Bipolar, Gangguan Kejiwaan Yang Bisa Berujung Pada Kematian

272

Masih ingatkah anda dengan peristiwa kematian misterius, yang dialami oleh seorang wanita bernama Elisa Lam beberapa tahun yang silam? Peristiwa kematian yang dialaminya ini sempat geger dan ramai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat dunia. Bahkan hingga saat ini, setelah beberapa tahun berlalu sejak berita kematiannya tersebut, kasus Elisa masih saja menimbulkan tanda tanya yang besar.

Meskipun kasus mengenai penemuan mayatnya di dalam sebuah tank air, di sebuah Hotel yang bernama Cecil Hotel di Los Angeles telah ditutup sebagai “accident case“, akan tetapi tetap saja masih banyak masyarakat yang belum terima ataupun merasa puas, karena tidak ditemukannya bukti akurat yang mengacu pada kesimpulan tersebut.

Anda yang mungkin masih belum pernah mendengar tentang kisah misterius kematiannya, bisa coba mencari dan membaca informasinya di internet ataupun youtube. Dijamin deh, anda bakalan merinding dan kebingungan dibuatnya.

Artikel ini tidak akan membahas mengenai pro-kontra tentang kematian wanita ini, akan tetapi, informasi yang akan disampaikan ini masih ada kaitannya dengan kepribadian yang dimiliki oleh elisa sendiri, yaitu berkaitan tentang kelainan atau gangguan bipolar yang dialaminya.

Mengenal Apa Itu Bipolar

Istilah bipolar mungkin tidak begitu populer di kalangan masyarakat awam. Tapi jika istilah ini diganti dengan istilah “Depresi“, pasti anda pernah dengar, bukan? Kedua istilah ini sebenarnya memiiki pengertian yang sama, hanya saja memang penggunaan kata bipolar tidak begitu sering di dengar oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Mungkin hanya beberapa kalangan masyarakat saja yang mengetahui istilah ini.

Sebenarnya, banyak hal menarik yang bisa dibahas mengenai gangguan bipolar tersebut. Dan salah satunya akan anda dapatkan di dalam artikel ini. Jika anda masih ingat, beberapa tahun yang lalu, seorang aktris asal Indonesia juga sempat membuat kaget masyarakat dengan video aneh yang menampilkan sisi lain dari dirinya.

Di dalam video tersebut dia meluapkan amarahnya kepada teman-temannya. Ayo coba tebak, siapakah wanita yang dimaksud tersebut? Yap, kalau anda masih ingat, aktris yang dimaksud tersebut adalah Marshanda. Saat itu, Marshanda mengatakan bahwa dokter telah mendiagnosa dirinya menderita gangguan bipolar tipe 2.

Jadi, bisa diambil kesimpulan sementara, bahwa bipolar memiliki kaitan dengan gangguan kejiwaan yang siapa saja bisa mengalaminya. Setuju tidak? Orang-orang yang memiliki kelainan ini biasanya memiliki emosi yang tidak stabil.

Menurut sebuah data penelitian, ada beberapa fakta yang perlu anda ketahui mengenai kelainan yang bernama Bipolar ini. Apa sajakah itu? Yuk, temukan jawabannya di bawah ini:

  • Ada lebih dari 5 juta orang di Amerika Serikat yang ternyata mengalami gangguan bipolar.
  • Orang dengan gangguan bipolar ini biasanya akan mengalami perubahan suasana hati, yang dimulai dari suasana hati tertinggi yang disebut dengan istilah “mania“, ke titik terendah yang disebut dengan “depresi”.
  • Seseorang yang telah mengalami “mania” yang cukup parah, biasanya gangguan bipolar kemungkinan akan sulit untuk didiagnosis.

Pengertian Gangguan Bipolar

Bipolar merupakan salah satu jenis gangguan atau penyakit kejiwaan, yang umumnya ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, dari tinggi ke rendah dan dari rendah ke tinggi.

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas tadi, suasana hati yang tinggi merupakan periode mania, sedangkan titik terendahnya adalah periode depresi. Perubahan suasana hati tersebut juga bisa bercampur aduk menjadi satu. Jadi, mereka yang menderita kelainan ini bisa merasa gembira dan depresi pada saat yang bersamaan. Gimana jadinya, ya?

