Hati-hati, Rambut Kering dan Susah Disisir Pertanda Adanya Kelainan

291

Apakah anda terlahir dengan rambut yang lurus dan mudah disisir? Kalau iya, berarti anda termasuk orang yang beruntung. Tahu kenapa? Karena tidak semua orang bisa terlahir dan tumbuh dengan rambut seperti itu.

Beberapa diantaranya bahkan ada yang mengalami masalah pada pertumbuhan rambut yang aneh dan tidak wajar. Dikatakan aneh karena rambut ini tidak tumbuh ke bawah, melainkan ke segala arah dan tidak beraturan, sedangkan dikatakan tidak wajar karena selain sangat sulit disisir atau dirapikan, pertumbuhan rambut semacam ini hanya terjadi pada usia kanak-kanak saja.

Siapa yang menyangka bahwa ternyata kondisi seperti ini merupakan sebuah pertanda dari sebuah penyakit atau kelainan. Karena informasi mengenai kelainan ini sangat jarang terdengar, mungkin banyak diantara anda yang tidak tahu apa-apa tentang penyakit ini, atau bahkan tidak pernah menyadari keberadaannya sama sekali, bukan?

Shilah Yin, Si Bocah Unicorn

Meskipun tidak bersifat membahayakan hidup seseorang, namun kondisi langka seperti ini terkadang membuat hati merasa sangat kesal. Rambut ini diibaratkan sebagai sebuah mahkota kepala, khususnya bagi para wanita. Lantas, bagaimana jika rambut tersebut malah tumbuh dengan tidak teratur dan sulit untuk disisir dan dirapikan? Pasti sangat risih, kan? Mau kemana-mana pun susah jadinya, karena malu dengan keadaan rambut seperti itu.

Begitu pula lah yang dialami oleh seorang bocah perempuan yang bernama Shilah Yin yang fotonya bisa anda lihat di atas. Anak perempuan yang usianya sekitar 7 tahunan ini adalah salah satu pengidap kelainan yang dikenal dengan sebutan Uncombable hair syndrome tersebut. Karena mengidap sindrom ini, rambut bocah asal Melbourne, Australia tersebut menjadi sangat sulit untuk disisir dan dirapikan.

Rambut pirang jabriknya ini tumbuh sejak usianya masih sangat belia yaitu sekitar 3 bulan. Sejak saat itu, rambutnya mulai tumbuh lurus dan tidak beraturan. Shilah sendiri mulai menyadari kondisi yang tidak biasanya ini setelah dia menginjakkan usia 4 tahun. Sejak saat itu, dia pun mulai merasa bahwa dirinya tampak agak berbeda dari orang lain dan sering kali menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di sekitarnya.

Awalnya Dia sempat merasa sangat risih dengan perlakuan tersebut, tapi untung lah orang tuanya bisa memberikan pengertian kepada dirinya dengan menyebut bahwa, rambut yang dimilikinya tersebutlah yang membuatnya menjadi terlihat sangat istimewa. Dan mulai saat itu, dia pun meneria keadaan rambutnya tersebut dan mulai mengabaikan pandangan-pandangan aneh dari anak-anak lain yang berada di sekitarnya.

Celeste Calvert Yin yang merupakan ibu dari Shilah mengatakan, bahwa putri kesayangannya itu mulai menyukai rambutnya sejak ia mulai memiliki pemahaman positif darinya dan anggota keluarganya yang lain. Saat kecil, teman-teman seumurnya sering menyebut dirinya seperti unicorn, karena dia begitu istimewa dan unik.

Karena kelainan yang dialaminya ini, rambut Shilah menjadi benar-benar sulit untuk disisir. Untuk bisa membuatnya terlihat rapi, ibunya harus menyemprotkan cairan anti kusut setiap pagi dan itu pun membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 – 20 menit. Ibunya dengan sepenuh hati menyisir rambutnya secara perlahan dengan menggunakan sisir lembut yang berukuran besar.

Sedangkan ayahnya biasanya bertugas untuk mengeringkan dan menggulung rambutnya agar terlihat cantik dan mengembang. Shilah pun sangat menyukai perlakuan yang diberikan oleh kedua orang tuanya tersebut. Pada awalnya, keluarga ini tidak tahu kalau Shilah anaknya ternyata memiliki “sindrom rambut tak bisa disisir“.

Tapi setelah mengetahui hal tersebut, mereka pun mencoba untuk membagikan informasi ini kepada orang-orang yang mungkin memiliki masalah yang sama dengan mereka lewat Instagram miliknya. Sejak diunggah ke Instagram, banyak sekali orang yang tidak percaya dengan kondisi yang dialami oleh Shilah.

Karena minimnya pengetahuan masyarakat mengenai jenis kelainan yang langka ini, maka tak jarang yang akan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja dan cenderung mengabaikannya.

Uncombable Hair Syndrome

Uncombable hair syndrome ini merupakan suatu kondisi yang biasanya ditandai dengan rambut kering, keriting dan biasanya akan sangat sulit atau tidak bisa disisir rata. Kondisi atau kelainan seperti ini umumnya muncul dan berkembang pada masa kanak-kanak, yang kemungkinan terjadi antara masa balita dan usia 3 tahun, namun bisa juga muncul pada usia 12 tahun.

