Banyak Diminum Untuk Diet, Inilah Efek Samping Mengkonsumsi Teh Hijau

1855

Memiliki tubuh ideal adalah idaman setiap wanita. Itulah sebabnya mengapa banyak wanita akan melakukan apa saja untuk bisa memiliki tubuh ideal tersebut. Melakukan diet dan rajin melakukan sejumlah aktivitas olahraga adalan contoh upaya yang sering dilakukan.

Anda tahu sendiri kan gimana sensitifnya wanita jika disinggung masalah berat badan? Apalagi kalau ada yang ngatain mereka “gendut atau agak kegemukan“. Kedua kata ini secara tidak langsung dianggap sebagai bentuk penghinaan pada diri mereka. Jadi jangan coba-coba mengatakan kedua hal ini di depan mereka ya guys.

Selain melakukan diet sehat dan berolahraga, upaya lain yang juga sedang marak-maraknya dilakukan oleh para wanita untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal atau mengurangi bobot tubuh mereka, adalah dengan mengkonsumsi “teh hijau (green tea, matcha)” ataupun segala macam olahan makanan dan minuman dari bahan tersebut.

Kalau anda pergi ke supermarket, anda pasti sering kan menjumpai banyaknya olahan makanan dari green tea? Tak hanya makanan berat dan ringan saja, bahkan kudapan seperti coklat yang dianggap musuh bagi sebagian wanita, terutama yang sedang melakukan diet sekalipun, ternyata sudah ada yang diolah dengan menggunakan campuran green tea.

Itulah sanking populernya teh hijau di kalangan masyarakat. Bukan hanya karena bermanfaat menurunkan berat badan, teh hijau juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti misalnya menjaga kesehatan kulit, mengatur tekanan gula darah, mengurangi resiko penyakit jantung dan kolesterol, menangkal radikal bebas, meningkatkan kekebalan tubuh dan masih banyak lagi yang lainnya.

Bahaya Mengkonsumsi Teh Hijau

Selain memiliki segudang manfaat, tahukah anda kalau green tea ternyata juga memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Beberapa waktu yang lalu, seorang remaja yang berumur 16 tahun terpaksa harus dirawat di rumah sakit karena meminum 3 cangkir obat herbal dengan bahan utama teh hijau tersebut sekaligus.

Remaja ini mungkin sangat terobsesi untuk menurunkan berat badannya, sehingga dia memilih untuk meminum teh tersebut dalam jumlah yang banyak di waktu yang sama. Dia tidak tahu bahwasannya apa yang dilakukannya tersebut adalah hal yang salah.

Meskipun green tea memang dapat menurunkan berat badan, namun tetap saja anda harus tahu tata aturan dalam pengkonsumsiannya, karena kalau sampai salah, anda bukannya mendapatkan manfaatnya, malah akan menimbulkan masalah untuk kesehatan anda.

1. Kekurangan Zat Besi

Mike Roussell, Ph.D, yang merupakan seorang ahli nutrisi mengatakan bahwa kandungan tannin yang terdapat di dalam teh hijau bisa menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Jika hal tersebut terjadi, tubuh anda bisa kekurangan zat besi non-heme. Tapi ingat, hal ini terjadi ketika anda meminum teh hijau dalam dosis yang tinggi atau berlebihan. Penelitian yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu menunjukkan bahwa konsumsi berlebih terhadap green tea dapat mengakibatkan berkurangnya penyerapan zat besi sampai dengan 25%.

Untuk mencegah agar hal buruk seperti ini tidak terjadi, ada baiknya jika anda mengkonsumsi green tea di sela-sela waktu makan anda. Selain itu, cara lain yang juga dapat anda lakukan adalah dengan menambahkan jeruk lemon ke dalam minuman green tea tersebut.

Penambahan ini dimaksudkan agar campuran lemon tersebut dapat mengurangi efek dari kandungan tannin yang ada di dalam green tea.

2. Menimbulkan Rasa Gelisah dan Sulit Tidur

Jika anda mengira kalau hanya kopi saja yang mengandung kafein, berarti anda salah. Ternyata, kafein juga terdapat di dalam teh hijau. Meskipun kadar kafein di dalam green tea masih terbilang rendah, namun kafein tetaplah kafein.

