Beginilah Karakter Orang Yang Bisa Menulis Menggunakan Kedua Tangan

125

Ketika menulis, pada umumnya masyarakat akan menggunakan tangan kanannya, bukan? Meskipun ada beberapa diantaranya yang memiliki kemampuan yang sedikit berbeda, yaitu menulis dengan tangan kiri atau yang dikenal dengan sebutan kidal. Namun tidak banyak orang yang memiliki kemampuan unik seperti itu.

Jika menulis dengan menggunakan tangan kanan dianggap normal dan dengan tangan kiri (kidal) dianggap unik, lalu bagaimana dengan mereka yang bisa menggunakan keduanya? Kata atau ekspresi apakah yang pantas atau cocok untuk diberikan kepada mereka? 

Kemampuan seperti ini bisa dikatakan sebagai sesuatu yang langka di dunia. Apalagi jika mereka bisa melakukannya dengan sangat baik. Yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah anda pernah melihat orang dengan kemampuan seperti ini? Atau paling tidak, pernahkah anda mendengarkan kemampuan luar biasa ini sebelumnya?

Kalau anda adalah tipe orang yang hobi membaca dan selalu tertarik pada hal-hal yang unik seperti ini, anda tentu pernah mendengarnya. Tapi, bagaimana dengan anda yang tidak begitu suka membaca? Anda pasti akan sangat asing dengan istilah ini.

Tapi tidak perlu khawatir, karena anda berada di tempat yang benar saat ini. Jika anda mau, anda bisa mengetahuinya dari penjelasan yang disajikan di dalam artikel ini.

Menulis Dengan Kedua Tangan

Meskipun terdengar aneh, namun pada kenyataannya memang ada orang yang mampu menulis dengan menggunakan kedua tangannya. Jika bagi anda hal ini sangat ribet dan sulit untuk dilakukan, tapi bagi mereka yang memang sudah terbiasa dengan kemampuan ini malah menganggapnya sebagai sesuatu yang sangat menyenangkan.

Ambidextrous adalah istilah untuk menyebut kemampuan yang luar biasa ini. Ambidextrous merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk menggunakan kedua tangannya dengan baik.

Tidak banyak yang beruntung terlahir memiliki kemampuan Ambidextrous ini secara alami, karena hanya ada kemungkinan satu dari seratus orang yang memiliki kemampuan ini.

Tingkat fleksibilitas pada masing-masing tangan umumnya menjadi faktor kualitatif dalam menentukan apakah orang tersebut memiliki kemampuan Ambidextrous atau tidak.

Karakter Orang Dengan Kemampuan Ambidextrous

Pada umumnya mereka yang memiliki kemampuan seperti ini pasti memiliki karakter yang berbeda dari kebanyakan orang biasanya. Dari seluruh populasi yang ada di dunia, hanya ada sekitar 1% orang saja yang diketahui memiliki kemampuan ini.

Berbeda dengan pengguna tangan kanan yang lebih condong pada penggunaan otak sebelah kirinya, mereka yang lebih cenderung menggunakan tangan kiri (kidal) dan yang bisa menggunakan keduanya (Ambidextrous) malah cenderung memiliki otak yang simetris. 

Uniknya lagi, orang-orang berkemampuan ambidextrous dan orang-orang kidal ini memiliki kromosom yang hampir mirip dengan penderita Schizophrenia (orang gila).

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwasannya orang-orang Schizophrenia memiliki kemungkinan yang besar untuk mengalami Ambidextrous atau kidal daripada orang-orang yang tidak menderita Schizophrenia.

Bukan hanya itu saja, 1 dari 255.000 orang responden yang memiliki indikasi dapat menulis dengan kedua tangan dengan baik, 9,2% pria dan 15,6% wanita adalah biseksual.

Orang-orang dengan indikasi ambidextrous biasanya memiliki skor yang lebih rendah saat diberikan tes IQ dan umumnya mereka memiliki nilai tes aritmatika, memori dan logika yang rendah.

Selain itu, sebuah studi juga menunjukkan dari 8000 anak yang berusia 7 dan 8 tahun, diketahui bahwa 87 orang anak yang memiliki kemampuan ambidextrous memiliki kesulitan dalam kemampuan bahasa.

Pada usia 15 dan 16 tahun, para siswa yang sama memiliki resiko yang lebih tinggi untuk memliki gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan memiliki nilai akademis yang lebih rendah daripada siswa yang menggunakan tangan kanan dan siswa yang kidal dari sampel yang sama.

