Suhu Tubuh Selalu Hangat Padahal Sedang Tidak Sakit? Ini Penyebabnya

4193

Suhu tubuh manusia yang normal pada umumnya berkisar antara 36,5 – 37,5 derajat Celsius, yang diukur dengan menggunakan alat ukur termometer. Pada saat suhu tubuh meningkat menjadi di atas 37,5 derajat Celsius, itu artinya seseorang sedang mengalami kondisi yang dikenal dengan istilah demam.

Demam pada umumnya disebabkan oleh infeksi, baik oleh bakteri, virus maupun parasit (misalnya infeksi saluran nafas, radang tenggorokan, gastroenteritis, infeksi saluran kemih dan sebagainya).

Demam juga biasanya adalah pertanda bahwa sel antibodi manusia (sel darah putih) sedang melawan suatu virus atau bakteri tertentu. Anda semua pasti pernah berada di dalam kondisi seperti ini, kan? Kalau anda adalah manusia normal, anda pasti pernah merasakannya.

Tapi ternyata beberapa orang ada yang memiliki suhu tubuh yang tinggi atau berbeda dari suhu orang normal pada umumnya, meskipun sebenarnya orang tersebut tidak sedang dalam keadaan sakit. Aneh bukan? Menurut anda, apakah yang menjadi penyebabnya? Yuk, aari jawabannya di bawah ini.

Kenapa Suhu Badan Selalu Hangat Padahal Tidak Demam?

Seperti yang anda ketahui, suhu tubuh manusia pada dasarnya diatur oleh system thermostat, yang berada di dalam otak. Sistem inilah yang bertugas untuk membantu suhu tubuh agar tetap konstan, yaitu antara 36.5C dan 37.2C.

Suhu tubuh normal manusia umumnya akan bervariasi setiap harinya. Perbedaan hariannya kira-kira satu derajat, dimana tingkat terendah dicapai pada pagi hari dan titik tertinggi adalah antara pukul 5 dan 7 petang.

Seperti misalnya pada saat sedang tidur, biasanya suhu tubuh manusia akan lebih rendah jika dibandingkan dengan pada saat anda bangun atau sedang dalam melakukan aktivitas tertentu.

Selain itu, pengukuran yang diambil dengan posisi tubuh yang berlainan juga akan memberikan hasil yang berbeda. Misalnya saja pengambilan suhu di bawah lidah (di dalam mulut) normalnya adalah sekitar 37 Derajat Celcius, sedang diantara lengan (ketiak) suhu normal adalah sekitar 36.5 Derajat Celcius,  sedangkan di rectum (anus) sekitar 37.5 Derajat Celcius.

Tapi bagaimana dengan mereka yang tubuhnya selalu dalam keadaan hangat atau bahkan cenderung panas meskipun sedang dalam keadaan sehat-sehat saja? Apakah ini ada kaitannya dengan keberadaan suatu penyakit tertentu?

Alasan Mengapa Suhu Tubuh Bisa Lebih Hangat

Adapun alasan atau faktor yang bisa menjadi penyebab suhu tubuh terasa lebih hangat dari orang normal lainnya disebabkan karena adanya perbedaan laju metabolisme tubuh dari masing-masing individu.

Selain dikarenakan laju metabolisme tubuh yang berbeda-beda dari masing-masing individu, yang pada akhirnya memberi dampak pada jumlah panas yang diproduksi, faktor lain yang juga mempengaruhi suhu tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  • Rangsangan saraf simpatis

Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Disamping itu, rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Lemak coklat merupakan sejenis jaringan adiposa yang terlibat dalam menghasilkan panas.

Bisa dibilang kalau hampir seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Umumnya, rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi oleh stress yang dialami oleh individu, yang akhirnya menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang akan meningkatkan metabolisme.

  •  Hormon pertumbuhan

Hormon pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15 – 20%. Akibat dari pertumbuhan tersebut, produksi panas tubuh juga akan meningkat.

  • Hormone tiroid

Fungsi dari hormon tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hampir semua reaksi kimia di dalam tubuh, sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme menjadi 50 – 100% di atas normal.