Gangguan bipolar ini bukanlah jenis kelainan yang jarang ter-diagnosis. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2005 yang lalu bahkan telah menemukan bahwa sebanyak 2,6 persen populasi masyarakat yang tinggal di Amerika Serikat, atau lebih dari 5 juta orang, hidup dengan beberapa bentuk gangguan bipolar. Tentu saja 5 juta itu bukanlah jumlah yang sedikit.

Gejala ini biasanya lebih sering muncul pada kalangan remaja atau mereka yang mulai menginjak usia dewasa. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau gangguan kejiwaan ini juga bisa terjadi pada anak-anak. Dibandingkan dengan pria, wanita biasanya memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk ter-diagnosis bipolar, meskipun alasan mengapa bisa demikian masih belum diketahui dengan pasti.

Tanda-tanda atau Gejala

Meskipun penyakit kejiwaan ini sering sekali tidak disadari dan sulit didiagnosis, namun ada beberapa tanda atau gejala dari kelainan ini yang bisa anda lihat. Biasanya tanda ataupun gejala tersebut sangat bervariasi dan banyak juga diantaranya yang disebabkan oleh kondisi-kondisi  tertentu, yang mengakibatkan penyakit tersebut kadang sulit terdiagnosis.

Untuk mempermudah anda megenalinya, tanda-tanda gangguan bipolar ini umumnya dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Tanda atau Gejala Mania

Bipolar pada tingkat Mania biasanya dapat menyebabkan beberapa gejala yang biasanya terlihat dari rasa bahagia si penderita yang berlebihan. Selain itu, ada juga tanda-tanda lainnya seperti:

  • Merasa terlalu bahagia atau “tinggi” untuk jangka waktu yang lama.
  • Jarang tidur, atau waktu tidur atau istirahat kurang.
  • Berbicara dengan sangat cepat, sering mengatakan hal-hal apa saja yang muncul di dalam pikirannya.
  • Sering merasa sangat gelisah atau impulsif.
  • Menjadi mudah terganggu.
  • Memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan kemampuannya
  • Suka terlibat dalam perilaku yang berisiko, seperti melakukan hubungan seks impulsif, berjudi dengan menghabiskan tabungan hidup, atau melakukan pemborosan besar-besaran.

2. Tanda atau Gejala Depresi

Seperti halnya mania, bipolar tingkat depresi juga bisa menyebabkan beberapa gejala bagi penderitanya, seperti:

  • Merasa sedih atau putus asa untuk jangka waktu yang lama.
  • Menarik diri dari teman dan keluarga (Lebih suka menyendiri).
  • Kehilangan minat pada kegiatan yang pernah diikuti sebelumnya.
  • Memiliki perubahan yang signifikan dalam pola dan nafsu makan
  • Sering merasa kelelahan atau kekurangan energi.
  • Mengalami masalah dengan ingatan, konsentrasi dan pengambilan keputusan.
  • Berpikir dan mencoba untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Cara Menghadapi Orang Yang Beresiko Terkena Bipolar

Ketika anda memiliki saudara, keluarga ataupun teman yang ternyata mengalami jenis gangguan ini dan kambuh secara tiba-tiba, langkah pertama yang anda ambil adalah yang paling penting. Jika salah mengambil tindakan, kemungkinan akan ada resiko yang akan terjadi. Untuk itu, di bawah ini adalah cara atau langkah-langkah yang harus anda ambil untuk mengatasi masalah ini:

  • Sebisa mungkin hubungilah 911 atau nomor darurat setempat.
  • Tetaplah bersama orang tersebut sampai bantuan tiba.
  • Lepaskan senjata, pisau, obat, ataupun hal-hal lainnya yang dapat menimbulkan bahaya.
  • Akan lebih baik jika anda hanya mendengarkan apa yang dikatakannya – jangan menilai, berdebat, mengancam, atau berteriak.
  • Jika gerak-gerik orang tersebut mulai mengarah pada tindakan bunuh diri, segeralah mencari cara untuk mencegahnya sampai bala bantuan datang.

Jenis atau Tipe Gangguan Bipolar


Gangguan atau kelainan kejiwaan yang bernama bipolar ini terbagi menjadi 4 jenis, akan tetapi dua dari empat jenis adalah yang paling sering didiagnosis. Apa sajakah itu?

  • Bipolar I

Gangguan bipolar yang satu ini biasa disebut “manik depresi.” Pada bipolar I, fase manik sudah sangat jelas. Perilaku dan suasana hati orang yang menderita tipe bipolar ini, biasanya sangat ekstrim dan tingkah laku mereka bisa dengan cepat meningkat sampai mereka tidak terkendali. Jika tidak diobati, hidup orang seperti ini kemungkinan akan berakhir di ruang gawat darurat.

