Mengulas Perjalanan Leonardo Dicaprio Hingga Menuju ‘Oscar’ Pertama

1102

Mulai dari remaja cacat mental, konglomerat yang menderita kelainan impulsif sampai peran extreme di film terakhirnya, itulah sekilas perjuangan Leonardo Dicaprio untuk mendapatkan Oscar pertamanya. Yap, total 5 kali sudah sang aktor dinominasikan sebagai peraih Oscar yaitu di dalam film What’s Eating Gilbert Grape (1993), The Aviator(2004), Blood Diamond (2006), The Wolf of Wall Secret (2013) dan The Revenant (2015).

Seperti kehidupan pada umumnya, perjalanan karir akting Leo juga mengalami pasang surut di dunia perfilman. Memulai debutnya di dunia akting lewat film Critters 3 (1991), Leo muda mulai mendapatkan perhatian dan mendapatkan peran utama pertamanya dalam film This Boy’s life (1992). Walaupun masih berusia muda, nampaknya Leo memang sudah memiliki bakat untuk berakting. Pada tahun 1993, dia memerankan sosok Arnie dimana sebagai orang cacat mental di dalam film What’s Eating Gilbert Grape yang mengantarkan namanya untuk mendapatkan nominasi pertama Academy Awards sebagai Aktor Pendukung Terbaik.

Leo pun semakin dikenal di kalangan dunia perfilman hingga memasuki masa-masa keemasan pertamanya yaitu di tahun 1995-1997. Leo membintangi sejumlah film terkenal pada tahun tersebut yang diantaranya, The Basket Ball’s Diary (1995), The Quick and The Dead (1995), Romeo and Juliet (1996), dan Titanic (1997). Walaupun mendapatkan peran film terkenal, tidak lantas membuat dia mengulangi prestasinya sebagai nominator peraih Oscar. Di fase ini, Leo lebih dikenal karena ketampanannya ketimbang kualitas dia dalam berakting.

Dia telah menjadi aktor “idola” terutama di kalangan gadis remaja, tidak lantas membuatnya lupa diri. Dia terus meng ‘upgrade’ kemampuannya di dunia akting. Di tahun 2000 an merupakan periode baru bagi Leo di dunia akting. Leo mulai berani untuk memerankan peran yang lebih menantang. Tahun 2000-2007 merupakan masa transisi kedua dari Leo. Leo yang sudah dewasa ini mulai memperlihatkan perkembangan karakter di dalam dirinya.

Aktor watak, itulah image yang ada di dalam dirinya dimana Leo telah membintangi sejumlah film terkenal seperti The Beach (2000), Catch Me if You can (2002), The Aviator (2004), The Departed, dan The Blood Diamond (2006). Kematangannya dalam berakting lebih terlihat di periode ini.

Akting penuh emosional disertai dengan akting verbal yang sangat mumpuni menjadi ciri khas baru dari Leo. Pada periode keemasan kedua, dia mulai diperhitungkan menjadi salah satu aktor terbaik di dunia. Terlebih dua filmnya di periode tersebut telah mengantarkan namanya menjadi nominasi Oscar yaitu The Aviator dan Blood Diamond.

Leonardo mungkin sudah ditakdirkan menjadi salah satu aktor besar, setelah sejumlah prestasi di 2 periode keemasannya. Leo tetap bereksplorasi terhadap kualitas akting dan peran yang dimilikinya. Menjadi orang gila di film thriller Shutter Island, membintangi salah satu film fenomenal Inception (2010), merubah tampilan fisik demi peran film J. Edgar (2011), menjalani peran antagonis di film Django Unchained (2012), hingga menjadi pria yang melankolis di film Great Gatsby (2013) telah dilakoni demi mengeksplorasi kedewasaan dari sang aktor.

Leonardo bertemu lagi dengan Sutradara Martin Scorsese dalam film The Wolf of Wolf Street yang lagi telah mengatarkan namanya sebagai nominator Oscar. Selain akting verbal dan penonjolan emosional yang sudah menjadi ciri khas darinya, di film ini Leo juga memperlihatkan beberapa akting yang juga melibatkan aspek fisik, seperti yang terlihat pada sebuah adegan saat dia mengalami lumpuh total dan harus menuruni tangga dalam keadaan tersebut.

Nampaknya perkembangan akting dari Leo ini akhirnya bisa dimaksimalkan oleh sutradara Alejandro G Innaritu dalam film terakhirnya The Revenant (2015). Hampir seluruh dari total adegan dalam film tersebut, Leo melakukan akting yang memerlukan ketahanan fisik di samping menjaga kualitas akting yang dia punya yang telah menjadi ciri khasnya. Setelah 15 tahun berjuang di dunia, seni peran dari Leonardo akhirnya memberikan hasil dimana dia untuk pertama kalinya mendapatkan Oscar.

Leonardo Dicaprio, merupakan nama yang diberikan orang tuanya karena sang Ibu yang sangat mengidolakan Leonardo da Vinci, yang merupakan salah satu seniman fenomenal di dunia. Akankah namanya juga akan tercatat di dalam sejarah seni dunia khususnya seni peran? Patut kita tunggu karya selanjutnya dari Leonardo Dicaprio (sang aktor watak).