Fakta Menarik Warkop DKI Yang Mesti Kamu Ketahui

411

Warkop yang juga dikenal sebagai Trio DKI yang beranggotakan Dono, Kasino dan Indro adalah grup lawak yang memiliki nama besar di jagat lawak Indonesia. Meskipun grup ini sekarang hanya menyisakan Indro, nyata ketenaran mereka yang masih belum juga meredup adalah film-film mereka yang masih diputar berulang-ulang di televisi swasta Indonesia. Film-film tersebut pun tidak pernah membuat bosan dan selalu menghibur masyarakat. Kecintaan publik terhadap mereka pun ditunjukkan dengan meroketnya pasar film layar lebar lewat Warkop DKI reborn yang diperankan beberapa aktor dan artis Indonesia sebagai penggantinya.

Dibalik kejayaan yang mereka raih, ternyata Warkop memiliki banyak hal menarik yang patut kita tahu. Penasaran kan? Berikut kamu ulas beberapa hal tersebut di bawah ini.

1. Sebelum mengganti nama menjadi Warkop DKI, grup bernamakan Warkop Prambors

Kemunculan grup lawak Warkop DKI ini awalnya berasal dari Radio Prambors yang disiarkan setiap Jumat malam, dimulai dari pukul 20.30 hingga 21.15 yang menghadirkan 5 orang mahasiswa untuk melawak. Obrolan santai dari 5 orang pelawak ini terdiri dari Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Nanu, Rudy, Dono dan Kasino berasal dari Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang terpelajar. Begitu juga dengan Indro yang berasal dari mahasiswa Universitas Pancasila.

Masing-masing dalam acara memiliki peran yang berbeda. Rudy berpedan sebagai Bang Cholil dan Mr. James. Dono berperan sebagai Slamet (Jawa), Nanu berperan sebagai Poltak (Batak), Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam: Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang) sedangkan Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga), Ubai atau Ansori. Obrolan santai di Warung Kopi ini memiliki ratiny tertinggi disaat itu. Tawaran on air pun datang dari berbagai tempat. Disaat kesempatan inilah mereka mengibarkan nama Warkop Prambors.

2. Warkop Prambors tetap berlanjut meskipun menyisakan 3 orang

Pada awal rintisannya, Warkop sebenarnya beranggotakan 5 orang yang membesarkan namanya hingga melegenda. Sayangnya Rudy dan Nanu tidak bisa menikmati kesuksesan grup Warkop lebih lama. Rudy mengundurkan diri dari grup dikarenakan demam panggung yang sering dialaminya. Sedangkan Nanu sempat ikut membintangi film mereka yang berjudul “Mana Tahan” dan akhirnya mengundurkan diri dari grup. Nanu meninggal pada tahun 1983 karena mengidap penyakit liver.

Dono awalnya juga sempat demam panggung selama beberapa menit pertama dan mojok karena masih malu seraya takut. Setelah beberapa menit grup melawak, barulah Dono berbaur dan mulai melawak. Malahan, ujung-ujungnya Dono yang paling garing hingga akhir durasi lawakan. Indro merupakan anggota termuda di dalam grup Warkop.

3. Warkop Prambors diganti nama menjadi Warkop DKI dengan suatu alasan

Keluarnya dua anggota Warkop Prambors tidak meredupkan semangat mereka untuk tetap melawak. Dengan sisa tiga anggota, malah mereka semakin dikenal dan tetap sukses mengibarkan nama mereka. Melesatnya nama mereka, membuat trio pelawak ini mempertimbangkan untuk terus menggunakan nama “Prambors” di grup lawak mereka. Dengan pemakaian nama ini, maka mereka diharuskan untuk tetap membayar royalti kepada Radio Prambors.

Dengan pertimbangan konsekuensi tersebut, trio ini pun mengganti nama grup mereka menjadi Warkop DKI yang menjadi singkatan dari Dono-Kasino-Indro (yang menjadi pelesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota). Inilah alasan mereka mengganti nama grup karena tidak lain adalah untuk menghentikan praktik upeti yang mesti mereka setor.

4. Warkop DKI berganti nama lagi setelah kepergian Kasino

Nama Warkop DKI memiliki periode yang cukup panjang yaitu dari tahun 1970 hinggan 1990-an. Nama mereka sempat memudar setelah film terakhir yang mereka bintangi dengan judul “Pencet Sana Pencet Sini”, dirilis pada tahun 1994. Setelah film tersebut, tiga tahun kemudian, Kasino meninggal dunia karena tumor otak.

Warkop pun hanya menyisakan 2 anggota saja. Sebelum meninggal, Kasino mewasiatkan kepada Dono dan Indro untuk tetap melanjutkan grup yang telah susah payah mereka rintis dari tahun 1970-an. Nama warkop pun diubah menjadi Warkop Millenium karena Warkop DKI tidak bisa dilanjutkan lagi setelah ditinggalkannya Kasino. Sayangnya kejayaan 2 anggota ini juga tidak bertahan lama dikarenakan meninggalnya Dono di tahun 2001. Sama seperti Kasino, Dono juga berpesan agar Indro tetap meneruskan nama besar Warkop hingga akhir hayatnya.

5. Dono merupakan anggota paling intelek diantara semuanya

Diantara semua personil di dalam Warkop, ternyata Dono merupakan orang yang paling intelek di dalamnya. Meski ini berbeda dengan profil wajahnya yang ‘deso’, Dono menjadi asisten dosen di FISIP Universitas Indonesia yakni jurusan Sosiologi. Tidak hanya melawak, dia juga sempat ditunjuk sebagai pembawa acara pada acara kampus atau acara pernikahan rekan dari kampusnya.

Kasino menjadi orang terdekatnya di kampus karena juga lulus dari FISIP. Selain melawak, mereka juga selalu menyempatkan diri untuk berkecimpung di dunia pencinta alam. Hingga akhir hayatnya Nanu, Dono dan Kasino tercatat sebagai anggota pencinta alam Mapala Universitas Indonesia.

Walaupun merupakan grup lawak, Warkop DKI menjadi pelopor dari lawakan-lawakan cerdas yang diambil dari aktivitas sosial mereka di kampus. Smeua itu juga tidak terlepas karena status Dono, Kasino dan Indro adalah mahasiswa terpelajar yang merupakan lulusan Universitas ternama. Kira-kira siapa ya yang kangen dengan lawakan mereka? Pastinya semua juga bakal kangen!