Gaokao, Ujian Perguruan Tinggi Yang Lebih Seram Dari Ujian Hidup

570

“Ujian”. Anda mungkin pernah mengalaminya, bukan? Ujian yang dimaksud di sini bukan ujian hidup ya sob. Melainkan ujian untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Di beberapa negara, untuk bisa masuk ke perguruan tinggi tidaklah semudah seperti di Indonesia. Bahkan sangat jauh berbeda. Pendidikan di Indonesia bahkan tidak ada apa – apanya jika dibandingkan dengan negara – negara lain yang ada di dunia.

Masing – masing negara memiliki sistem ujian tersendiri dalam menentukan pantas tidaknya seseorang untuk masuk ke perguruan tinggi. Di Indonesia sendiri, beberapa perguruan tinggi melakukan seleksi mahasiswa melalui ujian. Pelajar Indonesia yang sedang mendaftar perguruan tinggi harus mengikuti ujian kompetitif seperti SNMPTN atau SBMPTN.

Berbeda di Indonesia, maka berbeda pula di Amerika dan Inggris. Di Amerika, misalnya di Harvard University, para pelajar harus menempuh tes SAT, GRE, GMAT untuk bisa masuk ke universitas. Kalau di Universitas Oxford, di Inggris, setiap pelajar harus memiliki sertifikat GCE A Level, sebelum menjalani tes khusus untuk setiap level fakultas, yang berisi pengetahuan terkait masing-masing disiplin ilmu.

Yang terakhir adalah Korea Selatan. Negara ini memiliki sistem Suneung sebagai penentuan apakah pelajar itu layak atau tidak untuk memasuki perguruan tinggi.

Dibandingkan negara – negara di atas, ujian di China ternyata dianggap sebagai ujian yang paling sulit di dunia. Negara tirai bambu ini bahkan memiliki aturan ujian yang sangat ketat dibanding negara lainnya, termasuk Amerika dan Inggris. Wah, bayangin aja deh sob gimana sulitnya ujian masuk universitas di China ini. Lebih sulit dibandingkan ujian masuk universitas Harvard dan Oxford, lho.

Gaokao – Ujian Masuk Perguruan Tinggi di China

Tahukah anda mengapa kebanyakan pelajar China lebih memilih untuk berkuliah di luar negeri dibandingkan di negaranya sendiri? Statistik Kementerian Pendidikan China bahkan telah melansir bahwasannya ada sebanyak 300 ribu pelajar China yang berkuliah di Amerika Serikat dan 90 ribu pelajar di Inggris. Sangat aneh, bukan?

Yah, hal tersebut dikarenakan sulitnya ujian yang harus mereka lalui jika memang benar – benar ingin masuk ke perguruan tinggi China tersebut. Ujian yang terkenal sulit ini dinamakan dengan “Gaokao”. Gaokao adalah ujian kesetaraan standar yang berbasis hafalan. Berbulan-bulan sebelum ujian tiba, siswa sudah harus mempersiapkan diri dengan baik, bahkan mereka harus belajar selama 12 jam setiap hari, termasuk di akhir pekan.

Gaokao merupakan ujian tersulit di dunia. Selain soal yang harus dikerjakan menghabiskan waktu 9 jam selama 2 hari, pengawasan yang dilakukan oleh panitia ujian pun tak kalah menyeramkan. Inilah yang menjadi penyebab mengapa banyak pelajar yang kerap dilanda stress menjelang ujian, karena persiapan untuk menghadapi ujian tersebut tidaklah main – main dan memerlukan kerja keras yang sangat tinggi.

Sanking seriusnya belajar, banyak orang tua yang cemas dengan keadaan anak mereka. Bayangkan saja, menjelang ujian, beberapa pelajar di china bahkan harus belajar selama 17 jam sehari. Gila bener. Jika dibandingkan dengan pelajar di Indonesia, terbanting sekali ya kan sob? Jangankan 17 jam, belajar di sekolah yang hanya kurang lebih 7 – 8 jam saja rasanya sudah seperti kiamat kecil untuk para pelajar di Indonesia, Bener nggak? Jadi nggak salah dong ungkapan yang mengatakan “Kejarlah Ilmu Sampai Ke Negeri China”. Itulah sangking ketatnya pendidikan di China.

Kesulitan – kesulitan Saat Ujian Gaokao

Ada beberapa hal yang menjadikan Gaokao sebagai ujian paling mematikan di dunia. yaitu:

1. Ketatnya Pengawasan Selama Ujian Berlangsung

Salah satu yang menjadikan ujian masuk perguruan tinggi ini begitu mengerikan adalah dikarenakan pengawasannya yang luar biasa ketat. Pengawasan terhadap para peserta ujian agar tidak melakukan kecurangan selama ujian seperti mencontek dibuat seketat mungkin. Pengawasan yang dilakukan adalah seperti: pemasangan cctv dari segala arah, pemasangan mesin pendeteksi sinyal, detektor logam pada pintu masuk ruang ujian, hingga penjagaan polisi bersenjata lengkap.

