tinggal di Eropa.

Menurut Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Eropa, OECD, tercatat bahwa orang Spanyol bekerja selama 1.691 jam dalam setahun, sementara orang Inggris 1,674 jam dan warga Jerman hanya 1.371 jam per tahun.

Namun bagaimana pun juga, kalau kelak kebudayaan tidur siang ini tidak lagi dijalankan, setidaknya siesta akan dikenang sebagai sebuah sejarah masyarakat Spanyol.

Selesai sudah informasi ini kami sampaikan, semoga bisa menjadi penambah wawasan untuk anda semua.