Kisah Putroe Neng, Wanita Yang Menewaskan 99 Suaminya

795

Pernah mendengar kisah Putroe Neng dari Kerajaan Pereulak di Nusantara? Seorang perempuan cantik dari negeri Cina dengan asal adalah seorang jenderal wanita cantik jelita dari kerajaan Cina yang mencoba untuk menaklukan kerajaan di Nusantara ini. Kisah Putroe Neng, wanita yang bersuami 100 ini terkenal di Aceh dan diceritakan dari mulut ke mulut yang telah menjadi sejarah dari bagian setempat. Namun dari jumlah tersebut, 99 mantan suaminya meninggal saat menjalani malam pertama dengannya. Hanya suami ke 100 yang menjadi satu-satunya orang yang berhasil melewati malam pertama dengannya. Nah, kamu pasti sudah mulai penasaran dengan hal apa yang menyebabkan kematian para suaminya kan? Mari, kita sikat ulasan kisahnya di bawah ini.

Senjata Pamungkas yang ditanam pada tubuh Putroe Neng

Nian Nio Lian Khie, begitulah nama asli untuk wanita perkasa berpangkat jenderal dari Cina Buddha. Dengan impian untuk menyatukan berbagai kerajaan di Sumatera, Nian Nio harus mengakui kekalahannya ketika berperang melawan Sultan Meurah Johan yan dimana meruopakan ulama yang berasal dari kerajaan pereulak. Setelah dikalahkan Nian Nio mengganti namanya menjadi Putroe Neng dan memeluk Agama Islam. Setelah kekalahan yang dialami, tidak begitu lama Putroe Neng dijadikan sebagai permaisuri oleh Sultan Johan. Namun naasnya, Malam pertama bagi Putroe Neng mengubah malam tersebut menjadi malam terakhir untuk melihat suaminya.

Sultan Johan langsung terbujur kaku setelah melewati malam pertama yang begitu cepat. Tubuhnya membiru pucat setelah menerima senjata mematikan yang masih tersimpan di dalam tubuh Putroe Neng. Hal ini bukan hanya menjadikan Sultah Johan sebagai suami pertama, tetapi juga menjadi laki-laki pertama yang merasakan senjata berbahaya yang ada dalam tubu Putroe Neng. Meskipun Putroe Neng tidak memiliki maksud apapun untuk membunuh suaminya sendiri, sayangnya senjata yang ditanamkan neneknya pada kemaluan itulah yang membuat malam pertamanya memakan korban begitu banyak.

Hanya 1 orang yang berhasil melewati malam pertama dengan Putroe Neng

Senjata tersebut adalah racun yang sangat berbahaya yang ditanamkan neneknya, Khieu Nai-Nai, pada saat dia remaja. Penanaman ini dimaksudkan sebagai suatu bentuk antisipasi dan menjadi senjata ampuh Putroe Neng dalam menghadapi ancaman fisik dari luar di dalam keganasan perang. Dari senjata ini lah, 99 laki-laki yang menjadi suaminya memiliki malam pertama sebagai malam terakhir bagi mereka. Sebanyak 99 suaminya tersebut melewati malam pertama tanpa berhasil mengatakan “Saya telah melewati malam pertama dengan Putroe Neng”.

Kematian demi kematian yang datang ini tetap tidak menyurutkan para lelaki untuk memperistri Putroe Neng. Padahal tidak mudah untuk memperistri Putroe Neng dikarenakan mahar tinggi yang diajukan olehnya. Hingga suatu saat, Syeikh Syiah Hudam, menjadi suami terakhir dan yang pertama yang berhasil mengatakan “saya telah melewati malam pertamaku bersama Putroe Neng dengan bahagia”.

Racun dipisahkan dan dibuang ke tempat yang berbeda

Menurut cerita yang dituturkan seorang penjaga makam Putroe Neng yang bernama Cut Hasan, sebelum bercinta dengan Putroe Neng, Syeikh Syiah Hudam menjadi orang satu-satunya yang berhasil mengeluarkan racun dari alat genital Putroe Neng tanpa disadari. Racun tersebut kemudian dia masukkan ke dalam bambu dan dipotong menjadi 2 bagian. Satunya kemudian dibuang ke laut dan sebelahnya lagi dibuang ke gunung.

Syeikh Syiah Hudam menjadi suami terakhir yakni keseratus dari Putroe Neng dan menjadi yang pertama selamat dalam kemelut ajal bersama Putroe Neng. Hanya dialah yang mengetahui mantra penawar racun. Namun, diceritakan setelah racun tersebut dibuang, kecantkan dari Sang Potroe langsung meredup. Dan dampak dari penanaman racun tersebut membuatnya tidak dapat memberikan keturunan.

Kematian 99 Lelaki tersebut dianggap hanyalah legenda

Tidak diketahui secara pasti kapan Putroe Neng meninggal dan bagaimana sejarahnya sampai dia dimakamkan bersama belasan korban perang di Aceh di pemakaman Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Tempat dekat pemakamannya ini sedang disiapkan sebagai lokasi cagar budaya.

Dengan tidak adanya referensi kuat mengenai Putroe Neng, Seorang Budayawan Aceh yang bernama Syamsuddin Djalil menyimpulkan kematian 99 suaminya hanyalah sebuah legenda meskipun nama Putroe Neng memang ada. Menurutnya, kematian 99 lelaki tersebut adalah akibat dari peperangan yang terjadi di Aceh. Syamsuddin Djalil menjelaskan sulit untuk menulusuri darimana kisah ini berasal. Begitu juga dengan Ali Akbar, dimana sejarawan asal Aceh ini menyimpulkan kisah 99 lelaki tersebut hanyalah sebuah legenda.

Penjaga Makam Putroe diberi dua keping emas

Namun, berbeda dengan penjaga makan Putroe Neng yakni Cut Hasan yang mempercayai kisah ini bukanlah sebuah cerita fiktif belaka. Dia bahkan mengakui selama berprofesi sebagai penjaga makam, dia telah mengalami berbagai hal gaib. Hal yang paling diingatnya adalah ketika dia berjumpa dengan Putroe Neng di dalam mimpi.

Ketika itu Putroe Neng memberinya dua keping emas. Paginya, dia betul menemukan dua keping emas berbentuk jajaran genjang dengan setiap sisinya memiliki ukiran. Satu kepingnya dipinjam seorang peneliti dan belum dikembalikan. Sedangkan satunya lagi dia simpan sampai sekarang. Di sekitar pemakaman Putroe memang memiliki mistis yang kuat dimana seorang guru SMA meninggal setelah mengambil foto di kuburan tersebut. Ada yang mengakui dalam foto tersebut tidak terdapat gambar apapun dan hanya ada siluet putih.

Hingga sekarang, masyarakat di daerah tersebut tetap mempercayai dengan kejadian ini. Pemerintah daerah setempat belum menjadikan daerah makam tersebut sebagai tempat kunjungan. Hal ini terlihat karena di dalam petak tanah yang berukuran 20×20 meter persegi tersebut terdapat 11 makam termasuk makam Putroe yang tidak terawat sama sekali. Hingga kini, cerita tentang Putroe Neng masih menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan kebenarannya sama sekali.