Tak Seindah Perayaannya, Sejarah Hari Ibu Ternyata Penuh Dengan Misteri

373

Tanggal 22 Desember itu perayaan hari apa ya guys? Ada yang ingat nggak? Yap, anda yang bisa menjawabnya pantas mendapatkan acungan jempol, karena itu berarti anda sangat menghormati hari tersebut. Tapi kalau hanya sekedar mengingat rasanya masih kurang ‘afdal’. Benar nggak?

Untuk anda yang masih menerka-nerka perayaan apa yang dimaksud, nih kita kasih tau ya, Tanggal 22 Desember adalah perayaan hari Ibu nasional, yang biasanya dirayakan dengan pemberian ucapan selamat dan hadiah untuk para ibu yang tercinta.

Membahagiakan Ibu memang tak hanya harus dilakukan pada perayaan ini saja, melainkan harus anda lakukan setiap hari. Tapi terkadang, anda yang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan diri anda sendiri cenderung sering mengabaikannya. Nah, inilah hari yang palin tepat dimana anda bisa memberikan kejutan manis kepada ibu anda.

Bagi anda yang mungkin tidak memiliki Ibu lagi, anda tidak perlu bersedih karena anda bisa memanjatkan doa untuk mereka. ūüôā

Bicara tentang soal hari Ibu yang sebentar lagi dirayakan, sebenarnya sejak kapan sih masyarakat Indonesia mulai merayakan hari Ibu ini? Apakah sebelumnya anda pernah mendengar atau membacanya sejarahnya? Bagi anda yang masih belum mengetahui asal usul dari hari Ibu ini, berikut adalah kisahnya.

Asal Usul Perayaan Hari Ibu

Hari Ibu yang anda rayakan setiap tahunnya ini tidaklah muncul dengan begitu saja. Tentu saja ada sesuatu yang melatarbelakangi kemunculannya.

Perayaan hari Ibu ini terbagi menjadi 2 (dua), yaitu Hari Ibu Nasional dan Internasional.

  • Hari Ibu Nasional adalah perayaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia, yang dirayakan setiap bulan tahun pada tanggal 22 Desember.
  • Sedangkan Hari Ibu Internasional adalah perayaan yang dilakukan oleh masyarakat dunia, yang juga dirayakan setiap tahun, namun di bulan yang berbeda yaitu pada tanggal 11 Mei.

Melihat kedua waktu perayaannya berbeda, tentu asal-usul atau sejarahnya juga berbeda satu sama lain. Bagaimanakah kira-kira kisah sejarah keduanya? Yuk, langsung baca saja di bawah ini:

Di Indonesia

Tujuan dari perayaan hari Ibu adalah untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Jika dibandingkan dengan sekarang, hari ibu dirayakan dengan cara yang berbeda, yang pastinya jauh lebih moderen dibandingkan pada saat pertama kali kemunculannya.

Ucapan rasa sayang pada ibu dan pemberian kue atau hadiah adalah yang paling menonjol dengan perayaan hari Ibu saat ini.

Jika di flash back ke belakang, peringatan Hari Ibu diawali ketika gema Sumpah Pemuda dan lantunan lagu Indonesia pada 28 Oktober 1928, digelorakan dalam kongres Pemuda Indonesia, yang akhirnya menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan, untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri.

Pada saat itu, diketahui bahwasannya sebagian besar perkumpulan masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa.

Dan akhirnya atas prakarsa para Perempuan Pejuang Pergerakan Kemerdekaan, maka pada tanggal 22-25 Desember 1928 digelarlah kongres perempuan Indonesia yang pertama, yang dilaksanakan di Yogyakarta.

Salah satu keputusan yang berhasil didapat adalah dibentuknya satu organisasi federasi yang mandiri, dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

Melalui ikatan PPPI tersebut, maka terjalin lah kesatuan semangat juang kaum perempuan bersama-sama dengan kaum laki-laki, yang berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan berjuang, serta  meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia dan menjadikan perempuan menjadi sosok yang maju.