2. Sulitnya Soal – soal Ujian Gaokao

Mengenai kurikulum, laporan Guardian menyebutkan bahwa Gaokao berisi soal yang terlampau sulit untuk pelajar SMA. Kurikulum Matematika hampir serupa dengan pelajaran berhitung di universitas Amerika Serikat. Ujian yang dianggap paling sulit adalah Ujian Bahasa Mandarin. Setiap pelajar harus menulis esai dalam satu tema tertentu dan diberi waktu satu jam.

Setiap tahunnya, peserta ujian Gaokao mencapai 9,4 juta siswa. Mereka semua harus menyelesaikan ujian beberapa pelajaran seperti: ujian matematika, sejarah, tata bahasa Mandarin, Ekonomi, dan bahasa asing. Yang paling mengerikan dari soal gaokao ini adalah soal – soal esainya.

Peserta tes akan mendapati pilihan esai dengan ragam jenis pertanyaan. Anda bisa saja diminta melakukan pengandaian tentang sejarah masa lalu dan dijabarkan dalam 800 kata. Salah satunya seperti yang dikutip Telegraph pada gaokao tahun 2011 yang silam adalah soal menulis karangan 800 kata dengan tema: “Mengapa mengejar tikus saat ada ikan untuk dimakan?” Soal – soal esai seperti ini mencakup sepertiga dari nilai ujian dan sangat penting sebagai penentu lulus atau tidaknya seseorang.

Hal – hal Yang Bisa Saja Terjadi Saat Ujian Gaokao di China

Ujian masuk universitas di Tiongkok yang disebut dengan gaokao ini, secara harafiah adalah ujian tertinggi. Peristiwa ini setara dengan liburan nasional, di mana hampir seluruh kegiatan dihentikan. Mulai dari pengerjaan konstruksi bangunan dekat tempat ujian hingga pengalihan arus lalu lintas.

Selama ujian berlangsung, banyak hal yang bisa terjadi pada setiap peserta ujian, diantaranya adalah seperti:

  • Pingsan saat ujian

Tekanan yang harus diterima oleh para pelajar yang mengikuti ujian gaokao ini terbilang sangat besar. Mulai dari sulitnya soal dan pengawasan yang begitu ketat, menambah tingkat stress para pelajar karena takut tidak lulus di dalam ujian tersebut. Tidak heran jika saat ujian banyak peserta yang jatuh pingsan.

Pada bulan Juni 2016 yang lalu, media Tiongkok mengabarkan bahwa seorang siswa harus terpaksa dibius setelah histeris dan mengancam untuk bunuh diri, karena mengalami stress pada saat ujian. Peristiwa tersebut dianggap sebagai sebuah pemandangan yang normal terjadi saat penyelenggaraan ujian gaokao. Itulah sebabnya mengapa mobil ambulans selalui disedikan di tempat ujian.

  • Melakukan Bunuh Diri

Kemungkinan kedua yang terjadi ketika ujian gaokao berlangsung adalah tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh peserta ujian. Tingkat stress yang sudah melampaui batas membuat mereka terpaksa mengakhiri hidup dengan cara seperti itu. Sebuah sekolah di Provinsi Hebei bahkan sampai harus memasang pagar anti bunuh diri, untuk menghindari siswa – siswa yang akan melompat dari gedung sekolah menjelang ujian gaokao. Dua siswa SMA di provinsi tersebut sebelumnya pernah mengakhiri hidup mereka saat akan mengikuti ujian.

  • Murid dan Orang Tua Yang Berbuat Kecurangan

Karena tuntutan untuk lolos ujian dengan skor sempurna sangat tinggi, tidak jarang ditemukan calon mahasiswa yang mencontek dengan berbagai cara. Bukan hanya mencontek, beberapa orangtua bahkan pernah membayar sejumlah uang kepada profesional, yang biasa mengerjakan soal-soal ujian untuk menggantikan anak mereka di ujian ini. Untuk itulah, sekolah dan pemerintah semakin meningkatkan pengamanan menjelang dan selama ujian.

  • Para orangtua siswa menunggu di depan tempat ujian sampai anak-anak mereka selesai ujian

Orangtua pun menganggap gaokao adalah peristiwa besar di dalam hidup mereka sehingga mereka rela menunggu anak-anaknya di luar gerbang sekolah hingga ujian berakhir. Ini menambah tekanan pada peserta gaokao. Menjelang gaokao, orangtua bahkan mendatangi patung Confucius, simbol pendidik di Tiongkok dan berdoa demi kelancaran ujian anak-anak mereka.

Itulah informasi mengenai ujian gaokao di China yang terkenal sangat mengerikan tersebut. Setelah membaca artikel ini, bisakah anda merasakan betapa tersiksanya pelajar – pelajar di China ini? Ujian perguruan tinggi yang anda hadapi sebelumnya tidak ada apa – apanya jika dibandingkan dengan ujian gaokao ini.

Di Indonesia, ketika anda gagal masuk ke perguruan tinggi negeri, anda masih bisa masuk ke perguruan tinggi swasta. Tapi di China, sekali anda gagal ujian, maka selamanya anda akan dianggap gagal. Hal inilah yang membuat kebanyakan pelajar China lebih memilih untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Mereka belajar ke luar negeri bukan karena gengsi atau biar dianggap keren, tapi karena di negara mereka, untuk bisa berkuliah mereka harus siap untuk mendapatkan tekanan yang mematikan.