Permainan Anak Perempuan Zaman Dahulu Yang Hampir Punah

680

Zaman sekarang, tidak terkecuali untuk anak laki-laki ataupun perempuan semua sama saja lebih memilih untuk memainkan gadget daripada memainkan aktivitas tradisional. Yap, permainan zaman kecil telah berubah mengikuti masanya! Permainan yang dulunya untuk mencari hiburan saja, telah berubah menjadi sebuah kebutuhan manusia hingga sekarang. Lebih banyak aktivitas yang dilakukan sendiri di rumah daripada bersosialisasi dengan teman-temannya diluar membuat anak-anak cenderung menjadi orang yang tertutup untuk lingkungannya.

Kecanggihan dari gadget ini telah menyihir mereka untuk tidak mencicipi betapa serunya permainan zaman dahulu. Permainan zaman dulu ini sepertinya sudah tidak diminati oleh anak masa sekarang. Jika untuk dulunya kaum anak laki-laki bermain layang-layang dan bola, beda dengan anak perempuan yang lebih mengutamakan keasikkan dunia virtual dan imajinasinya sendiri. Terkadang beberapa permainan sampai-sampai membuat mereka bertindak seolah-olah seperti orang dewasa loh! Lantas apa saja sih permainannya ini? Kok bisa seseru ini ya? Yuk, langsung saja scroll ke bawah!

1. Bola Bekel

Kalau anak laki-laki bermain sepak bola dengan kaki, anak perempuan juga tidak kalah bermain, tetapi memainkannya dengan menggunakan tangan. Bola yang dipakai juga berwarna warni dan biasanya terbuat dari karet. Bola karet digabung dengan beberapa biji kuningan. Permainan itu disebut dengan bekel.

Image result for Bola Bekel

Permainan ini dimainkan cukup gampang, yang diperlukan hanya kesesuaian dan keseimbangan lemparan bola dengan waktu sambil mengutip biji-bijan tersebut. Permainan ini akan tambah seru jika dimainkan ramai-ramai bersama teman. Pemain yang kalah harus memberikan bekel pada teman dan membiarkan mereka untuk memainkannya hingga selesai.

2. Congklak

Permainan ini memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Akan tetapi, cara untuk memainkannya sih sama saja. Congklak hanya bisa dimainkan untuk dua orang saja. Congklak merupakan permainan dengan menggunakan papan yang memiliki lubang-lubang. Lubang-lubang tersebut diisi dengan keping biji-bijian atau kelereng.

Biji-biji tersebut akan dimulai dengan suit antar pemain, yang menang berhak untuk menjalankannya duluan. Permainan ini dilakukan secara bergantian dan yang kalah jika salah satu dari mereka kehabisan biji di area lubang mereka. Congklak zaman dahulu juga ada dimainkan anak laki-laki loh, tapi sejatinya sih lebih cenderung ke anak perempuan untuk memainkannya.

3. Bongkar Pasang

Bagi kamu anak perempuan yang lahir tahun 90an, sudah dapat dipastikan kegembiraan dari kamu ketika bermain permainan yang satu ini. Mainan ini sederhana dan terbuat dari kertas yang memiliki gambar wanita cantik seperti barbie. Untuk memainkannya pun sangatlah mudah, para anak perempuan hanya perlu berperan sebagai pelaku yang menggerakan tokohnya layak melakukan sebuah drama.

Image result for Bongkar Pasang

Permainan ini sih lebih serunya dimainkan bersama teman daripada bermain sendiri. Harganya pun sangat murah, tidak sampai seribu rupiah untuk mendapatkan keseruan dari permainan ini loh!

4. Engklek

Permainan tradisional ini tidak membutuhkan uang sama sekali untuk dimainkan. Yang diperlukan hanya lapangan yang cukup luas untuk area permainannya. Dengan membuat gambar kotak-kotak di tanah, masing-masing pemain hanya membutuhkan pecahan genteng atau keramik untuk memainkannya. Nama dari permainan ini disebut Engklek atau ada juga yang menyebutnya Engkleng.

Setelah mengundi siapa yang duluan memainkan permainan ini, mereka bergilir untuk melempar pecahan genteng pada kotak yang menjadi sasaran dari urutan permainan. Engklek dilanjutkan dengan lompatan melewati kotak-kotak tersebut. Jika ada yang menginjak garis atau tidak sengaja keluar dari garis maka gilirannya telah selesai dan digantikan dengan pemain lainnya.

5. Masak-masakan

Untuk anak perempuan zaman 90-an pastinya tidak asing dong dengan mainan memasak. Permainan ini dulunya banyak dijual di pasar dengan harga yang murah. Bahannya juga aman karena terbuat dari plastik. Beberapa peralatan yang biasanya dijual dalam 1 set seperti wajan, gelas, piring dan kompor.

Tetapi ada juga yang kreatif dengan membuat peralatan masak mereka sendiri dari tanah liat. Bukan hanya membuat peralatannya, masakan mereka juga berasal dari tanah liat seperti kue dan sebagainya.

Semua permainan ini mungkin jika dipandang anak zaman sekarang sangat sederhana, namun keseruan yang diberikan pada zaman tersebut tidak dapat digantikan dengan kepuasan visual. Pastinya permainan dahulu lebih memberikan nilai tersendiri bagi kita dibandingkan gadget yang hanya bisa memberikan kepuasan visual. Proses keaktifan dan pergaulan dari anak-anak zaman dahulu pun dirasakan lebih cepat dan terarah ke hal positif dibandingkan sekarang. Well, sayangnya permainan tersebut sekarang jarang dimainkan lagi dan bisa tergolong sudah lenyap.