Pada tahun 1929, Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII).

Kemudian ada tahun 1935 diadakan kongres perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres tersebut tidak hanya berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, tapi juga menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban untuk menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya.

Selanjutnya pada tahun 1938, Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung menyatakan bahwa tanggal 22 Desember akan diperingati sebagai hari Ibu.

Presiden Soekarno kemudian mengukuhkannya melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur pada tanggal 16 Desember 1959, yang isinya menetapkan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember merupakan hari Nasional dan bukan hari libur.

Setelah itu pada tahun 1946, Badan ini berubah menjadi Kongres Wanita Indonesia yang disingkat menjadi Kowani, yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman.

Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember itu kemudian dijadikan sebagai tonggak sejarah bagi Kesatuan Pergerakan Perempuan Indonesia.

Hari Ibu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai ibu dan isteri, maupun sebagai warga negara, warga masyarakat dan sebagai abdi Tuhan Yang Maha Esa.

Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan makna hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa.

Semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia tersebut sebagaimana tercermin dalam lambang Hari Ibu, yaitu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya yang menggambarkan:

  • Kasih sayang kodrati antara ibu dan anak.
  • Kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak.
  • Kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.

Di Dunia/Internasional

Pada awalnya hari Ibu dirayakan sebagai bentuk ungkapan berkabung untuk para wanita yang memiliki pasangan yang berprofesi sebagai prajurit dan telah gugur karena menjalankan misi perdamaian.

Tapi semakin lama hari Ibu semakin komersial, dimana hari tersebut diwarnai dengan kisah dari seorang wanita yang bernama Anna Jarvis, yang telah mempertaruhkan dirinya sendiri untuk melawan hal tersebut dan meninggal di dalam sebuah sanatorium.

Menurut Katharine Antolini, yang merupakan seorang sejarawan di West Virginia Wesleyan College, kisahnya berawal pada tahun 1850-an ketika organisasi pekerja wanita Virginia Barat yang dipimpin oleh Ann Reeves Jarvis, yaitu ibu dari Anna Jarvis, memperingati hari Ibu untuk meningkatkan kondisi sanitasi, menekan jumlah kematian bayi, memerangi penyakit dan membatasi kontaminasi susu.

Bukan itu saja, organisasi ini juga memiliki peran untuk mengobati para prajurit yang terluka akibat Perang Saudara yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1861 sampai tahun 1865.

Di tahun-tahun setelah perang berakhir, Ann bersama dengan wanita lainnya membuat Friendship Day, sebagai strategi untuk mempersatukan bekas-bekas musuh.

Setelah itu,¬†Julia Ward Howe yang tidak lain adalah pencetus dari¬†Mother’s Day Proclamation di tahun 1870¬† mulai menyerukan wanita untuk mengambil peran aktif dalam politik untuk mempromosikan perdamaian.

Namun, ternyata Anna-lah yang mengambil peran paling besar terhadap Mother’s Day atau hari Ibu yang diperingati oleh masyarakat dunia saat ini.

Anna Jarvis sebenarnya tidak pernah memiliki anak biologisnya sendiri. Namun kematian ibunya di tahun 1905 telah menginspirasi dirinya untuk memperingati hari Ibu pada tahun 1908.

Dan pada tanggal 10 Mei di tahun yang sama, banyak keluarga berkumpul di Grafton, Virginia Barat, yang merupakan kampung halaman Anna, mengubah namanya menjadi International Mother’s Day Shrine, seperti yang dikenal di Philadelphia, tempat dimana Anna tinggal saat itu.

Berkat usahanya, hari Ibu semakin dikenal di berbagai kota dan negara lain, hingga Woodrow Wilson, yang saat itu menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, secara resmi menjadikan hari Minggu kedua di bulan Mei 1914 sebagai hari libur nasional.