Mereka yang diperkirakan mengalami bipolar tipe ini haruslah seseorang yang memiliki episode manic. Untuk bisa dianggap sebagai episode manik, ada beberapa hal atau persyaratan yang harus dimiliki, termasuk suasana hati atau perilaku yang tidak seperti perilaku orang biasa pada umumnya. Selain itu, paling tidak orang tersebut mengalami fase ini hampir setiap hari.

Jika semua tanda-tanda atau gejalanya sudah mulai terlihat, berarti orang tersebut harus segera menerima perawatan. Biasanya orang dengan bipolar I ini juga akan mengalami episode depresi.

  • Bipolar II

Bipolar II ini merupakan tipe yang dianggap lebih umum dibandingkan dengan bipolar I.  Tipe ini juga melibatkan gejala depresi, namun gejala manic-nya jauh lebih parah dan disebut juga sebagai gejala hypomanic. Hipomania sering menjadi lebih buruk tanpa perawatan dan orang tersebut bisa menjadi sangat maniak atau depresi.

Orang yang mengalami Bipolar II biasanya lebih sulit dilihat dan biasanya teman atau orang yang dicintailah yang bisa membujuk orang-orang seperti ini untuk mendapatkan pertolongan.

Selain kedua tipe bipolar di atas, terdapat dua jenis kelainan lain yang masih kurang umum terjadi jika dibandingkan dengan bipolar I dan II, yaitu Gangguan cyclothymic, yang merupakan suatu kondisi dimana si penderitanya akan mengalami perubahan suasana hati dan pergeseran yang serupa dengan bipolar I dan II, namun pergeseran yang terjadi tersebut masih dalam kadar yang sewajarnya.

Seseorang dengan gangguan siklomat ini bisa berfungsi normal tanpa adanya pemberian pengobatan, meskipun terkadang juga bisa menimbulkan kesulitan jika tidak menerima perawatan karena seiring waktu, perubahan mood nya dapat berkembang menjadi bipolar I atau II. Gangguan bipolar yang tidak begitu umum lainnya adalah kategori untuk orang yang hanya memiliki beberapa gejala bipolar.

Jika para penderita gangguan bipolar ini menerima perawatan dan pengobatan yang benar, ada kemungkinan mereka bisa sembuh. Semua hanyalah masalah waktu saja.

Orang-orang yang menderita kelainan kejiwaan ini sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan orang-orang normal pada umumnya. Mereka hanya seringkali mengalami kesulitan dalam hal mengontrol suasana hati. Tapi selebihnya, banyak diantara mereka yang bahkan memiliki kemampuan di atas orang-orang normal. Tidak percaya?

Almh. Elisa Lam adalah salah satu contohnya. Meskipun mengidap gangguan ini, dia masih bisa mengikuti pembelajaran hingga lulus dari universitas Columbia. 

Dia juga bisa melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekelilingnya, seperti jalan-jalan, menulis beberapa quote ataupun status di media sosial, nongkrong bareng teman, belanja dan lain sebagainya, meskipun dia memang harus terus melakukan perawatan dan meminum sejumlah obat untuk mengontrol emosinya agar selalu stabil.

Dia bahkan bisa melakukan perjalanan ke luar negeri seorang diri ke Los Angeles, meskipun itu akan menjadi perjalanan terakhir yang dilakukan sebelum kematiannya.

Setelah anda membaca artikel ini dan mungkin sudah membaca tentang kisah kehidupan dan kematian Elisa Lam, setidaknya anda sudah sedikit lebih paham mengenai gangguan kejiwaan yang dikenal dengan sebutan Bipolar ini. So guys, jika memang anda memiliki saudara, ataupun keluarga yang tindakannya mulai mengarah ke arah sana, segeralah periksakan ke dokter, agar bisa mendapatkan perawatan yang seharusnya.

Berikan pengertian kepada orang tua tersebut bahwa dia tidak perlu merasa malu, karena gangguan seperti ini masih bisa diatasi dan tidak sama dengan orang-orang “gila” atau “stress” tak terurus yang biasa mereka lihat. Semoga setelah melakukan perawatan, mereka bisa semakin lebih baik dan bahkan bisa sembuh. Demikianlah informasi ini disampaikan, semoga bermanfaat bagi anda.