Kebaikan Yang Malah Berujung Pemecatan

200

Sejak kecil, kita sudah dididik untuk selalu berbuat baik kepada sesama. Tentu saja, siapapun akan senang mendapatkan perlakuan baik dari orang lain. Semua ini termasuk juga kepada orang yang berbuat baik meskipun mereka tidak mendapatkan apa-apa, tetapi setidaknya adanya kata terima kasih dari orang yang tertolong merupakan kepuasan batin tersendiri bagi mereka.

Tapi anehnya, ternyata tidak semua perbuatan baik di dunia ini disukai semua orang. Apalagi kebaikan tersebut dilakukan ketika dapat merugikan pihak lain, yang membuat mereka tidak menyukai adanya perilaku kebaikan yang telah diperbuat. Contoh paling nyata adalah orang-orang di bawah ini dimana bukan penghargaan yang mereka dapat, malahan mereka harus kehilangan pekerjaan hanya karena kebaikan yang telah dilakukan. Kira-kira apa saja alasan yang dikemukakan atasan mereka untuk memecat mereka? Mari kita simak di bawah ini.

1. Vladislav Samsonov, Penjaga gerbang tol

Seorang pria tua yang sudah bekerja lebih dari 30 tahun sebagai penjaga gerbang tol. Dia sering membayar biaya tol dengan uag sakunya sendiri ketika mendapati pengendara yang tidak membawa uang kecil. Kebiasaan ini membuatnya dikenal sebagai seorang suka menolong di tempat bekerjanya. Namun, kebiasaan ini ternyata membuat atasannya tidak menyukainya dan malah memotong jam kerjanya. Samsonov pun melakukan protes, sayangnya tindakan tersebut berujung pemecatan bagi dirinya. Berita tentang pemecatan dia pun menyebar cepat dan membuat penduduk sekitar berang melihat pemecatan yang tidak adil ini. Mereka pun melakukan penggalangan dana di Facebook serta melakukan demo dengan pemblokiran jalan tol. Meskipun dana terkumpul banyak, tetapi pihak pengelola jalan tol tidak mau lagi mempekerjakan Samsonov.

2. Tomas Lopez, Lifeguard

Tugas utama dari seorang lifeguard adalah menyelamatkan seseorang yang tenggelam atau menyelematkan orang yang mendapat masalah di daerah pantai yang dijaganya. Pekerjaan itulah yang dilakukan oleh Tomas Lopez yang bekerja sebagai lifeguard di Florida. Sialnya Tomas harus dipecat karena ternyata ada orang yang tenggelam akibat berenang di area yang berbahaya meskipun dia sudah menolongnya. Sebuah area yang telah diberi papan peringatan untuk tidak berenang di area tersebut. Tidak menerima pemecatan tersebut, kedua temannya melancarkan protes terhadap peristiwa tersebut. Rekan-rekan kerja lainnya juga melakukan hal yang sama bahkan mogok dari pekerjaan. Tidak sampai disana, masyarakat sekitar dan pihak pemerintah setempat juga memberikan tekanan pada pihak manajemen mereka. Tidak lama kemudian, pihak manajemen pun mempekerjakan Tomas kembali dan malah memecat atasan Tomas.

3. Jeff Gaglio, Petugas Kesehatan

Disaat bertugas sebagai asisten media pada dinas pemadam kebakaran, Jeff mendapati seorang manula yang menjadi korban dari kebakaran dengan kondisi menggigil kedinginan di luar rumahnya yang terbakar. Maka, hal yang terpintas di benak Jeff adalah memberinya sebuah selimut. Seharusnya perbuatan mulia Jeff mendapat pujian tetapi yang menjadi masalahnya, selimut tersebut merupakan properti dari pemerintah Kota Detroit. Jeff pun harus kehilangan pekerjaannya. Setelah beredar berita pemecatan tentang dirinya, masyarakat pun mengadakan gerakan untuk menyumbang selimut kepada pemerintah Kota Detroit. Tetapi mereka harus menggigit jari karena selimut menggunung yang mereka berikan tidak dapat mengubah keputusan dari Pemerintah Kota.

4. George Daw, Supir bis

George Daw merupakan seorang supir bis sekolah di Long Island, New York. Sekitar bulan Agustus tahun 2011, angin badai melanda kota. George yang bertanggung jawab sebagi supir mengantarkan anak-anak pulang dengan pelan agar mereka bisa sampai dengan selamat di rumah masing-masing. Di dalam perjalanan, dia melihat sebuah mobil polisi yang terbalik dterpa angin. Melihar kejadian tersebut George langsung menolong tiga polisi yang terjebak di dalamnya dan mengantar mereka ke kantor polisi terdekat. Hanya karena pengantaran tersebut, George harus kehilangan pekerjaannya. Alasan dari pihak manajemen karena George telah membawa penumpang lain selain anak-anak sekolah. Peristiwa ini membuat warga kota sangat marah, dengan bersama pihak kepolisian mereka pun menekan pihak manajemen untuk mempekerjakan dia kembali. Usaha mereka pun berhasil dan George kembali dengan pekerjaannya.

5. Richard Jewell, Petugas keamanan stadion

Richard adalah petugas keamanan stadion ketika Olimpiade Atlanta dilaksanakan pada tahun 1996. Saat pertandingan tengah berlangsung, Richard menemukan sebuah tas ransel yang dia curigai tergeletak di bawah bangku taman stadion. Setelah dibuka ternyata dalam ransel tersebut terdapat tiga buah bom pipa yang siap meledak. Richard pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada komandannya. Berkat kesigapannya, bom tersebut pun meledak dan hanya satu penonton yang menjadi korban. Richard malah tidak dianggap sebagai pahlawan dan malah dicurigai sebagai pelaku setelah kejadian tersebut. Dia pun dipecat dari pekerjaannya. Pada tahun 2005, Pelaku bom tersebut berhasil ditangkap namun Richard meninggal dunia setelah 2 tahun penangkapan tersebut.

Miris ya melihat akibat buruk yang mesti diterima kelima orang tersebut. Disaat mereka seharusnya mendapatkan apresiasi dari pekerjaan mereka, ternyata tidak semuanya dapat menerima kebaikan tersebut. Namun, satu yang dapat dikutip kita dari artikel diatas dimana mereka tidak sekalipun menyesali atas kebaikan yang mereka perbuat. Perlu kita ingat, ada kebaikan yang memang diuji ketika diperbuat. Tetap yakinlah pada diri untuk selalu berbuat baik dikarenakan Tuhan pasti akan membalas setiap kebaikan yang kita perbuat.