  • Hormon kelamin

Hormon kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 10 – 15% kecepatan normal, yang menyebabkan peningkatan produksi panas.

Pada perempuan, fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki, karena pengeluaran hormon progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3 – 0,6°C di atas suhu basal.

  • Demam

Proses peradangan dan demam diketahui dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C.

  • Status gizi

Malnutrisi yang terjadi cukup lama diketahui dapat menurunkan kecepatan metabolisme sebanyak 20 – 30%. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk melakukan proses metabolisme. Dengan demikian, orang yang mengalami malnutrisi akan sangat mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia).

Selain itu, individu dengan lapisan lemak yang tebal biasanya cenderung tidak mudah mengalami hipotermia, karena lemak merupakan isolator yang cukup baik, dalam arti lemak yang terdapat di tubuhnya akan menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain.

  • Aktivitas

Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme, melainkan juga bisa mengakibatkan gesekan antar komponen otot /organ yang menghasilkan energi termal. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38,3 – 40,0 °C.

  • Gangguan organ

Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus, dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan.

Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saat terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh menjadi terganggu.

  • Lingkungan

Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu juga sebaliknya.

Tanpa anda sadari, lingkungan juga dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.

  • Pola makan

kebiasaan memakan makanan pedas dapat memberikan sensasi panas, yang disebabkan kareana terjadinya pembesaran pembuluh darah dan stimulasi ujung saraf, sehingga menyebabkan terciptanya rasa panas.

Konsumsi alkohol, bagi beberapa orang, juga dapat menyebabkan reaksi seperti itu, sehingga dapat menyebabkan serangan rasa panas pada tubuh.

Pernahkah anda mengukur suhu badan dengan termometer? bila belum, cobalah untuk mengukur dibawah ketiak, apabila suhu tubuh Anda masih dalam batas 36,5C-37,2C maka suhu tubuh Anda masih dalam batas normal.

Asal Panas Pada Tubuh Manusia

Tubuh manusia merupakan organ yang mampu menghasilkan panas secara mandiri dan tidak tergantung pada suhu lingkungan. Tubuh manusia memiliki seperangkat sistem, yang memungkinkan tubuh menghasilkan, mendistribusikan dan mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan konstan seperti yang disebutkan di atas tadi sebelumnya.

Panas yang dihasilkan tubuh sebenarnya merupakan produk tambahan dari proses metabolisme yang utama. Adapun suhu tubuh dihasilkan dari :

1. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate, BMR) di semua sel tubuh.

2. Laju cadangan metabolisme yang disebabkan karena adanya aktivitas otot (termasuk kontraksi otot akibat menggigil).

3. Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain, misalnya hormon pertumbuhan (growth hormone dan testosteron).

4. Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine, norepineprine dan rangsangan simpatis pada sel.

5. Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri, terutama bila temperatur menurun.

Berdasarkan distribusi suhu di dalam tubuh, dikenal suhu inti (core temperatur), yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dalam, seperti kranial, toraks, rongga abdomen dan rongga pelvis. Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan (sekitar 37°C).

selain itu, ada suhu permukaan (surface temperatur), yaitu suhu yang terdapat pada kulit, jaringan subkutan dan lemak. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C.

Sistem Pengaturan Suhu Tubuh

Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Banyak faktor yang dapat menyebabkan fluktuasi suhu tubuh tersebut. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam keadaan tetap konstan, diperlukan regulasi suhu tubuh.

Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back), yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas, tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik.

Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu tubuh inti telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu, yang disebut titik tetap (set point). Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu tubuh inti tetap berada pada posisi konstan, yaitu pada suhu 37°C.

Apabila suhu tubuh meningkat lebih dari titik tetap, hipotalamus akan terangsang untuk melakukan serangkaian mekanisme, untuk mempertahankan suhu dengan cara menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas, sehingga suhu kembali pada titik tetap.