Jumlah kandungan kafein memang berbeda-beda untuk setiap produk, namun teh hijau rata-rata mengandung sekitar 30 miligram kafein dalam setiap kantung yang di seduh.

Jika anda mengkonsumsi teh hijau dalam jumlah yang sangat banyak, otomatis kafein yang masuk ke dalam tubuh anda juga banyak, bukan? Jadi kalau begitu, sama saja dong seperti anda mengkonsumsi kafein dalam kopi?

Sama seperti halnya kafein yang ada di dalam kopi, mengkonsumsi green tea yang juga memiliki kafein dengan cara yang tidak benar juga bisa menimbulkan efek sulit tidur, merasa gelisah, mempengaruhi detak jantung dan juga tekanan darah.

Jika anda adalah orang yang memiliki alergi atau sensitif terhadap kafein, ada kemungkinan besar kalau anda lebih mudah terkena gejala yang disebutkan di atas tadi. Untuk mencegahnya, sebenarnya anda bisa mencari green tea yang kafeinnya telah dikeluarkan ataupun yang mengandung theanine, yang dapat memenangkan saraf otak dan mengurangi efek dari kafein.

3. Menyebabkan Sakit Perut dan Mual

Di dalam green tea terdapat kandungan tannin, yang dapat merangsang lambung untuk mengeluarkan asam yang lebih banyak. Hal inilah yang kemudian akan memicu terjadinya sakit perut serta menimbulkan rasa mual.

Jika anda sedang mengalami diare, anda tidak boleh mengonsumsi teh hijau, karena tannin yang ada pada teh tersebut akan membuat sakit diare anda menjadi semakin parah.

Tannin sendiri merupakan suatu senyawa polifenol, yang umumnya berasal dari tumbuhan, berasa pahit dan kelat, yang dapat bereaksi dan menggumpalkan protein, atau berbagai senyawa organik lainnya termasuk asam amino dan alkaloid.

Untuk mencegah terjadinya sakit perut dan mual yang disebabkan karena mengkonsumsi green tea, usahakanlah agar anda selalu meminumnya setelah anda makan.

Pastikan juga kalau perut anda sedang tidak dalam keadaan kosong, karena dengan begitu perut anda akan lebih aman saat terkena senyawa tannin tadi. Dan jika anda memiliki masalah dengan sistem pencernaan anda atau mungkin memiliki perut yang sensitif, sebaiknya teh hijau tersebut anda minum setelah sarapan pagi.

Tapi jika anda tidak punya masalah kesehatan apapun yang berkaitan dengan lambung ataupun perut anda, maka akan sangat baik jika anda meminumnya saat perut anda dalam keadaan kosong, karena teh hijau tersebut akan membantu menurunkan berat badan.

4. Gangguan Sistem Sekresi Hormon

Meskipun memiliki banyak kandungan zat antioksidan di dalamnya, namun menkonsumsi teh hijau secara berlebihan juga bisa menyebabkan gangguan sekresi hormon oleh kelenjar di dalam tubuh. Oleh karena itu, anda sebaiknya meminum teh hijau tidak lebih dari 2-3 cangkir dalam sehari.

5. Mengganggu Fungsi Ginjal

Jika anda sedang mengkonsumsi obat tertentu atau berada dalam pengawasan medis, hindarilah untuk mengonsumsi teh hijau. Hal tersebut dikarenakan teh hijau akan memiliki cara kerja yang berbeda pada tubuh jika anda sedang mengkonsumsi antibiotik atau obat penguat hormon. Akibatnya kesehatan ginjal anda dapat terganggu.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada bulan Januari 2016 lalu, yang diterbitkan di dalam Journal of Functional Food mengungkapkan bahwa terlalu banyak meminum minuman herbal bisa memberi pengaruh negatif pada tubuh, salah satunya adalah dapat menurunkan kesuburan.

Para peneliti menguji coba hal ini pada lalat buah dengan cara menyuntikkan semacam antioksidan polifenol GTP, yang ditemukan pada green tea.

Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa lalat buah tersebut ternyata mengalami kemunduran dalam sistem reproduksi. Bahkan kalau pun mereka berhasil menghasilkan, anak lalat buah tersebut akan mengalami abnormal pada area genital.

Penelitian ini memang belum bisa membuktikan apakah dampak buruk ini juga akan berlaku juga pada manusia jika mereka terlalu banyak mengkonsumsi teh hijau. Hanya saja, mengingat lalat buah kerap dipakai pada uji coba di laboratorium, ada baiknya memang jika anda mewaspadai adanya kemungkinan hal ini bisa terjadi.