Menurut studi dari Merrimack College, orang-orang Ambidextrous dan orang-orang kidal biasanya akan sangat mudah marah. Koneksi belahan otak yang tinggi ditemukan pada orang-orang ambidextrous dan orang-orang kidal.

Sebuah studi lanjutan menemukan bahwa peningkatan koneksi pada belahan otak ini berhubungan dengan peningkatan kecangggungan, kekikukan dan kemurungan.

Orang-orang Ambidextrous dan orang-orang kidal juga gampang emosional. Para psikolog dari Montclair State University menguji kestabilan emosi sekelompok orang-orang ambidextrous, orang-orang kidal dan orang-orang yang menggunakan tangan kanan.

Temuan mereka menunjukkan, bahwa orang-orang yang menggunakan tangan kanan adalah orang-orang yang paling sulit dipaksa dan orang-orang ambidextrous menunjukkan perubahaan suasana hati yang lebih cepat berdasarkan lingkungan, pikiran langsung dan musik.

Orang-orang Ambidextrous memiliki umumnya kemampuan yang hebat dalam bermusik, olahraga dan seni. Contoh orang yang memiliki kemampuan Ambidextrous adalah Robert Baden-Powell, Harry Truman, Leonardo Da Vinci, Benjamin Franklin, Paul McCartney dan Adam Levine.

Sekolah Untuk Para Ambidextrous

Sekolah Veena Vandini, di Madhya Pradesh, India berhasil mencetak sebanyak kurang lebih 300 orang siswa ambidextrous atau siswa yang mampu menulis dengan dua tangan. Kabar ini sontak menjadi perhatian dunia.

Mantan tentara dan pendiri Sekolah Veena Vandini, yaitu VP Sharma, mengatakan bahwa dirinya terinspirasi oleh Presiden pertama Rajendra Prasad (yang menjabat tahun 1950 sampai 1962) yang diketahui adalah seorang ambidextrous.

Sharma mengatakan bahwa dia mengetahui informasi tersebut setelah membaca sebuah majalah yang menuliskan bahwa presiden pertama India itu dulunya menulis dengan menggunakan kedua tangannya.

Hal inilah yang menginspirasi dirinya untuk mencoba untuk melatih atau mengajari kemampuan tersebut. Sharma mengatakan bahwa dia mulai melatih siswa yang masih duduk di kelas 1 sampai kelas 3.

Kelas yang berlangsung selama 45 menit itu, 15 menit nya dipergunakan untuk melatih kemampuan menulis dengan menggunakan dua tangan.

VP Sharma sendiri yakin bahwa keterampilan itu bisa membuat siswanya lebih baik dalam mempelajari bahasa. Keyakinannya ini sepertinya bertolak belakang dengan hasil penelitian yang malah mengatakan yang sebaliknya.

Meskipun aktivitas ini bisa membantu meningkatkan konsentrasi, penelitian yang baru menemukan bahwa ternyata hal  tersebut keliru alias salah. Belajar menjadi ambidextrous ternyata bisa membahayakan perkembangan kognitif seseorang.

Sebuah penelitian Scientific American mengungkapkan anak-anak yang ambidextrous bisa tampil lebih buruk daripada anak yang kidal, terutama dalam matematika, ingatan, dan penalaran logis.

Selain itu, penelitian lain di Northern Finland telah menunjukkan bahwa anak-anak yang ambidextrous cenderung lebih mudah sakit, termasuk masalah kejiwaan.

Setiap manusia terlahir dengan bakat  masing-masing. Bakat tersebut umunya merupakan pemberian sejak lahir dari Yang Maha Kuasa yang memang sudah sewajarnya kita syukuri dan harus bisa kita kembangkan untuk hal-hal yang baik.  Selain dikarunai bakat, manusia juga diberikan kemampuan untuk mempelajari sesuatu.

Begitu pula dengan mereka yang memang terlahir dengan kemampuan menulis dengan kedua tangan yang disebit dengan ambidextrous ini.

Mereka yang memang sudah memilikinya sejak lahir mungkin tidak akan mengalami kesulitan yang berarti dibandingkan dengan mereka yang awalnya tidak memiliki kemampuan itu tapi dipaksa untuk memilikinya. Dampak dan hasilnya pasti akan sangat berbeda.

Iya kalau hasilnya baik, kalau tidak bagaimana? Itulah sebabnya, sangat penting bagi anda untuk mengetahui bahwa terlalu memaksakan diri untuk memiliki kemampuan yang sama dengan orang lain bukanlah hal yang baik.

Mulai sekarang, belajar lah untuk menerima bakat dan kemampuan yang anda miliki dan tidak memaksakan apa yang memang tidak bisa anda miliki.