Hubungan Panas Tubuh Yang Tidak Biasa Dengan Gejala Suatu Penyakit

Bila Anda tidak mengalami peningkatan suhu tubuh tetapi timbul rasa panas pada tubuh anda, hal tersebut bisa saja menjadi sebuah pertanda adanya penyakit tertentu yang anda derita.

Ada kemungkinan bahwa suhu tubuh yang tinggi tersebut merupakan salah satu gejala dari beberapa penyakit yang akan dijelaskan di bawah ini.

  • Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah kondisi dimana kadar hormon tiroksin di dalam tubuh sangat tinggi. Hormon tiroksin dihasilkan oleh kelenjar tiroid dan berperan dalam berbagai proses metabolisme.

Oleh karena itu, gangguan pada hormon ini biasanya akan menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh. Karena bisa mengganggu proses metabolisme tubuh, wajar jika suhu tubuh anda juga akan menjadi berbeda dari suhu normal manusia pada umumnya.

Hipertiroidisme lebih cenderung terjadi pada wanita. Kondisi ini bisa muncul pada usia berapa saja, termasuk pada anak-anak. Tapi biasanya muncul ketika memasuki usia sekitar 20 – 40 tahun.

Selain hipertiroidisme, suhu tubuh yang selalu dalam keadaan hangat bisa menjadi pertanda telah terjadinya disfungsi hipotalamus, leukemia, trauma kepala, ketidakseimbangan hormonal, stres atau kecemasan, Reaksi alergi dan lain sebagainya.

Bila suhu hangat pada tubuh anda sudah berlangsung untuk waktu yang lama dan tidak menimbulkan keluhan, besar kemungkinan kalau hal yang terjadi tersebut merupakan sesuatu yang normal dan merupakan variasi suhu tubuh antar individu saja.

Anda tidak perlu merasa khawatir atau berlebihan dalam menanggapi kondisi yang seperti ini, namun anda tetap perlu memeriksakan diri anda ke dokter bila memang terdapat keluhan lain seperti misalnya :

  • Mual dan muntah
  • Demam tinggi
  • Demam menetap setelah pemberian obat panas
  • Penurunan kesadaran
  • Kejang
  • Kaku leher
  • Gelisah, gangguan pengelihatan
  • Gangguan berjalan atau sulit berjalan, sulit bicara

Dokter anda biasanya akan menanyakan riwayat keluhan anda dan melakukan pemeriksaan fisik maupun penunjang seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan kadar elektrolit dan pemeriksaan fungsi tiroid.

Dan untuk anjuran yang bisa anda lakukan untuk mengatasi masalah suhu tubuh ini adalah sebagai berikut:

  • Tidur dan istirahat yang cukup
  • Konsumsi makanan yang bergizi
  • Minum banyak air putih, karena dapat membantu mengurangi rasa panas
  • Hindari jenis makanan yang pedas (cabai, lada)
  • Hindari konsumsi kafein dan alkohol
  • Mandi dengan air dingin
  • Lakukan relaksasi tubuh
  • Kelola stres dengan bijak

Kesimpulan:

Setelah membaca informasi di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya suhu tubuh manusia memang berbeda-beda antara satu sama lain. Hal tersebut bergantung pada proses metabolisme tubuh masing-masing individu. Beberapa diantaranya diketahui memiliki suhu tubuh yang tidak biasa, atau lebih hangat dari suhu tubuhorang normal pada umumnya.

Kondisi seperti ini, jika tidak diikuti dengan gejala atau kendala kesehatan seperti demam misalnya atau jenis penyakit lainnya, bisa dikatakan kalau kondisi anda dalam keadaan yang baik-baik saja. Terkecuali memang jika peningkatan suhu tersebut diikuti dengan sejumlah gejala kehadiran suatu penyakit.

Kalau yang terjadi adalah seperti itu, maka anda harus segera memeriksakannya ke dokter, karena bisa saja, kondisi anda tersebut adalah sebuah tanda bahwa anda tengah mengidap suatu penyakit. 

So guys, adakah diantara kalian yang mengalami hal seperti ini? Kalau memang ada dan anda merasa ada yang salah, segeralah pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatan anda.