Sebagian pakar bahkan menyebutkan bahwa wanita penggemar green tea sebaiknya berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu, jika sedang merencanakan program kehamilan. Jika memang dokter berkata tidak apa-apa, maka anda pun bisa dengan tenang menikmatinya.

6. Mengganggu Kesehatan Janin

Untuk wanita yang sedang hamil, tolong jangan coba-coba untuk mengkonsumsi teh hijau ini. Kandungan kafein di dalam teh tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada otak janin yang sedang anda kandung, sehingga akan membuatnya sulit untuk berkembang.

7. Kelebihan Kalori

Memang benar kalau teh hijau itu menyehatkan atau memiliki banyak manfaat kesehatan, akan tetapi seperti yang sempat disinggung di atas tadi, kalau anda tidak mengkonsumsinya dengan bijak, anda bisa menjadi kelebihan kalori.

Misalnya saja jika anda minum teh hijau yang ada di dalam kemasan botol atau kaleng, yang pasti sudah ditambahi gula dan pemanis. Gula dan pemanis tersebut tentu mengandung kalori, bukan?

Asupan kalori yang lebih banyak dibandingkan kalori yang anda bakar akan menyebabkan terjadinya peningkatan lemak tubuh, sehingga dapat menyebabkan kondisi seperti obesitas dan diabetes melitus (kencing manis).

8. Komplikasi Medis

Meskipun teh hijau bersifat aman untuk dikonsumsi, namun meminum teh hijau dalam dosis yang kebanyakan dapat memperburuk kondisi medis pada sebagian orang.

Misalnya, pada orang yang menderita gangguan kecemasan, biasanya efek yang ditimbulkan adalah akan bertambah cemas. Sedangkan untuk orang yang menderita diare, dapat mengalami gangguan sistem pencernaan yang lebih berat.

Teh hijau juga mungkin tidak aman jika dikonsumsi oleh para penderita anemia, glaukoma, penyakit jantung dan gangguan perdarahan. Jika Anda memiliki salah satu kondisi medis tersebut, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter anda tentang batasan jumlah konsumsi teh hijau yang masih relatif aman untuk anda.

9. Menyebabkan Dehidrasi Pada Ibu Menyusui

Selain tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil, anda yang sedang dalam masa menyusui juga tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi jenis teh yang satu ini, karena akan menimbulkan beberapa gangguan.

Jika anda berpikir untuk melakukan diet padahal anda sedang menyusui, maka segeralah urungkan niat tersebut, karena hal tersebut akan sangat beresiko.

Adapun efek samping yang bisa diakibatkan karena mengkonsumsi teh hijau saat sedang menyusui antara lain menyebabkan dehidrasi pada Ibu dan juga gangguan polatidur bayi, karena ASI tercampur dengan kafein yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, penelitian yang dilakukan juga mendapati bahwa efek samping dari kandungan kafein pada teh hijau yang tercampur dengan ASI bisa mengakibatkan bayi mengalami iritasi dan bisa meningkatkan aktivitas usus bayi.

Jika anda memang ingin tetap melakukan diet meski dalam masa menyusui, anda bisa melakukannya dengan mengkonsumsi buah yang kaya serat dan juga banyak meminum air putih.

Selain kesembilan efek samping yang sudah disebutkan di atas tadi, sebenarnya masih banyak lagi efek samping lainnya yang juga bisa terjadi jika anda terlalu banyak mengkonsumsi teh hijau.

Seperti yang anda ketahu guys, segala sesuatu yang sifatnya berlebihan pasti tidak akan baik, tidak terkecuali untuk teh hijau ini. Meskipun teh herbal ini memang sangat menyehatkan, tapi bukan berarti anda bisa mengkonsumsinya secara sembarangan atau tidak mengikuti aturan yang dianjurkan.

Supaya anda tidak salah lagi dalam mengkonsumsi teh hijau tersebut, mulai saat ini ikutilah aturan cara meminumnya yang benar, yang bisa anda terapkan mulai saat ini, jika anda memang ingin menggunakannya sebagai alat bantu dalam proses diet yang sedang anda lakukan. Semoga berhasil ya guys dietnya.