Bagi Anna saat itu, hari Ibu adalah hari untuk pulang dan menghabiskan waktu bersama Ibu, mengucapkan terima kasih atas segala sesuatu yang telah dilakukannya. Hari Ibu tidak ditujukan untuk semua ibu yang anda kenal, tapi untuk merayakan ibu terbaik yang pernah anda miliki, yaitu ibu Anda sendiri, sebagai seorang anak,” papar Katharine.

Anna Jarvis Menentang Ide Komersial di Hari Ibu

Namun malang, seiring berjalannya waktu, ide hari Ibu ini menjadi ide komersial, seperti pembelian dan pemberian bunga, permen serta kartu ucapan.

Hal tersebut sontak menjadi sangat mengganggu Anna, sehingga ia mulai berusaha untuk mengembalikan fungsi dari hari Ibu tersebut seperti sedia kala.

Ia mencoba mengontrol, melakukan boikot, menuntut secara hukum, bahkan menyerang Eleanor Roosevelt yang saat itu menggunakan hari Ibu untuk mengumpulkan dana bagi sebuah badan amal.

Hal ini terus berlangsung, hingga pada tahun 1925, Anna akhirnya benar-benar ditangkap di Philadelphia dengan alasan mengganggu ketenangan publik.

Walaupun ditangkap, Anna tetap berupaya untuk mengembalikan fungsi dari hari Ibu tersebut sampai awal tahun 1940 dan dirinya meninggal di Marshall Square Sanitarium, Philadelphia, pada tahun 1948.

Anna meninggal tanpa uang sepeser pun di sanitarium dalam keadaan demensia. Seorang wanita yang bisa mendapatkan keuntungan yang begitu besar dari hari Ibu, jika saja ia mau,” cerita Katharine.

Sampai hari ini, hari Ibu masih dianggap sebagai mesin konsumerisme, dimana Hari Ibu menjadi hari libur nasional nomor tiga untuk pertukaran kartu ucapan selamat hari Ibu di seluruh Amerika Serikat, serta menduduki posisi popularitas setelah Natal dan Valentine.

Di beberapa negara, perayaan hari ibu jatuh di tanggal yang berbeda-beda, seperti misalnya di Arab, hari Ibu jatuh pada tanggal 21 Maret, di Panama pada tanggal 8 Desember, sedangkan Thailand menempatkan hari Ibu pada tanggal 12 Agustus, bertepatan dengan ulang tahun Ratu Srikit yang telah memerintah sejak tahun 1956.

Nah, itulah tadi sedikit informasi mengenai asal-usul perayaan hari Ibu yang dirayakan oleh masyarakat di dunia. Khusus untuk masyarakat Indonesia, hari Ibu akan dirayakan sebentar lagi, atau tepatnya beberapa hari lagi.

Setiap orang pasti punya cara masing-masing untuk menunjukkan rasa sayangnya terhadap ibu mereka masing-masing, khususnya untuk menyambut hari ibu tahun ini.

Dan bagaimana dengan anda? Rencana atau kejutan yang seperti apakah yang sudah anda siapkan? Adakah hadiah yang akan anda berikan? Wah, pasti masing-masing anda sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari sebelumnya, bukan?

Tidak ada salahnya memang jika anda ingin memberikan hadiah atau kejutan untuk sang ibu, tapi ingat ya guys, jangan hanya di hari ini saja nunjukkin rasa sayangnya pada ibu anda.

Kalau memungkinkan, anda juga harus melakukannya setiap hari. Tahu kenapa? Karena saat membersarkan anda, mereka telah mencurahkan cinta dan kasih sayangnya setiap hari pada anda tanpa sedikit pun merasa keberatan melakukannya. Lagian kita tidak pernah tahu sampai kapan kita bisa bersama-sama dengan mereka, bukan?

Mereka yang semakin lama akan semakin menua sangatlah membutuhkan anda, kasih sayang dari anda. Kalau sekarang anda masih punya Ibu dan masih bisa merayakan hari Ibu, anda harusnya bersyukur, karena tidak semua orang bisa seberuntung anda.