Anak-anak yang terkena penyakit ini pada umumnya akan memiliki rambut yang berwarna terang, seperti pirang atau berwarna keperakan yang berkilau. Anehnya, mereka yang mengalami kelainan seperti ini biasanya rambutnya tidak akan tumbuh ke bawah, melainkan rambut tersebut akan keluar dari kulit kepala ke berbagai arah. Untungnya rambut yang seperti ini tidak rapuh atau mudah patah dan rontok, serta bisa tumbuh layaknya rambut normal.

Bagian kepala yang akan sangat berpengaruh karena kelainan ini adalah kulit kepala. Karena alasan tertentu, nantinya kondisi ini akan segera membaik seiring berjalannya waktu atau bertambah dewasanya anak tersebut.

Jumlah orang yang kemungkinan menderita syndrom rambut sulit disisir ini hingga sekarang masih belum diketahui dengan pasti. Tapi sedikitnya ada sekitar 100 kasus yang sudah masuk ke dalam literatur ilmiah. Kelihatannya, tidak banyak orang dewasa yang kemungkinan terdiagnosis penyakit atau kelainan ini karena kebanyakan mereka hanya menderitanya pada masa kanak-kanak saja.

Disebabkan Karena Mutasi Gen

Sindrom rambut yang tidak dapat disisir ini disebabkan karena adanya mutasi pada gen PADI3, TGM3, atau TCHH. Gen inilah yang bertugas memberikan perintah untuk menghasilkan protein yang akan membantu memberi struktur pada setiap untaian rambut (poros).

Protein yang dihasilkan dari gen PADI3 dan TGM3 akan memodifikasi protein yang dihasilkan dari gen TCHH, yang dikenal dengan sebutan trichohyalin. Trichohyalin yang dimodifikasi ini dapat menempel (mengikat) ke protein trichohyalin lainnya dan ke molekul yang disebut dengan filamen keratin untuk menciptakan ikatan silang yang terorganisir. Link tersebut kemudian membentuk jaringan padat yang memberikan struktur bentuk silinder pada batang rambut.

Mutasi gen PADI3, TGM3, atau TCHH yang terjadi kemungkinan mengarah pada produksi protein dengan aktivitas yang lebih sedikit atau tidak ada sama sekali. Alhasil, bentuk batang rambut pun berubah. Alih-alih memiliki bentuk silinder, ia malah akan membentuk penampang segitiga, hati, atau datar. Terkadang semua bentuk tak beraturan ini bisa terjadi di sepanjang helai rambut.

Karena bentuk batang rambut yang seperti ini, maka rambut pun menjadi tidak rata atau lepek. Pada anak-anak yang menderita sindrom rambut yang sulit disisir ini, biasanya berkisar 50 sampai 100 persen helai rambutnya memiliki bentuk yang tidak beraturan. Selain itu, rambut abnormal semacam ini kemudian akan memantulkan cahaya yang berbeda dari rambut normal biasanya.

Beberapa orang dengan sindrom rambut tak bisa disisir tersebut tidak memiliki mutasi yang teridentifikasi pada salah satu dari tiga gen yang sudah dijelaskan di atas. Penyebab kondisi ini pun masih belum diketahui dengan pasti hingga saat ini.

Bila sindrom rambut ini disebabkan oleh mutasi pada gen PADI3, TGM3, atau TCHH, maka hal itu akan diwariskan dalam pola resesif autosomal, yang berarti kedua salinan gen di setiap sel akan memiliki mutasi. Orang tua dari seorang individu dengan kondisi resesif autosomal masing-masing membawa satu salinan gen yang bermutasi, namun biasanya tidak menunjukkan tanda dan gejala kondisinya.

Dalam kasus lain, sindrom rambut yang sulit di sisir ini tampaknya diwariskan dalam pola dominan autosomal, yang berarti satu salinan gen yang berubah di setiap sel, cukup untuk menyebabkan gangguan tersebut. Dalam kasus ini, orang yang terkena biasanya mewarisi mutasi dari salah satu orang tuanya, meskipun gen yang terkait tidak dengan pasti diketahui.

“Kecantikan perempuan yang sesungguhnya adalah berasal dari Hati”. Kalimat ini dibuat untuk anda yang seringkali merasa bahwa diri anda tidak cantik atau merasa tidak terima dengan keadaan diri yang ternyata berbeda dari yang lain. Cantik tidaknya anda itu bersifat relatif. Jadi anda tidak perlu berkecil hati begitu.

Tidak iri kah anda dengan seyum yang diperlihatkan oleh seorang anak kecil yang bernama Shilah ini? Apakah dengan kelainan rambut yang dialaminya menjadikannya tampak jelek? Tidak kan? Lihat lah, bahkan dia saja mampu menerima keadaannya sendiri dan masih bisa tersenyum dan tertawa dengan riang, bukan? Itulah yang dinamakan hidup dengan selalu mensyukuri apa yang dipunya. Kalau anak kecil ini saja bisa melakukannya, kenapa anda tidak bisa?